Apr '08
22

Sebuah Perjalanan (bagian 2)

Files under Perjalanan | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Aku dan suamiku tiba di Yogya jam setengah 4 pagi. Kami langsung naik becak menuju rumahku, tarifnya Rp 15 ribu. Sampai di rumah udah masuk waktu Subuh. Setelah shalat Subuh, kami langsung tidur (kan capek habis perjalanan jauh). Bangun jam 6 pagi, langsung mandi, dan bersiap-siap ke rumah mertua.

Biasanya aku ke rumah mertua naik kereta Prambanan Ekspress sampai di Solo, lalu naik kereta Bengawan sampai ke Sukoharjo.

Pukul 06.20 kami berangkat menuju stasiun. Kami menunggu taksi yang lewat dekat rumah, ternyata ga ada taksi yang lewat. Akhirnya naik becak ke stasiun Lempuyangan, kali ini cuma bayar Rp 12 ribu (soalnya nawar). Becaknya jalan lambat banget, sampai di stasiun jam 7 lebih dikit. Jadinya… kami ketinggalan kereta Prameks deh, dan juga ketinggalan kereta Bengawan. Kereta Bengawan jurusan Solo-Wonogiri ini cuma berangkat satu kali dalam sehari yaitu jam 9 pagi.

Nanya ke petugas di stasiun, dijawab bahwa kereta Prameks selanjutnya baru datang jam setengah 9. Langsung aja kami menuju ke stasiun Tugu, untuk mencari kereta lain tujuan Solo selain Prameks.

Kami tiba di stasiun tepat ketika kereta Sancaka (tujuan Surabaya lewat Solo) berangkat. Ya sudah, kayanya memang takdirnya kami harus naik kereta Prameks jam setengah 9.

Pukul setengah 9 keretanya datang, dan langsung berangkat ke Solo. Tiba di Solo sekitar jam 10. Kami lalu naik bus menuju Sukoharjo. Tiba di Sukoharjo sekitar jam 11, dan tiba di rumah mertua sekitar jam setengah 12.

Pukul 2 siang kami pulang menuju Yogya, berharap bisa naik kereta Prameks jam 3 sore. Akhirnya kami tidak ketinggalan kereta lagi, kami bisa naik kereta jam 3, tapi ternyata penuh sekali dan terpaksa berdiri.

Karena tidak kuat berdiri lama dan berdesak-desakan (padahal cuma 1 1/2 jam), ketika kereta berhenti di Klaten, kami pun turun. Kami melanjutkan naik bis menuju Yogya. Dan tiba di terminal Yogya jam 5 sore.

Dari terminal kami naik bis TransJogja menuju rumahku. Bis TransJogja ini mirip dengan bis TransJakarta, hanya ukurannya lebih kecil. Ruangan bis ber-AC dan untuk menaikinya harus membeli tiket seharga Rp 3000 dahulu. Alhamdulillah, halte bis ini dekat dengan rumahku, sehingga tidak perlu berjalan jauh sampai rumah.

Tiba di rumah, tak ada waktu istirahat buat kami. Setelah shalat Asar (yang mepet banget ke waktu Maghrib) dan shalat Maghrib, kami beserta keluargaku mengantar kakakku untuk mengikuti upacara ’serah terima’ pengantin wanita ke keluarga pengantin pria.

Oya, acara pernikahan kakakku ini diadakan di rumah mempelai lelaki. Jadi di rumahku sepi-sepi aja, tidak seramai waktu pernikahanku dulu.


Artikel terkait:

Post a Comment