Ada sebuah diskusi di forum yang aku ikuti. Ketika seorang ikhwan menanyakan “Siapa akhwat di sini yang siap dipoligami?” Langsung saja banyak akhwat yang membalas postingan tersebut dengan jawaban siap. Subhanallah.
Kebetulan, ulama-ulama favoritku juga melakukan poligami. Siapa ulama favoritku? Aku tidak pernah menganggap aku penggemar dari seorang ulama. Ok, sebut saja ulama favorit di sini berarti ulama yang ceramah-ceramahnya paling aku sukai dan paling banyak memenuhi koleksi mp3 ku. Nah, kalau aku hitung koleksi ceramahku paling banyak adalah ceramahnya Aa Gym, Anis Matta, dan Aam Amirudin. Dan ketiga ustadz tersebut telah berpoligami. Subhanallah.
Yang terakhir berpoligami adalah Aa Gym, beritanya membuat gempar masyarakat, terutama penggemarnya. Bahkan ada seorang ibu yang berkata “Saya sering mendengar ceramah Aa tentang keluarga sakinah, tapi sekarang justru Aa berpoligami, saya kecewa pada Aa, saya tidak akan mendengarkan ceramah-ceramah Aa lagi”. Lho? apa hubungannya? apakah poligami itu salah?
Di sini aku tidak akan membahas tentang Aa Gym atau personal lainnya yang melakukan poligami, blogku ini kan bukan blogtainment. Aku ingin membahas segi poligami itu sendiri.
Pada masa Rasulullah, orang-orang Arab banyak yang melakukan poligami. Rasul pun memiliki istri 10 orang. Baru kemudian turun ayat Quran yang menegaskan bahwa poligami itu maksimal 4 orang. Mari kita lihat kehidupan Rasul, Rasul baru menikah yang kedua setelah Khadijah wafat. Dan semua istri Rasul kecuali Aisyah adalah janda, kebanyakan janda yang suaminya syahid di peperangan. Jadi di sini terlihat bahwa Rasul menikahi mereka adalah demi menyelamatkan agama mereka.
Abu Bakar Ash Shidiq, sahabat terdekat Rasul juga berpoligami. Dari istri pertama lahir Asma’, pejuang wanita tangguh yang terkenal dengan dua ikat pinggangnya, yang senantiasa membantu Rasul saat bersembunyi dari kejaran musuh. Kemudian dari istri kedua lahirlah Aisyah, istri kesayangan Rasul, ibu kaum muslimin, guru teladan sepeninggal Rasul. Apakah poligami itu salah, jika dengan poligami, Abu Bakar telah melahirkan dua wanita tangguh yang namanya akan tetap terukir sepanjang sejarah Islam?
Artikel terkait:

#1 By Anonim
on 7 Jun 2007 | Reply
Subhanallah? teh Rita bisa bilang gitu untuk orang-orang yang mempraktikkan poligami? Tapi kenapa ya banyak orang lebih ‘permisif’ untuk orang-orang yang hamil di luar nikah dan malah antipati (paling tidak, nggak simpati deh) pada orang-orang yang berpoligami? Aneh…
Ya itulah, kalau orang lebih mencintai dunia daripada akhirat. Yang haram dihalal-halalin, sementara yang halal diharam-haramin.
#2 By aditya
on 7 Jun 2007 | Reply
meski boleh, aku ngga tega aja menduakan isteri. Kubayangkan andai wanita yang menjadi isteriku mempunyai dua suami, aku pasti menolak keras. Lebih baik tidak punya isteri samasekali. Juga andai aku wanita, aku takkan bisa terima menjadi objek poligami.
hati-hati lho kalau udah mengatakan “Lebih baik tidak punya isteri samasekali daripada berpoligami”… sekedar mengingatkan saja…
#3 By Diah
on 25 Aug 2008 | Reply
Subhanallah… Bukankah nabi Ismail pun lahir dari pernikahan nabi Ibrahim dengan istri kedua? Saya suka aneh sendiri aja kalau orang-orang ribut menentang poligami, tapi lantas ‘memaklumi’ perzinahan. Dunia macam apa yang kita huni sekarang ini? btw, mbak Rita siap nggak mempraktikkan … ?
Diah’s last blog post..Quote of the Day
Mungkin mereka belum sadar aja Mbak, bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, sementara akhirat lah kehidupan yang kekal. Beberapa orang (bahkan para pejabat) masih banyak yang ‘menuhankan’ dunia. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian ya… Amiin..
Mempraktikkan poligami? Aku sih ga masalah suamiku mau berpoligami. Tapi suamiku kalau kutanya “Mau cari istri lagi ga?” Dia pasti jawab “Ngurus istri satu aja susah, apalagi nambah istri lagi”
#4 By rasix
on 14 Nov 2008 | Reply
masih overwhelmed dengan satu mbak
kalo dua? ga terbayang… bukan menafikkan kebutuhan itu.. tapi satu aja (blum juga itu dapat) ga tau gimana cara bersyukur..
kayak apa ya mbak? apa aku pantas…
kadang mikir gitu
rasix’s last blog post..Berlayar Berarus