Hari Ketiga di RSHS [2]
Sekitar jam 2 siang, dokter Prayudi datang beserta seorang perawat untuk menyedot cairanku. Aku sempat bertanya dibius atau tidak, ternyata memang dibius lokal. Aku juga bertanya jarumnya masuk ke dalam tubuhku sepanjang berapa centimeter, kata dokter Prayudi sekitar 3 cm.
Dokter Prayudi mengatakan bahwa jika cairanku sulit disedot, maka tidak akan dipaksakan. Cairan ini juga bisa dihilangkan dengan menggunakan obat. Tentu saja dengan menggunakan obat membutuhkan waktu lebih lama daripada disedot langsung.
Aku duduk tegak sambil memeluk bantal seperti yang diinstruksikan waktu tes USG tadi pagi. Lokasi penyedotan adalah bagian samping tubuhku, sekitar 10 cm di bawah ketiakku. Pertama-tama bagian tersebut diolesi Betadine banyak sekali, kemudian aku disuntik bius lokal, setelah itu aku tidak merasakan apa-apa lagi. Aku bertanya apakah sudah mulai disedot, dijawab sudah. Wah, padahal sebelumnya aku sempat takut sakit, ternyata malah tidak terasa apa-apa.
Waktu disedot aku tidak merasakan apa-apa, tapi setelah beberapa menit tiba-tiba aku merasa seperti agak pegel disusul rasa sakit di dalam dadaku. Penyedotan pun dihentikan. Kata dokter Prayudi, masih ada cairan di paru-paruku, tapi karena aku sudah merasa kesakitan jadi penyedotan dihentikan. Sisa cairan di paru-paruku bisa dihilangkan dengan menggunakan obat.
Aku melihat cairan hasil penyedotanku, warnanya hijau keruh, sekitar 600 mL, banyak juga ya. Cairan ini akan dites di lab untuk mengetahui penyakitku.
Setelah disedot, aku masih merasakan sakit di dalam dadaku akibat penyedotan tadi. Tapi rasa sakit ini lama kelamaan berkurang. Alhamdulillah, aku merasa lega cairan di paru-paruku telah diambil.
