Jun '08
8

Rihlah ke Dago Pakar dan Maribaya

Files under Perjalanan | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Ingin berwisata di kota Bandung? Tapi ingin yang dekat-dekat saja? Bisa dicoba ke Dago Pakar dan Maribaya. Dago Pakar terletak di sebelah utara kota Bandung. Cukup 20 menit dari kampus ITB. Selain itu, dari Dago Pakar kita bisa berjalan kaki menuju Maribaya, ga jauh kok, cuma sekita 6 km, bisa ditempuh dengan kurang lebih 1.5 jam jalan kaki.

Itulah yang membuat kami (aku bersama suamiku) memutuskan untuk pergi ke sana. Sebelumnya aku sudah tiga kali ke Dago Pakar (ga bosen-bosen juga ya? :) ). Pertama, waktu mengikuti outbond Gamais saat tingkat dua dulu. Kedua, waktu mengikuti rihlah peserta Tahsin-Tahfidz Salman ITB. Dan ketiga, waktu mengikuti acara Unit Pelatihan ComLabs ITB. Ketiga-tiganya gratis lho :) Kalau ke Maribaya aku baru satu kali, yaitu ketika berekreasi bersama ibuku dan Renni, temanku. Sedangkan suamiku belum pernah sama sekali ke Dago Pakar dan Maribaya.

Kami berangkat dari Simpang Dago naik angkot jurusan Ciroyom-Ciburial, dan turun di dekat objek wisata Dago Pakar (ada petunjuknya kok!). Kemudian dilanjutkan berjalan kaki menuju pintu gerbangnya. Dago Pakar ini memiliki nama resmi Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.

Di sini terdapat patung Ir. H. Juanda. Siapakah beliau? Tanya orang yang asli Bandung aja ya :)

Juga terdapat taman-taman yang sejuk dan beberapa burung yang dipelihara. Karena berupa hutan, kawasan ini juga dapat digunakan sebagai area outbond.

Jika kita melangkah lebih dalam, kita akan menemukan Goa Belanda dan Goa Jepang. Konon, kedua goa ini dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian ketika berperang. O ya, sebaiknya kalau mau masuk ke goa ini, bawa senter dari rumah. Karena di dalam goa gelap, dan banyak orang yang menyewakan senter dengan harga mahal.

Tak jauh dari kedua goa ini, kita akan menemukan jalan setapak menuju ke Maribaya. Medannya ringan kok, karena jalannya sendiri sudah diblok, cuma naik turunnya itu yang kadang bikin lelah. Tapi ga usah khawatir, di sepanjang jalan banyak tukang ojek menawarkan tumpangan. Lagi pula jalan kaki juga tidak terlalu lama, sekitar 1.5 jam saja, dan kita langsung tiba di Maribaya.

Di Maribaya, kita dapat menyaksikan beberapa air terjun, serta beristirahat sambil menikmati udara sejuk dan pemandangan yang indah. Tapi siap-siap aja ya, di sini banyak pengamen, dan mereka biasanya menyanyi berkelompok dan agak maksa gitu.

Dari Maribaya, kami pulang naik angkot jurusan Lembang, kemudian disambung angkot Ledeng-Cicaheum menuju ke kosan. Perjalanan pulang lebih jauh daripada perjalanan berangkat, karena jalannya agak muter.

# Di Maribaya ini aku terkenang, rekreasi terakhir dengan ibuku, tiga tahun silam.


Artikel terkait:

Post a Comment