Nov '07
19

Cerita Nikah: Persiapan Menjelang Hari H

Files under Pernikahan | 2 Comments

Kalau biasanya orang menyiapkan pernikahannya sejak beberapa bulan sebelumnya, bahkan beberapa tahun sebelumnya, maka aku hanya menyiapkannya dalam 3 minggu. Mesti ada kekhawatiran bagaimana kalau dalam 3 minggu ini surat nikah belum jadi, tapi alhamdulillah semuanya dimudahkan oleh Allah.

Berikut beberapa persiapan teknis menjelang Hari H:

Surat-surat Nikah

Berhubung setelah akad aku langsung kembali ke Bandung, maka surat-surat nikahku diurus oleh kakakku. Aku hanya ninggalin foto kopi KTP dan akta kelahiran, serta softcopy pas foto yang kukirim setelah tiba di Bandung. Kakakku yang mengurusnya dari RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan. Alhamdulillah, 2 hari sudah beres. Tinggal menunggu dokumen dari calon mempelai laki-laki.

Calon suamiku juga melakukan hal yang sama di Sukoharjo, tapi karena beberapa dokumen ditinggal di Surabaya, jadi agak lama. Akhirnya dokumen-dokumen tersebut dikirim ke Yogya. Dokumen milikku dan calon suamiku digabungkan lalu diserahkan ke KUA. Selesai sudah urusan. Waktu akad pun sudah ditentukan, yaitu hari Ahad, 9 September 2007 pukul 10.00.

Undangan

Makasih buat Mas Teguh (EL 99) yang udah ngasih undangan gratis buatku, katanya sih sebagai hadiah pernikahanku. Waktu itu kakakku bilang bahwa di Yogya tidak ada percetakan undangan untuk jumlah yang sedikit. Dan Mas Teguh menawarkan padaku undangan gratis sebanyak 100 buah.

Langsung aja aku dengan diantar Novi ke tempat Mas Teguh di Sarijadi. Di sana kami memilih-milih desain untuk kartu undangan. Kami memilih undangan berwarna biru muda, dengan ukuran kecil (1/2 halaman A4), karena memang untuk ukuran inilah aku dikasih gratis. Undangan jadi dalam waktu 3 hari.

Souvenir

Aku mencari souvenir di Pasar Baru. Sempat bingung juga karena ada banyak souvenir bagus, seperti gantungan kunci, hiasan kulkas, tempat lilin, tempat baju, sendok/garpu, gunting kuku, hekter, lilin, dan sebagainya. Setelah berdiskusi dengan calon suamiku, akhirnya aku membeli sendok/garpu mini.

Baju Pengantin

Untuk baju pengantin, aku meminjam punya kakak iparku. Untuk akad sudah ada kebaya warna putih, tapi ternyata ukurannya ketat, ngepress ke tubuhku. Jadi aku beli phashmina (semacam selendang panjang yang dipakai di luar jilbab, dari kepala sampai ke badan). Untuk jilbabnya, aku beli di Alisha. Kemudian untuk bawahan, sebenarnya di rumah ada banyak kain jarik punya ibuku, tapi aku ga suka pakai jarik, jadi aku beli rok motif batik di Pasar Baru.

Hehe… aku sampai menghabiskan waktu 3 hari untuk belajar pakai jilbab, karena aku sama sekali ga pernah pakai jilbab yang dimodif. Aku sampai mencoba beberapa macam gaya memakai jilbab, tapi hasilnya pada jelek, akhirnya aku pakai gaya yang sederhana aja. Jilbab putih ditumpuk dengan jilbab emas, kemudian taruh hiasan di atasnya. Luarnya dilapisi dengan phashmina lagi. Alhamdulillah, meski hasilnya jelek, tapi terlihat agak rapi, dan yang penting masih bisa menutup aurat dengan baik. Kebaya yang sebenarnya ketat jadi tidak terlihat karena terlapisi phashmina.

Untuk resepsi aku pakai baju pinjaman dari kakakku (lagi) setelan warna hijau, yang sebenarnya kebesaran, tapi bagiku ga masalah. Justru kalau kebesaran, aku jadi terlihat lebih gemuk, hehe… Aku tinggal beli jilbab dan phashminanya. Selain itu aku juga beli sepatu warna emas, harganya Rp 35.000 di Pasar Baru.


Artikel terkait:
Nov '07
16

Cerita Nikah: Pertemuan ke-4 (Khitbah)

Files under Pernikahan | Leave a Comment

18 Agustus 2007

Setelah melalui penantian yang lama, akhirnya hari ini Mas Yan mengkhitbahku. Setelah tertunda beberapa waktu, karena baru kali ini ada libur panjang (Jumat-Ahad). Mas Yan datang ke rumahku hari Sabtu bersama ayah, kakak, dan kakak iparnya.

Rencananya jam 9 pagi, tapi ternyata Mas Yan baru datang jam 10.30. Maklum dari Sukoharjo ke Yogya naik sepeda motor, dan baru pertama kali ke rumahku.

Acara khitbah pun dimulai. Dengan kakakku sebagai MC-nya, sementara aku cuma mengintip dari ruang sebelah. Diawali dengan tasmi oleh Mas Yan -yang aku kerjain- dengan membaca hafalan QS. Al Baqarah ayat 1-5, 255-257, dan 283-285. Setelah itu Mas Yan bercerita tentang perkenalannya denganku. Selanjutnya acara inti. Dan karena sudah masuk waktu Dhuhur, istirahat dulu untuk shalat Dhuhur.

Setelah shalat Dhuhur, dilanjutkan dengan makan siang. Kemudian mereka membahas rencana pernikahan kami. Acara berakhir sekitar jam 14.00. Mas Yan dan keluarganya kembali ke Sukoharjo.

Kesimpulan yang didapat dari acara ini:

  1. Aku menerima pinangan Mas Yan
  2. Tanggal pernikahan telah ditentukan yaitu 9 September 2007 (3 minggu setelah khitbah)

Artikel terkait:
Nov '07
15

Cerita Nikah: Pertemuan ke-3

Files under Pernikahan | Leave a Comment

21 Juli 2007

Hari ini aku wisuda. Dari keluargaku yang bisa datang cuma kakakku, sementara undangan ada 2 buah, jadi undangan yang satu lagi aku berikan pada Mas Yan untuk datang di wisudaku, sekalian ngenalin Mas Yan ke keluargaku.

Wisuda ini benar-benar istimewa bagiku, karena sehari sebelumnya aku masih terkapar terbaring di rumah sakit. Hari ini pun badanku masih lemas, semalam juga aku masih panas.

Mas Yan sudah tiba di Sabuga jam 6 pagi, sementara aku baru berangkat dari rumah Bulik jam 6.30. Aku berangkat diantar Paklik. Sebelumnya kami ke stasiun dulu untuk menjemput kakakku yang baru datang dari Yogya. Ternyata kereta yang membawa kakakku ke sini terlambat, dan baru datang pukul 7 lebih. Setelah ketemu kakakku, kami langsung berangkat ke Sabuga.

Di Sabuga sudah ramai, Mas Yan sudah lama menunggu, dan langsung berkenalan dengan kakakku begitu melihatku. Aku langsung mencari-cari meja kasus, karena aku belum tanda tangan ijazah. Tapi kata panitianya tanda tangannya nanti setelah wisuda saja.

Pukul 9 acara wisuda dimulai, dan berakhir sekitar pukul 12. Alhamdulillah, aku dapat mengikuti rangkaian acara wisuda meski badanku rasanya lemes banget. Habis acara wisuda aku foto-foto bersama kakakku. Sementara Mas Yan jadi tukang fotonya.

Sekitar jam 14 kami pulang, Mas Yan langsung ke Leuwi Panjang, sementara aku, kakakku, dan Paklik pulang ke rumah Paklik.


Artikel terkait:
Nov '07
14

Cerita Nikah: Pertemuan ke-2

Files under Pernikahan | 1 Comment

Alhamdulillah, mulai 4 Juni 2007 Mas Yan bekerja di PT Polychem Indonesia, di daerah Pulo Ampel, sebelah utara kota Merak. Jauh banget memang, ya … rezekinya masih di sini.

17 Juni 2007

Kami sengaja mengagendakan hari ini bertemu untuk nazhar dan tukaran biodata. Tak lupa aku meminjamkan beberapa buku (tentu saja buku tentang pernikahan) dan MP4 player yang sebelumnya sudah kuisi murratal dan ceramah-ceramah. Maklum di tempat kerja Mas Yan tak ada hiburan sama sekali.

Kami bertemu di Masjid Salman, aku ditemani Farah, sedang Mas Yan hanya sendiri. Pertemuan kami hanya berlangsung sekitar 5 menit, intinya tukaran biodata, langsung pergi. Mas Yan langsung balik ke Merak. Ga sempat nazhar, habis grogi sih.


Artikel terkait:
Nov '07
13

Cerita Nikah: Pertemuan ke-1

Files under Pernikahan | 1 Comment

24 April 2007

Mas Yan baru selesai tes seleksi kerja di Medion, Bandung. Kami janjian ketemu di Masjid Salman. Sebelumnya aku nyari temen-temen ikhwanku untuk menemaninya.

Sekitar pukul 11.30 Mas Yan sms bahwa ia sudah tiba di Salman, padahal waktu itu aku masih di rumah. Langsung aja aku berangkat ke Salman. Sesampainya di Salman ternyata sudah azan dhuhur. Aku sms Mas Yan supaya shalat Dhuhur dulu.

Setelah shalat Dhuhur aku mencari akhwat untuk menemaniku, akhirnya aku ketemu Shofi. Aku hubungi Nugroho yang katanya akan menemani Mas Yan, Nugroho pun datang tapi dia bilang bahwa dia akan segera pergi. Aku segera menghubungi Mas Yan, ternyata lama sekali ga ada respon, mungkin ia belum selesai shalat.

Akhirnya Mas Yan datang ketika Nugroho sudah pergi. Waktu itu Mas Yan hanya berkata “Hai Rit” kepadaku. Aku mengatakan bahwa teman ikhwan yang akan menemaninya sudah pergi, jadi aku akan mencari teman ikhwan yang lain. Aku pun lalu pergi meninggalkannya.

Aku cari-cari di seputaran Salman kok ga ada ya ikhwan yang aku kenal. Lalu aku ke Gedung Kayu. Akhirnya aku ketemu Kak Moko (PAS) di sekre Pustena. Langsung aja aku minta Kak Moko untuk menemani Mas Yan sampai pukul 13.00.

Pukul 13.00 adalah shift Kamil yang menemani Mas Yan. Menurut ceritanya, Mas Yan dan Kamil muter-muter ITB dari Sabuga, perpus pusat, sampai ke Prodi Biologi sambil Mas Yan bernoltalgia saat pembinaan IBO dulu.

Habis Asar adalah shift Rendy yang menemani Mas Yan. Kebetulan Rendy akan ada acara di dekat DT, jadi Rendy mengantarkan Mas Yan ke DT. Menjelang Maghrib barulah Mas Yan dijemput.

Setelah shalat Maghrib di Salman, adalah shift Iman yang menemani Mas Yan. Aku sendiri ga tau jalan ceritanya, yang jelas Iman mengantar Mas Yan ke rumahnya, setelah itu ia ada acara sampai tengah malam.

Pagi harinya Mas Yan akan ke rumah tetangganya di Babakan Irigasi untuk selanjutnya balik ke Surabaya. Kami janjian bertemu di Salman. Lagi-lagi aku yang telad. Akhirnya kami bertemu di depan BSM. Mas Yan diantar Rohmadi ke rumah tetangganya.

Usai sudah perjumpaanku dengan Mas Yan dua hari ini.


Artikel terkait: