Jam 5 sore, menjelang waktu berbuka puasa. Lapar tentu saja, aku kan kalau puasa males makan sahur. Minum air beberapa teguk itu sudah cukup.
Hari ini mau beli lauk aja deh, nasinya masak sendiri. Aku cuci beras, trus aku masak di rice cooker ku. Kemudian aku cari lauk di luar. Tentang lauk, aku suka ikan, jadi aku pesan ikan bakar sambil bilang ke mas nya, aku tinggal dulu.
Trus aku ke warnet untuk cek imel sekaligus posting tulisan di blog jelek ini. Kira-kira mendekati waktu maghrib aku kembali menuju ikan bakarku.
Ternyata mas nya bilang, “tadi ga ada yang ngaku ini punya siapa, jadi belum dibakar” Duh, makin kelaperan aku, harus menunggu ikannya dibakar lagi. “tadi kan saya dah bilang saya tinggal dulu”, kataku. “iya, lupa”, jawabnya. Aku sih senyum-senyum aja, gimana mau marah orang lagi puasa gini.
Akhirnya ikanku selesai dibakar juga. “maaf ya”, kata mas nya. Setelah membayar, aku langsung berlari pulang dengan perut yang mulai bernyanyi.
Sampai rumah, kuambil piring, siap-siap kuambil nasi. Lho, kok ga jadi nasi, masih berupa beras gini. Duh, ternyata aku nancepin kabelnya kurang mantap. Jadi selama aku tinggal pergi aku bukannya menanak nasi, tapi hanya merendam beras. Yah, akhirnya perut ini harus menunggu setengah jam lagi untuk disuplay makanan.
Memang benar, puasa itu melatih kesabaran ![]()
Artikel terkait:
