Akhir-akhir ini dunia Islam lagi panas-panasnya tentang sebuah film yang rencananya akan diproduksi pemerintah Belanda. Film apa lagi kalau bukan film Fitna. Setelah trailernya beredar di internet, film ini menimbulkan amarah dari berbagai pihak (terutama umat Islam) di seluruh dunia.
Aku sendiri telah menonton trailer film ini, setelah (lagi-lagi) tak sengaja menemukannya di salah satu FTP di kampusku. Aku rasa aku perlu menontonnya, agar aku bisa memberikan analisis di blogku ini.
Setelah menonton trailer film ini, aku dapat menyimpulkan bahwa film ini dibuat oleh pihak-pihak islamphobia, orang-orang yang takut pada Islam.
Film ini mengambil beberapa ayat Qur’an sebagai senjata mereka memojokkan Islam. Berikut ayat-ayat yang mereka kutip:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. 8: 60)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4: 56)
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (QS. 47: 4)
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong. (QS. 4: 89)
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. 8: 39)
Film ini menghubung-hubungkan ayat-ayat tersebut dengan ‘kekejamam’ yang dilakukan umat Islam, seperti tragedi WTC, demo-demo tentang jihad, serta tindakan-tindakan penyiksaan yang dilakukan umat Islam. Intinya, film ini menegaskan bahwa Islam itu teroris, hobi berperang, dan menumpahkan darah.
Pembuat film memang seorang yang ‘pandai’ karena mengambil potongan ayat-ayat Qur’an yang diturunkan ketika Rasulullah dalam keadaan berperang, selanjutnya menafsirkan seenaknya sendiri.
Film ini juga menampilkan wawancara dengan seorang gadis muslim cilik,
Pewawancara [P] : Apa yang kau ketahui tentang Yahudi?
Gadis cilik [G] : Mereka kera dan babi
P : Siapa yang mengatakan begitu?
G : Allah
P : Di mana engkau mengetahuinya?
G : Di dalam Al Qur’an
Setelah aku searching di Qur’an, mungkin yang dijadikan senjata pembuat film ini adalah ayat ini:
Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. 5: 60)
Sayangnya, aku tidak punya tafsir ayat ini. Yang aku tau ayat ini bercerita tentang kaum Yahudi yang dikutuk Allah menjadi kera dan babi karena melanggar perjanjian hari Sabtu. Jelas lah, tafsir dalam film Fitna ini mengada-ada.
Dan masih banyak fitnah-fitnah yang disebarkan dalam film ini.
Di akhir bagian, film ini menunjukkan grafik pertumbuhan Islam di Belanda dan Eropa yang berkembang pesat. Dan berakhir dengan tulisan “Stop Islamisasi”. Jadi sudah jelas kan, mereka takut kalau Islam berkembang di negaranya.
Artikel terkait:
