Sudah 3 kali aku membaca novel Diorama Sepasang AlBanna, dan rasanya aku tak pernah bosan untuk membacanya lagi. Waktu aku merekomendasikan ke seorang sahabatku, dia juga mengatakan demikian, sangat mengharukan dan ingin membacanya ulang.
Hmm, aku berpikir betapa hebatnya Ari -penulis DSA- menuangkan gagasannya dalam novel tersebut. Tidak hanya alur ceritanya, tapi nuansa da’wahnya juga sangat kental. Pingin deh jadi penulis kaya dia
DSA ini berkisah tentang sepasang anak manusia yang berbeda cara pandangnya menapaki hidup ini, sampai menuju ke gerbang pernikahan. Dilanjutkan dengan kehidupan mereka setelah menikah, tetap dengan perbedaan sudut pandang mereka.
Novel DSA ini ada lanjutannya, yaitu Dilatasi Memori. Tapi aku agak kecewa karena ternyata isinya tak sebagus DSA. Ceritanya sudah tentang perselingkuhan dan sebagainya, jadi mirip sinetron lah.
Artikel terkait:
