Mar '09
20

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 4)

Files under Perjalanan | 1 Comment

Dari TMII, rencananya kami akan ke UI. Kami naik angkot ke terminal Kampung Rambutan (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian dilanjutkan naik angkot ke Depok (tarif Rp 5.000,- per orang). Di Depok kami mampir membeli Roti Unyil seharga Rp 600,- per buah.

Kami melanjutkan dengan naik angkot ke UI. Tiba-tiba hujan turun sangat deras, sedangkan kami tidak membawa payung. Karena tidak memperhatikan jalan, kami pun kebablasan sampai jauh. Kami turun dari angkot kemudian menyeberang untuk naik angkot yang berlawanan arah. Karena menurut kami cuaca kurang bersahabat, ditambah hari sudah mulai malam, kami memutuskan untuk menunda rencana kami ke UI. Akhirnya kami menuju ke rumah teman suami di Bogor. Kami naik angkot menuju ke Universitas Pancasila. Di stasiun UP kami membeli tiket KRL ke Bogor. Kami menarik nafas lega, setidaknya bisa beristirahat sejenak. Tapi sebenarnya ini baru awal dari pengalaman tak terlupakan itu.

KRL jurusan Bogor datang, tapi penuh sekali, jadi kami tidak naik. KRL kedua datang tak begitu lama, tak jauh berbeda juga, tetap penuh seperti sebelumnya. Akhirnya, harapan kami tinggal pada KRL terakhir. Yang ternyata sama penuhnya dengan dua sebelumnya, tapi kami memaksakan untuk naik.

Nah, di sinilah kami untuk pertama kalinya merasakan berada di tengah-tengah ratusan orang dalam KRL. Desak sana, desak sini, kaki terinjak-injak, badan susah bernafas. Tak jarang suara umpatan terdengar dari kanan-kiri kita. Makin lama, makin banyak penumpang yang naik, apalagi di UI banyak mahasiswa yang baru pulang kuliah. Suatu kesalahan besar kami berdiri dekat pintu, jadi lebih sering terdorong-dorong. Ah, aku jadi ingat, orang-orang yang mati karena berdesak-desakan, entah karena antri zakat atau nonton konser, mungkin keadaannya lebih parah dari yang kualami ini.

Akhirnya, aku berhasil menyelinap ke tengah gerbong, sedikit bisa bernafas lega karena lebih nyaman daripada di dekat pintu. Ketika hampir sampai Bogor, satu per satu penumpang turun, dan akhirnya aku dapat tempat duduk juga setelah satu jam-an berdiri. Dalam hati kami, kapok deh naik KRL ‘rasa sarden’ ini di jam pulang kantor.

Kami tiba di stasiun Bogor, dan langsung menuju rumah teman suamiku di daerah Dermaga, dekat kampus IPB. Rutenya adalah naik angkot 03 ke Bubulak (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian ganti angkot 05 ke Ciampea (tarif Rp 2.500,- per orang).

(bersambung)


Artikel terkait:
Mar '09
13

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 3)

Files under Perjalanan | 1 Comment

Perjalanan dari Ragunan ke TMII lumayan makan waktu juga. Waktu itu jalanan macet, sehingga angkotnya lewat jalan-jalan pintas yang medannya cukup berat (baca: buruk). Setelah naik angkot selama satu jam, kami tiba di Pintu 2 TMII. Syukurlah TMII belum tutup. Kami membeli tiket seharga Rp 9.000,- per orang.

Taman Mini Indonesia Indah

Suasana di TMII begitu sepi, beda dengan Ragunan. Kami berjalan kaki menyusuri anjungan-anjungan yang kami sendiri malas untuk mengunjungi karena sepinya. Akhirnya kami tiba di kolam di mana terdapat miniatur Indonesia. Kami beristirahat sambil makan sisa bekal kami. Karena capeknya, aku tertidur di sini.

Ya, sepertinya memang perjalanan ke TMII ini kurang menarik. Akhirnya, setelah sekitar jam kami muter-muter, kami memutuskan untuk pulang. Kami harus berjalan cukup jauh untuk menuju ke pintu gerbang. Kami pun tiba di pintu gerbang 3, tapi karena hari sudah sore pintu gerbang ini sudah ditutup dan kami harus berjalan jauh lagi menuju pintu gerbang utama untuk keluar.

(bersambung)


Artikel terkait:
Mar '09
7

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 2)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Dari Monas, kami menuju halte busway yang terletak di dekat gerbang tenggara. Untuk menuju Ragunan, kami harus naik busway sebanyak 4 kali, dengan tarif Rp 3.500 per orang. Pertama, kami naik busway koridor II (jurusan Harmoni-Pulo Gadung), yang merupakan satu-satunya busway yang lewat gerbang tenggara Monas, sampai Central Senen. Di Central Senen, kami naik busway koridor V (jurusan Kampung Melayu-Ancol), dan turun di Matraman. Dari Matraman, kami naik busway koridor IV (jurusan Dukuhatas-Pulogadung) dan turun di Halimun. Selanjutnya dari Halimun kami naik busway koridor VI (jurusan Halimun-Ragunan) dan tiba di depan kebun binatang Ragunan.

Yang kami catat dari perjalanan dengan busway ini adalah menunggu busway itu lebih lama daripada perjalanannya sendiri. Seperti saat kami menunggu busway di Matraman, kami harus menunggu lebih dari 45 menit, dikarenakan setiap busway yang datang pasti penuh dan antriannya panjang sekali sampai harus berdesak-desakan. Sedangkan perjalanan yang kami tempuh bisa dibilang cukup singkat, paling lama ya perjalanan Halimun-Ragunan, itu pun hanya makan waktu sekitar setengah jam.

Kebun Binatang Ragunan

Sekitar jam 11.30 kami tiba di Ragunan. Kami membeli tiket seharga Rp 4.500,- per orang. Karena hari sudah siang, kami pun makan siang dan shalat Dhuhur. Kebetulan di sini ada penyewaan sepeda tandem (sepeda yang bisa dinaiki berdua, dikayuh dua orang), dengan harga Rp 15.000,- per jam. Kami memutuskan untuk menyewa sepeda tandem, mengingat kebun binatang ini sangat luas dan waktu yang kami miliki hanya sebentar.

Peta Ragunan

Ternyata kami harus mengantri untuk mendapatkan sepeda tandem. Setelah dapat sepedanya, kami mencoba dulu bisa ga menaikinya. Ternyata mudah ya, asal kompak aja antara pembonceng dan yang membonceng harus mengayuh bersamaan. Berdua kami bersepeda melihat-lihat aneka satwa di sini. Tapi ternyata medannya tidak seenak yang dibayangkan. Jalanan di Ragunan ini kadang naik, kadang turun. Tak jarang kami harus menuntun dan mendorong sepeda kami.

Setelah puas berkeliling Ragunan (cuma 1 jam sih, apa udah puas ya? tapi namanya kebun binatang di mana-mana sama) kami melanjutkan perjalanan. Rencana semula mau ke Kebun Raya Bogor, tapi mengingat waktu hampir sore dan perjalanan ke Kebun Raya sangat jauh (jangan-jangan sampai Kebun Raya udah hampir tutup), kami mengubah rencana menjadi ke TMII. Kebetulan dari sini ada angkot jurusan Ragunan-Taman Mini, jadi kami hanya naik angkot satu kali.

(bersambung)


Artikel terkait:
Mar '09
5

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 1)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Sebenarnya ini cerita lama, tapi baru sempat posting sekarang.

Tanggal 8-9 Januari 2009 kemarin kami jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas. Rencana awal sih cuma mau ke Ragunan dan Kebun Raya Bogor, eh… ternyata malah jadi ke enam tempat tersebut. Yah, mumpung masih liburan sekolah dan belum banyak kegiatan. Lagi pula sayang kalau ke jauh-jauh liburan cuma dapat dua tempat, mending ke banyak tempat sekalian :)

Kami memilih berangkat dengan kereta api. Alasannya karena murah dan cepat sampai. Tiket kereta api Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta di hari biasa hanya Rp 25.000. Perjalanannya pun hanya sekitar 3 jam. Sedangkan untuk perjalanan pulang, kami sengaja tidak memesan tiket. Karena kami belum yakin jam berapa kami akan pulang dan kami belum tahu apakah lebih mudah pulang naik kereta atau bis nanti.

