Dec '09
14

Sakinah

Files under Artikel, Pernikahan | 1 Comment

Berbagi dari Ustadz Satria Hadi Lubis tentang keluarga Sakinah

S……..
Sibuknya adalah memecahkan masalah besar bukan sebaliknya
Dan ternyata masalah besar yang dihadapi keluarga muslim adalah tauhid dan menegakkan tauhid dengan da’wah

A…….
Awalnya adalah sangka baik dan kepercayaan
Berupaya untuk senantiasa berbaik sangka pada pasangan. Menyerahkan pengawasan pada Alloh saat pasangan tidak bersama

K……..
Keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh
Sensitif terhadap kebutuhan pasangan, tahu hak dan kewajiban masing-masing

I……..
Interaksinya adlaah kelembutan yang menyenangkan
Menggunakan “magic words” seperti: maaf, terimakasih, silakan, permisi
terutama ketika marah

N……..
Nilai-nilainya adalah memberdayakan bukannya menjatuhkan
Suami dan istri saling memberdayakan, saling mengembangkan potensi

A……..
Ambisinya adalah masuk surga bersama-sama
Saling mengontrol amalan harian

H……..
Hatinya adalah cinta walau ada kekurangan
Berani mengatakan : “Aku cinta engkau, walaupun…..” bukan “Aku cinta engkau, karena ….”


Artikel terkait:
Sep '08
9

Satu Tahun


Artikel terkait:
Apr '08
11

Pre Marital Check Up

Dulu sebelum menikah, aku bertanya pada teman-temanku yang telah menikah, apakah mereka melakukan tes kesehatan sebelum menikah? Hampir semua menjawab tidak.

Pre Marital Check Up atau cek kesehatan sebelum menikah, sepertinya masih kurang familiar dilakukan masyarakat di Indonesia. Padahal katanya di negara-negara barat sana, jangankan Pre Marital Check Up, General Check Up (cek kesehatan umum) wajib dilakukan setiap tahun untuk warga negaranya.

Dulu aku memang termasuk orang yang tak begitu peduli akan kesehatan. Tapi setelah aku jatuh sakit tahun lalu, aku jadi sangat peduli akan kesehatan. Itulah yang menyebabkanku harus mengikuti Pre Marital Check Up sebelum menikah.

Biaya Pre Marital Check Up ini bermacam-macam, kalau ingin yang murah bisa coba ke Rumah Sakit, di sana biaya berkisar mulai Rp 200 ribu. Kalau aku mengambil tes ini di Prodia, selain karena sudah langganan, aku suka dengan pelayanan dan suasana di Prodia yang kondusif.

Di Prodia, aku mengambil paket standard seharga Rp 875 ribu untuk wanita. Ada lagi paket plus yang biayanya mencapai di atas Rp 1.5 juta. Untuk wanita memang biayanya lebih mahal dua kali lipat daripada pria, karena bagian yang diperiksa lebih banyak daripada pria.

Dengan biaya Rp 875 ribu ini aku mendapat pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan dokter
  • Hematologi rutin
  • Golongan darah
  • Rhesus faktor
  • Gambaran darah tepi
  • Hb Elektroforesis
  • Glukosa Puasa
  • Glukosa puasa (urine)
  • Glukosa 2 jam PP
  • Glukosa 2 jam PP (urine)
  • Anti-HBs
  • Anti-Toxoplasma IgG
  • Anti-Rubella IgG
  • Anti-CMV IgG
  • VDRL
  • Urine rutin

Aku datang ke Prodia dalam keadaan berpuasa 10 jam sebelumnya (minum air putih masih diperbolehkan). Selanjutnya darahku diambil sebanyak 4 tabung dan aku diminta memberikan sampel urin. Setelah itu aku disuruh makan pagi. Kemudian 2 jam setelah makan, darahku kembali diambil 1 tabung dan aku memberikan sampel urin lagi.

Sore harinya hasil pemeriksaanku sudah bisa diambil, dan aku mendapat fasilitas untuk berkonsultasi dengan dokter di Prodia ini. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Tidak ada penyakit berbahaya yang berhubungan dengan gen dan keturunan yang aku idap.

Seyogyanya Pre Marital Check Up ini dilakukan 6 bulan sebelum menikah, tapi aku baru melakukannya 3 minggu sebelum menikah, ya… masih baik daripada aku tidak melakukannya sama sekali. Enam bulan sebelum nikah mah aku belum ketemu jodoh dan belum berpikiran akan menikah :)

Kenapa sih aku harus bayar mahal untuk mengikuti Pre Marital Check Up ini? Ya… karena kesehatan itu memang mahal harganya. Lebih baik kita mengetahui penyakit kita dari awal, daripada tahu belakangan ketika sudah parah bukan? Kalau hasil tes ini baik, alhamdulillah. Kalau hasilnya kurang baik, bisa segera diobati sejak dini.


Artikel terkait:
Feb '08
19

Suka Duka Menikah

Sukanya:

  1. Alhamdulillah, telah sempurna 1/2 din.
  2. Alhamdulillah, lebih menjaga pandangan dan hati.
  3. Alhamdulillah, ada tempat tuk melabuhkan cinta.
  4. Alhamdulillah, ada yang mencintaiku.
  5. Alhamdulillah, ada yang menafkahiku (terutama nafkah batin).
  6. Alhamdulillah, ada tempat berbagi kebahagiaan.
  7. Alhamdulillah, ada tempat curhat.
  8. Alhamdulillah, ada tempat tuk menangis menumpahkan kesedihan.
  9. Alhamdulillah, ada yang selalu menghiburku ketika sedih.
  10. Alhamdulillah, ada yang membantuku mengerjakan tugas-tugas.
  11. Alhamdulillah, ada yang memijitku kalau badan pegal-pegal.
  12. Alhamdulillah, ada yang merawatku ketika sakit.
  13. Alhamdulillah, ada yang menemaniku makan sepiring berdua.
  14. Alhamdulillah, ada yang menemaniku pergi jalan-jalan.
  15. Alhamdulillah, ada teman belajar bersama.
  16. Alhamdulillah, ada teman bermain bersama (aku masih kekanak-kanakan lho).
  17. Alhamdulillah, ada teman tilawah Qur’an bersama.
  18. Alhamdulillah, ada yang selalu memotivasiku menghafal Qur’an.
  19. Alhamdulillah, ada yang selalu memberiku taushiyah dan nasihat menuju kebaikan.
  20. Alhamdulillah, ada yang selalu memotivasiku berbuat kebaikan.
  21. Alhamdulillah, ada yang selalu mendoakanku.
  22. Alhamdulillah, ada yang mengingatkanku untuk shalat tepat waktu.
  23. Alhamdulillah, ada yang membangunkanku untuk shalat tahajjud.
  24. Alhamdulillah, ada yang mengingatkanku agar tidak begadang malam-malam.
  25. Alhamdulillah, … satu halaman web ini tak cukup untuk menuliskan betapa bahagianya menikah…

Dukanya
Apa ya? Ga ada deh… :D


Artikel terkait:
Feb '08
5

Tiga Bulan

Files under Keluarga, Pernikahan | 2 Comments

Menikah ada bahagia dan susahnya. Bahagianya bisa beribadah bersama, genap setengah agamaku. Susahnya ketika sedang kres dengan dirimu. Pesanku, mari belajar rumah tangga bersama, dihiasi cinta, dibumbui saling pengertian, didasari rasa syukur kepada Allah, sehingga kita mampu membentuk keluarga SAMARA.

(SMS dari suamiku, di tiga bulan pernikahan kami)


Artikel terkait: