Baru kali ini aku merasa menjadi seorang yang “berani”. Biasanya kalau di acara-acara formal aku lebih suka menjadi pendengar setia, baru kali ini aku berani bertanya.
“Mengapa Ali bin Abi Thalib bergelar ‘alaihis salam, kok bukan radhiyallahu anhu? Bukankah ‘alaihis salam itu untuk para nabi, sedangkan Ali adalah shahabat”
Jawab:
Itu karena Ali sangat mulia. Dia sangat menjaga aurat, bahkan ia tak pernah melihat auratnya sendiri.
Sebenarnya gelar bukan masalah. Kita boleh saja menyebut Ali ‘alaihis salam, dengan catatan kita tidak mengimani Ali sebagai nabi.
Boleh saja, misalnya kita punya teman bernama Siti, trus kita menyebutnya Siti radhiyallahu anha atau Siti ‘alahis salam, itu sah-sah aja, tak ada yang melarang. Bukankah gelar tersebut adalah doa. Asalkan kita tidak mengimaninya sebagai nabi, itu saja.
Nah, kalau Rita mau dikasih gelar apa? as, ra, atau apa? Ah, aku sih mau ST aja, tapi bukan Sok Tau lho ![]()
Artikel terkait:
