Jul '08
16

Kuliner di Rumah dan Alergi Bawang Putih

Files under Diary | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Aku termasuk orang yang awam dalam hal memasak. Sebelum nikah, aku jarang masak. Kalau pun masak, cuma masakan-masakan sederhana seperti nasi goreng, sayur bening, sayur asem, sayur lodeh, sayur bobor, capcay, soto, gulai, rendang. Atau bikin puding, bubur sumsum, bubur candil, pokoknya aneka bubur-buburan lah. Paling banter masak spageti yang hasilnya hancur-hancuran (tapi tetep ku makan).

Karena aku ingin jadi ibu rumah tangga yang baik, aku bertekad harus bisa masak. Sempet nyesel juga, kenapa dulu ga belajar masak dari ibuku, padahal ibuku jago masak. Syukurlah aku sudah punya ratusan resep masakan dari majalah-majalah koleksiku, jadi ga perlu bingung kalau cari resep masakan.

Alhamdulillah, impian kami untuk punya kompor terkabul juga. Minggu lalu, kami membeli sebuah kompor gas portable seharga Rp 143.000,- Sengaja kami memilih yang portable supaya mudah dibawa, maklum namanya juga anak kos. Sedangkan tabung gasnya cukup murah, seharga Rp 4.000,- biasanya habis dalam waktu 1 minggu. Dengan memasak sendiri kami bisa menghemat uang makan kami. Dan tentu saja makanan yang kami makan lebih sehat karena bebas vetsin.

Tapi ada satu hambatan, aku ini alergi terhadap bawang putih. Bukan alergi akibat makan bawang putih, tapi alergi menyentuh bawang putih. Tiap aku menyentuh bawang putih, esoknya jariku jadi berbintik-bintik berisi air dan gatal. Biasanya sembuh dengan sendirinya setelah 1 minggu tidak menyentuh bawang putih.

Ada yang punya solusi bagaimana menghilangkan alergi ini?


Artikel terkait:


5 Responses to “Kuliner di Rumah dan Alergi Bawang Putih”

  1. #1 By qonitaNo Gravatar on 16 Jul 2008 | Reply

    pake sarung tangan mbak klo mu repot dikit..
    yg plastik kali ya..biar g kesentuh ama bawang..:P
    klo bawangnya dmakan gpp?

    bisa juga sih..
    tapi aku ingin terlepas dari ‘alergi’ ini (bukan menghindari)
    kalau makan bawang sih gpp.

  2. #2 By YoHangNo Gravatar on 16 Jul 2008 | Reply

    Mungkin bukan muhrimnya mbak :D
    Hihihihi. Afwan.
    Pakai kaos tangan mbak.

    Btw cari yang pintar masak aaahhh… (jadi nilai plus) :P

    Iya kali, bukan muhrim :D
    Cari istri memang bagusnya yang pintar masak :p

  3. #3 By Rachmad VidyaNo Gravatar on 17 Jul 2008 | Reply

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Awalnya,aku ingin jadi yg no.1 kasih komen di sini…
    eh, nge-net lwt HP, gagal pas isi komen… jadinya no.2 deh :(

    Nulis nih topik setelah liat blogq ta mbak :)(ke-PD-an ceritanya)

    Yah,kapan2 perlu t’coba nih kualitas masakannya.
    Ntar t’ajak pula istriku tuk mencobanya.. Biar tambah ahli masaknya :)

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Rachmad Vidya’s last blog post..Finally, Anggota Tim Palapa Wakil Angkatan 2007

    Wa’alaikumussalam
    Bukan no.2 tapi no. 3 :D
    Iya, terinspirasi nulis ini dari blogmu :)
    Jadi udah mulai cari istri nih? :)

  4. #4 By niaNo Gravatar on 17 Jul 2008 | Reply

    assalamualaikum,
    duh, si ibu pinter masak nih
    boleh juga bikin 1 kategori lagi: Resep
    :D
    numpang nge-link ke sini ya, rita sayang..

    wa’alaikumussalam
    belum ibu nia, baru juga belajar masak :)
    boleh deh ntar bikin kategori Resep :D

  5. #5 By DiahNo Gravatar on 18 Sep 2008 | Reply

    coba deh lumuri tangannya dengan minyak goreng sebelum bersentuhan dengan si bawang putih. siapa tahu…

    Diah’s last blog post..Denias, Senandung di Atas Awan

    Trima kasih atas sarannya Mbak Diah, ntar dicoba deh.

Post a Comment