Akhir minggu kemarin benar-benar perjalanan yang melelahkan (juga menyenangkan). Setelah 4 bulan tidak mudik, akhirnya aku berkesempatan untuk mudik ke rumah orang tua dan mertua.
Sebenarnya kami kemarin tidak berencana mudik, karena memang tidak ada libur panjang. Baru ketika hari Kamis kami dapat kabar bahwa kakak perempuanku akan menikah di hari Senin (ngasih taunya mendadak banget), kami memutuskan untuk mudik.
Suamiku sendiri memang sudah merencakanan hari Jumat akan cuti, karena akan mengantarkanku cek kesehatan. Dengan adanya berita ini, maka suamiku memperpanjang cutinya sampai hari Selasa. Sedangkan aku sendiri sudah 3 hari tidak masuk kerja karena sakit.
Seperti biasa, suamiku tiba di Bandung sekitar jam 1 dini hari. Paginya, setelah suamiku beristirahat, kami langsung menuju ke Prodia. Setelah selesai dicek, kami langsung menuju ke ITC Kebon Kalapa untuk mencari kado buat kakakku. Padahal waktu itu aku masih sedikit sakit, tapi sakitnya jadi tidak terasa karena aku pergi bersama suamiku ^_^
Siang harinya, ketika suamiku sedang shalat Jumat, aku mendapat telepon dari Rumah Zakat, bahwa besok Sabtu ada tes komputer dan wawancara. Aku memang sedang mendaftar untuk ikut Acceleration Program, yaitu training manajemen selama 3 bulan. Akhirnya, diputuskan bahwa kami akan mudik Sabtu malam.
Sabtu pagi, aku berangkat untuk mengikuti tes komputer dan wawancara. Peserta tes ini sebanyak 6 orang dari Bandung dan sekitar 15 orang dari Jakarta. Karena yang dari Bandung tesnya duluan, jadi hasilnya diumumkan saat itu juga.
Dan hasilnya…
Karena pas diwawancarai aku bilang begini:
“Sebenarnya cita-cita saya ingin jadi ibu rumah tangga,…”
Jadi, pas pengumuman hasil bapaknya bilang begini:
“Tadi anda bilang ingin jadi ibu rumah tangga kan? Jadi saya rasa program ini tidak cocok bagi anda…”
Alhamdulillah, aku tidak diterima. Mungkin kalau aku diterima aku bakal tambah pusing. Tiga bulan training di suatu tempat yang aku tak tahu di mana. Pasti banyak targetku yang tak terlaksana
Akhirnya aku pulang ke kos. Sampai di kos langsung kambuh penyakitku yang lain, pusing plus mual-mual. Sampai aku nangis menahan sakit sambil memelas ke suamiku kalau aku gak ikut mudik. Tapi suamiku cuma nyuruh aku istirahat. Akhirnya aku tidur setelah beroleskan minyak kapak.
Begitu bangun, siap-siap shalat Maghrib jamak Isya’. Soal sakit dipending dulu. Kami langsung naik angkot menuju ke stasiun, beli tiket (alhamdulillah masih dapat tempat) Lodaya, beli makan, dan langsung deh istirahat di kereta.
Artikel terkait:

#1 By Ooze
on 7 Jun 2008 | Reply
YOOOOOOOW….
semuanya pasti ada hikmahnya ya mba’ (^_^)
SEMANGAAAAAAT!!
Semoga lekas sembuh mba’ (^_^)
Ooze’s last blog post..Proposal Daisakusen
Amiin… terima kasih atas doanya