Hari Ahad ini adalah hari yang melelahkan. Setelah malam sebelumnya aku pulang sampai kos jam 10 malam karena nonton konser The Fikr dan Tashiru di Islamic Book Fair, di hari Ahad ini acaraku full lagi.
Sebelumnya sempat bingung, karena di hari ini ada banyak acara menarik.
Pertama, seminar dan training oleh Rhenald Khasali di DT, udah mau daftar, tapi alhamdulillah acaranya dibatalkan.
Kedua, training MHMMD oleh Ibu Marwah Daud Ibrahim. Hmm, beliau salah seorang tokoh idolaku. Aku kenal beliau saat acara Gema Nusa di Bandung beberapa tahun yang lalu. Sungguh, meski usianya sudah uzur, namun semangat beliau tetap menggelora, seperti anak muda.
Ketiga, acara Milad Salimah (Persudaraan Muslimah) Jabar di Masjid Raya. Menampilkan Neno Warisman, dkk. Ada acara talkshow dan bazar, pingin ikut deh.
Keempat, nah ini yang publikasinya paling akhir, baru kubaca beberapa hari sebelumnya, acara puncak Milad PKS Jabar di Sabuga.
Bingung kan? mau ikut yang mana.
Akhirnya, dengan mempertimbangkan waktu, jarak, dan duit yang aku punya, aku memilih ikut acara yang paling dekat dengan kosku, paling cepet ditempuh dari kosku, dan tentu saja paling sedikit ngluarin duit. Yup, aku mengikuti acara puncak Milad PKS Jabar di Sabuga.
Acara rencananya dimulai jam 09.00, tapi aku datang jam 08.30 biar dapat tempat duduk yang enak. Alhamdulillah, aku dapat tempat duduk, agak di belakang sih, tapi lumayan enak posisinya. Banyak peserta yang tidak dapat tempat duduk sampai harus berdiri atau duduk di lantai.
Sebelum acara dimulai, diisi persembahan nasyid dari Al Ghinat. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ust. Abu Rabbani. Dilanjutkan sambutan-sambutan, lalu taujih oleh Majelis Syuro PKS. Kemudian Penganugerahan PKS Award, taujih dari Hidayat Nur Wahid, dan kesenian-kesenian. Setelah istirahat shalat Dhuhur, dilanjutkan dengan pagelaran seni, menampilkan EdCoustic, Tashiru, Mupla, Ar Ruhul Jadid, Izzis, Kids Percussion, Ebiet Beat A, Yuki PAS Band, dan diakhiri dengan satu jam bersama Shoutul Harokah.
Sayang aku ga bisa ikut sampai akhir acara karena harus ke Habiburrahman jam 4 sore. Pukul 4 aku meninggalkan Sabuga naik angkot Caringin-Sadang Serang. Aku duduk di samping sopir dan karena begitu lelahnya aku tertidur. Saat bangun aku bingung ini sudah sampai mana, lihat-lihat tulisan di jalan ternyata aku sampai di daerah Cijerah. Aku kelewatan, harusnya kalau mau ke Habib tadi turun di Husein. Aku tengok jamku udah jam 5 sore, kalau aku balik ke Husein pasti makan waktu lama, belum lagi ganti angkot ke Habib yang biasanya angkotnya ngetem sampai setengah jam. Ah, akhirnya bolos tahfidz.
Udah tau kelewatan, aku males turun dari angkot. Tujuanku selanjutnya adalah ke Islamic Book Fair (lagi!) di Naripan. Aku pikir-pikir kira-kira naik angkot apa ya yang enak. Akhirnya kuputuskan turun di Kopo, kemudian ganti angkot Cicaheum-Cibaduyut turun di Buah Batu, kemudian ganti angkot Kalapa-Buah Batu turun di Sunda, dan terakhir naik angkot Kalapa-Ledeng turun di Veteran. Puas sudah aku keliling kota Bandung naik angkot, untung aja aku banyak hafal jalur angkot kota Bandung.
Di IBF ikut bedah buku Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah. Meski sambil ngantuk dan perut lapar, aku lupa kalau belum makan dari pagi, akhirnya beli baso sosis goreng yang harganya mahal banget.
Pulang sampai kos jam 9 malam. Ngantuk, dan langsung deh aku tepar dengan sukses.
Artikel terkait:








