Bagaimana rasanya kalau tiba-tiba ada orang yang su’uzhan (berprasangka buruk) kepada kita padahal kita tidak seperti apa disangkanya? Sebel dan pingin marah?
Taushiyah seorang ustadz telah mengingatkanku. Bisa jadi orang su’uzhan kepada kita karena kitalah yang membuka peluang su’uzhan.
Astaghfirullah…
Jadi ingat cerita berikut. Ada seorang perempuan berjalan, kemudian ada laki-laki menggodanya. Siapa yang salah? Pasti pada bilang laki-laki tersebut yang salah. Padahal bisa jadi yang salah adalah perempuan tersebut, karena telah membuka peluang laki-laki untuk menggodanya.
Artikel terkait:

#1 By Ooze
on 7 Mar 2008 | Reply
YOOOOOOOW….
emang goda menggoda itu termasuk suuzon ya?
Misalnya,
“waaah dikau cantik sekali hari ini” (itu kan tergolong menggoda tuh, suuzon ya?)
Ooze’s last blog post..Proposal Daisakusen
Maksud aku di sini yang sama adalah perumpamaannya.
“Bisa jadi orang su’uzhan kepada kita karena kitalah yang membuka peluang su’uzhan” seperti halnya bis jadi orang ‘menggoda’ kita karena kitalah yang ‘menggoda’nya.
#2 By Indri
on 7 Mar 2008 | Reply
Yoha, 22nya ga salah de kayaknya. Saya husnuzan kan mbak? huehehe..
Insya Allah, Indri…