Hari Ketiga di RSHS [1]
Pagi-pagi aku dites darah, setelah itu baru aku boleh makan dan minum. Helmy pulang duluan karena harus kerja. Setelah Bulik dan Paklik datang, Farah pun pulang.
Sekitar jam 9 aku di-rontgen, kemudian dites USG, seperti orang hamil aja ya. Aku disuruh duduk tegak sambil memeluk bantal. Dokternya perempuan dan galak. Aku mirip orang hamil, bedanya kalau orang hamil yang di USG perutnya, kalau aku bagian samping tubuhku. Dokternya memeriksa di daerah mana terdapat cairan di selaput paru-paruku, dengan menggunan alat sensor dan hasilnya muncul di layar monitor. Aku sempat dimarahi karena waktu itu aku gerak-gerak terus. Akhirnya lokasi cairan ditemukan, dan kulitku ditandai. Di daerah itulah nanti aku akan disedot.
Sekitar jam 10-an datang Debby[48] bersama mamanya[49]. Mereka banyak bercerita, apalagi Debby juga sering menderita penyakit. Aku sih hanya diam aja, karena yang kurasakan saat itu adalah aku susah berbicara karena batuk dan aku masih sedikit takut disedot nanti siang. Kemudian datang Devina yang selama ini mengurusi masalah wisudaku. Aku jadi ingat lusa aku wisuda, bisa ga ya aku ikut wisuda?
Pagi ini aku minta Diapersku dilepas, aku ga mau lagi pakai Diapers, karena aku merasa tubuhku sudah tidak demam tinggi lagi, sehingga aku ga perlu menghabiskan air berliter-liter dalam beberapa jam. Aku memilih jalan ke kamar mandi, meski masih harus dibantu untuk memegangi infus.
Menjelang jam-jam penyedotan, aku minta Denday untuk datang lagi ke sini. Aku bilang aku udah tidak sesak nafas lagi, jadi gpp kalau mau tertawa sepuasnya. Tapi Denday bilang ga bisa datang, karena jadi asisten Office.
