Ramadhan dua tahun lalu…
Alhamdulillah, aku diberi karunia Allah untuk merasakan nikmatnya beri’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Di sana ku berdoa, “Ya Allah, jadikanlah ini Ramadhan terakhirku dalam keadaan ’single’ (maksudnya belum bersuami
). Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku. Ramadhan itu benar-benar Ramadhan terakhirku dalam keadaan ’single’. Tiga hari sebelum Ramadhan tahun berikutnya, Allah memberikan jodoh padaku. Percaya kan, doa waktu i’tikaf itu memang makbul.
Ramadhan satu tahun lalu…
Adalah Ramadhan pertamaku bersama suami. Meski hanya bisa menemani suamiku buka dan sahur seminggu sekali, aku bersyukur.. Allah telah mengabulkan doaku satu tahun lalu. Meski aku tak mampu (sebenarnya sih ga boleh) berpuasa, aku bersyukur.. Semoga dengan keadaan ini aku memperoleh maghfirah-Nya.
Ramadhan tahun ini…
Ramadhan pertama yang kumasuki dengan menyisakan hutang puasaku. Aku baru dinyatakan boleh berpuasa pada bulan Mei kemarin. Dan sungguh, tenggang waktu 4 bulan tidak cukup bagiku untuk menuntaskan meng-qadha’ 29 hari hutang puasaku. Aku masih punya hutang 2 hari. Astaghfirullah, semoga Allah memanjangkan usiaku dan memberiku kesehatan sehingga aku mampu membayarnya.
Ramadhan tahun ini…
Ramadhan pertama kami bisa menikmati sahur dan buka bersama sebulan penuh. Terima kasih Allah… Kau berikan kami kemudahan, kelapangan, dan kebahagiaan untuk menikmati jamuan Ramadhan-Mu bersama, setelah Kau tempa kami dengan ujianmu. Ampunilah aku jika pernah merasa pesimis atas kemurahanmu.
Artikel terkait:

#1 By faisol
on 12 Sep 2008 | Reply
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)
Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
faisol’s last blog post..Mengingat Mati, Perlukah? (1 of 2)
Terima kasih juga atas ilmunya ya…