Perjalanan dimulai dari tanggal 8 Januari 2009. Sebelum tidur kami sudah menanak nasi dan menggoreng telur buat bekal. Pukul 03.00 kami bangun, langsung nyiapin bekal berupa enam bungkus nasi dan beberapa roti bakar. Setelah mandi, tadinya kami mau sarapan dulu, tapi sepertinya waktunya sudah mepet jadi ga sempat sarapan.

Pukul 04.15 kami berangkat menuju Stasiun Bandung naik sepeda motor. Subuh-subuh gini, jalanan sangat sepi dan angkot masih jarang. Setiba di stasiun, kami menitipkan motor dan segera menunaikan shalat Subuh. Setelah shalat, kami segera naik ke kereta.

Kereta berangkat pukul 05.00. Aku sempat tertidur di kereta karena masih ngantuk (semalam cuma tidur 3 jam). Tak lupa kami sarapan bekal kami di kereta. Sekitar pukul 8 lebih, kereta tiba di Stasiun Gambir Jakarta.

Monumen Nasional

Tujuan pertama kami adalah Monas. Aku pernah ke Monas waktu SMA, tapi suamiku belum pernah. Dari Stasiun Gambir kami jalan kaki menuju Monas. Wah, ternyata harus memutar untuk sampai ke gerbang depan. Sempat sih sama tukang parkir disuruh lewat lubang di pagar biar ga usah memutar, tapi males ah harus menerobos pagar. Akhirnya kami memilih jalan sampai ke gerbang depan.

Kami pun tiba di pintu gerbang tenggara Monas. Kami berjalan menyusuri silang Monas menuju ke tengah, cukup jauh juga ya. Setiba di tengah kami bingung, ini pintu masuknya lewat mana, kok semuanya dikunci. Akhirnya kami diberi tahu supaya lewat utara. Ternyata untuk masuk ke Monas harus lewat terowongan bawah tanah dulu, masuknya lewat sebelah utara.

Kami membeli tiket terusan sampai puncak seharga Rp 8.500 per orang. Kalau pelajar sih ada diskonnya. Setelah itu kami pun mulai menjelajahi Monas.

Monas ini memiliki empat ruangan yang bisa kita kunjungi, yaitu:

  • Museum Sejarah Nasional, terletak di lantai dasar Monas. Terdapat beberapa Diorama, seperti di Monumen Yogya Kembali.
  • Pelataran Cawan, bagian Monas yang berbentuk seperti cawan, ga ada apa-apa di sini.
  • Puncak, harus naik lift untuk sampai ke atas, kita dapat melihat pemandangan kota Jakarta dari sini.
  • Ruang Kemerdekaan, ruang untuk pertunjukan.

Dan ini foto sebagian kota Jakarta dilihat dari puncak Monas.

Setelah puas jalan-jalan di Monas, kami pun melanjutkan perjalanan.

(bersambung)


Artikel terkait:
Feb '09
28

Jarang Online

Files under Blog | 2 Comments

Akhir-akhir ini aku jarang online, termasuk jarang nge-blog. Bukan karena malas, tapi karena koneksi internet yang makin lama makin tidak mengenakkan aja. Kalau dulu bisa berjam-jam di depan internet, chatting, posting blog, facebook-an, dll. Sekarang ga bisa lagi. Baru juga konek internet udah bete, koneksinya mati-mati mulu, masak satu jam cuman bisa ngecek email doang :(

Jadinya sekarang jadi sering ke warnet lagi, padahal dulu udah setahun ninggalin warnet karena bisa koneksi internet dari rumah. Memang sih, kata temanku, sekarang ini saat-saat koneksi internet pada melemah. Aku jadi bingung musti pake apa lagi, soalnya kalau harus beli modem yang jutaan belum ada budget, masih fokus buat nglunasin motor dulu.

Jadi untuk ke depan nanti (sampai koneksi internet lancar kembali) aku akan jarang online. Maaf, kalau ada email atau pesan-pesan di blog atau facebook yang lama tak ditanggapi. Hehe… kembali ke dunia nyata, bukan dunia maya :)


Artikel terkait: