Alhamdulillah, aku diberi kesempatan Allah untuk mengunjungi kota Surabaya. Sudah lama aku ingin mengunjungi kota pahlawan ini. Dulu aku bertekad ingin mengunjungi semua ibu kota propinsi di Pulau Jawa, dan aku sebelumnya sudah pernah ke Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang, dan Serang, tinggal Surabaya-lah yang belum pernah aku kunjungi.
Kami berangkat naik kereta api ekonomi Sri Tanjung dari Yogya tujuan Banyuwangi. Tiketnya cukup murah, untuk sampai Surabaya hanya Rp 21.000,- Sedangkan kalau naik kereta bisnis (Sancaka) bisa mencapai Rp 50.000,- Perjalanan memakan waktu cukup lama (maklum, kereta ekonomi sering banget berhenti di stasiun-stasiun), kami berangkat pukul 08.30 dan tiba di Surabaya sekitar pukul 15.00.
Surabaya sebuah kota besar, merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Surabaya lebih besar dari Bandung. Tapi meskipun kota besar aku tidak menemukan kemacetan di sana, berbeda dengan Bandung yang di mana-mana macet
Meski kata orang di Surabaya udaranya panas, waktu aku ke sana kok justru aku merasa dingin ya? Mungkin karena aku ke sana pas musim bedhidhing (pergantian musim hujan ke musim kemarau, biasanya udaranya dingin banget), aku ke Surabaya bulan Juni kemarin.
Yang unik dari kota Surabaya, hampir di setiap pinggir jalan ada aja orang berjualan es degan (kelapa muda). Mungkin karena Surabaya terletak dekat pantai, jadi banyak pohon kelapa.
Dan satu lagi, tarif warnet di Surabaya sangat murah. Meski aku tak mengunjungi satu warnet pun, tapi dengan melihat harga yang dipampang, tarif warnet di sini lebih murah daripada di Bandung, berkisar antara Rp 1.500 - Rp 3.000. Bahkan, aku belum pernah melihat warnet yang memasang tarif di atas Rp 3.000/jam.
Ke Surabaya tidak lengkap kalau tidak melihat Tugu Pahlawan Surabaya dan Jembatan Merah yang terkenal itu. Meski hanya sekedar lewat, hasilnya adalah jepretan di bawah ini.
Jembatan Merah, warnanya merah kan?
(bersambung)
Artikel terkait:












