Aku punya banyak teman cantik, tapi hanya beberapa yang aku anggap anggun. Bagiku anggun tidak sama dengan cantik. Wanita yang cantik pun belum tentu anggun.
Aku punya seorang teman akhwat. Seorang aktivis da’wah yang cantik. Aku merasa ada satu kesejukan jika melihatnya, ya… si Mbak ini anggun. Akhwati banget, dengan jilbab lebarnya, kadang si Mbak terlihat makin anggun dengan gamisnya.
Sekian lama aku tak bersua dan mengetahui kabarnya, sampai akhirnya suatu ketika aku browsing-browsing di Friendster, aku menemukan profilnya.
Ternyata si Mbak sekarang jauh berbeda dengan yang kukenal dulu. Si Mbak tetap cantik, hanya sayangnya kecantikan si Mbak harus ditambahi dengan polesan-polesan kosmetika yang menurutku ‘terlalu berlebihan’. Bukan hanya itu, dari pakaian-pakaian yang si Mbak kenakan, rasanya ada yang hilang. Jilbab lebar yang dulu selalu si Mbak kenakan, sekarang digantikan oleh jilbab yang ukurannya kecil. Bahkan, di acara santai si Mbak terlihat memakai baju yang (maaf) kekecilan, dengan aurat yang tidak tertutup sempurna.
Ya… si Mbak sudah tidak anggun lagi.
Usut punya usut, si Mbak ini sekarang sedang mengikuti training di sebuah bank ribawi konvensional ternama, dengan ratusan cabang di seluruh nusantara. Dan si Mbak ini diwajibkan berdandan berpenampilan menarik dalam aktivitas kesehariannya. Bahkan di blognya, si Mbak menuliskan setiap hari ia melakukan rutinitas berdandan yang memakan waktu sekitar 1/2 jam.
Memang, penampilan dan gaya hidup tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan keshalihan. Namun, sebaiknya kita mengingat tentang sabda Rasulullah, yang memerintahkan wanita untuk tidak bertabaruj atau berdandan berlebihan yang nantinya dilihat laki-laki yang bukan mahram.
Semoga si Mbak ini tetap istiqomah.
Artikel terkait:

#1 By kang_agah
on 7 Mar 2008 | Reply
kunjungan kesekian, tapi baru berani sekarang berkomentar
saya pribadi sebisa mungkin menerapkan 2 hal dalam kasus2 seperti ini
1. dakwah (dgn adab2 tentunya)
atau bila tidak memungkinkan
2. do’akan moga Allah menolongnya
terima kasih kang, atas sarannya…
#2 By meidiana
on 7 Mar 2008 | Reply
hati manusia Allah yang punya, semoga Allah selalu membimbingnya.
benar mbak, kita doakan aja semoga Allah selalu membimbing kita semua.