May '07
6

Hari Ahad yang Melelahkan

Files under Perjalanan | 1 Comment

Hari Ahad ini adalah hari yang melelahkan. Setelah malam sebelumnya aku pulang sampai kos jam 10 malam karena nonton konser The Fikr dan Tashiru di Islamic Book Fair, di hari Ahad ini acaraku full lagi.

Sebelumnya sempat bingung, karena di hari ini ada banyak acara menarik.

Pertama, seminar dan training oleh Rhenald Khasali di DT, udah mau daftar, tapi alhamdulillah acaranya dibatalkan.
Kedua, training MHMMD oleh Ibu Marwah Daud Ibrahim. Hmm, beliau salah seorang tokoh idolaku. Aku kenal beliau saat acara Gema Nusa di Bandung beberapa tahun yang lalu. Sungguh, meski usianya sudah uzur, namun semangat beliau tetap menggelora, seperti anak muda.
Ketiga, acara Milad Salimah (Persudaraan Muslimah) Jabar di Masjid Raya. Menampilkan Neno Warisman, dkk. Ada acara talkshow dan bazar, pingin ikut deh.
Keempat, nah ini yang publikasinya paling akhir, baru kubaca beberapa hari sebelumnya, acara puncak Milad PKS Jabar di Sabuga.

Bingung kan? mau ikut yang mana.

Akhirnya, dengan mempertimbangkan waktu, jarak, dan duit yang aku punya, aku memilih ikut acara yang paling dekat dengan kosku, paling cepet ditempuh dari kosku, dan tentu saja paling sedikit ngluarin duit. Yup, aku mengikuti acara puncak Milad PKS Jabar di Sabuga.

Acara rencananya dimulai jam 09.00, tapi aku datang jam 08.30 biar dapat tempat duduk yang enak. Alhamdulillah, aku dapat tempat duduk, agak di belakang sih, tapi lumayan enak posisinya. Banyak peserta yang tidak dapat tempat duduk sampai harus berdiri atau duduk di lantai.

Sebelum acara dimulai, diisi persembahan nasyid dari Al Ghinat. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ust. Abu Rabbani. Dilanjutkan sambutan-sambutan, lalu taujih oleh Majelis Syuro PKS. Kemudian Penganugerahan PKS Award, taujih dari Hidayat Nur Wahid, dan kesenian-kesenian. Setelah istirahat shalat Dhuhur, dilanjutkan dengan pagelaran seni, menampilkan EdCoustic, Tashiru, Mupla, Ar Ruhul Jadid, Izzis, Kids Percussion, Ebiet Beat A, Yuki PAS Band, dan diakhiri dengan satu jam bersama Shoutul Harokah.

Sayang aku ga bisa ikut sampai akhir acara karena harus ke Habiburrahman jam 4 sore. Pukul 4 aku meninggalkan Sabuga naik angkot Caringin-Sadang Serang. Aku duduk di samping sopir dan karena begitu lelahnya aku tertidur. Saat bangun aku bingung ini sudah sampai mana, lihat-lihat tulisan di jalan ternyata aku sampai di daerah Cijerah. Aku kelewatan, harusnya kalau mau ke Habib tadi turun di Husein. Aku tengok jamku udah jam 5 sore, kalau aku balik ke Husein pasti makan waktu lama, belum lagi ganti angkot ke Habib yang biasanya angkotnya ngetem sampai setengah jam. Ah, akhirnya bolos tahfidz.

Udah tau kelewatan, aku males turun dari angkot. Tujuanku selanjutnya adalah ke Islamic Book Fair (lagi!) di Naripan. Aku pikir-pikir kira-kira naik angkot apa ya yang enak. Akhirnya kuputuskan turun di Kopo, kemudian ganti angkot Cicaheum-Cibaduyut turun di Buah Batu, kemudian ganti angkot Kalapa-Buah Batu turun di Sunda, dan terakhir naik angkot Kalapa-Ledeng turun di Veteran. Puas sudah aku keliling kota Bandung naik angkot, untung aja aku banyak hafal jalur angkot kota Bandung.

Di IBF ikut bedah buku Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah. Meski sambil ngantuk dan perut lapar, aku lupa kalau belum makan dari pagi, akhirnya beli baso sosis goreng yang harganya mahal banget.

Pulang sampai kos jam 9 malam. Ngantuk, dan langsung deh aku tepar dengan sukses.


Artikel terkait:
Apr '07
2

Road to Final IEC2

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Alhamdulillah, timku lolos ke babak final IEC2, bersama dengan 10 tim lainnya. Sama sekali tidak menyangka bisa masuk babak final. Karena sebelumnya aku ga ngerti tentang bisnis, ga ngerti gimana bikin business plan, dan belum pernah ikut lomba berbau-bau bisnis.

Komponen penilaian untuk masuk ke babak final meliputi 30% dari Product Selling yang diselenggarakan tanggal 25 Februari lalu dan 70% dari business plan. Mengingat hasil Product Selling-ku begitu buruk, maka aku bertekad business plan yang akan dibuat haruslah betul-betul bagus.

Akan tetapi aku belum pernah sama sekali bikin business plan, baca contohnya aja cuma 1 buah. Gimana mau bikin business plan yang bagus?

Hal ini tak menyurutkan langkahku, karena aku sudah bertekad bahwa “aku ingin menang”, maka apa pun kulakukan agar aku bisa bikin business plan yang benar-benar bagus.

Mulai dari duduk seharian di Gramedia maupun duduk lesehan di Gunung Agung untuk baca buku tentang business plan. Waktu itu aku sedang tidak punya uang sama sekali untuk beli buku. Setelah aku punya uang, aku beli buku-buku tersebut, sampai habis lebih dari Rp 200 ribu.

Dan, inilah hasilnya. Timku lolos ke babak final. Setidaknya bisa menambah daftar prestasi di CV-ku, setelah 6 tahun vakum prestasi ^_^


Artikel terkait:
Feb '07
26

Workshop dan Product Selling IEC2

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Jumat-Minggu, 23-25 Februari 2007 lalu, 35 tim dari penjuru tanah air berkumpul di ITB untuk mengikuti serangkaian acara Workshop dan Product Selling IEC2. Kami adalah 35 semifinalis dalam lomba IEC2, suatu lomba inovasi bisnis yang diselenggarakan oleh KM ITB. Alhamdulillah, kami telah berhasil menyisihkan lawan-lawan kami dari total 224 tim.

Adalah aku, Nugroho, Bayu, Dendy, Dhani, dan Tina, tergabung dalam sebuah tim, eh bukan … lebih tepatnya asalnya 4 buah tim. Satu bulan yang lalu kami mengirimkan 4 buah proposal bisnis. Tiga proposal dari ideku, yaitu Islamic Tamagotchi, Sari Jeruk Nipis dalam Botol, dan Tepung Telur. Sebenarnya hanya ide pertama lah yang benar-benar tercetus dari dalam pikiranku, dua ide yang lain aku dapatkan setelah browsing-browsing di internet. Proposal terakhir adalah ide dari Bayu, yaitu Bazigur’s Bandoenk’.

Boleh dikata kami kurang memiliki perencanaan dalam mengikuti lomba ini. Publikasi lomba ini sudah ada sejak 2 bulan yang lalu, tapi tim kami baru terbentuk beberapa hari sebelum deadline pendaftaran. Proposal pun baru selesai dibuat dan kami kirim beberapa jam sebelum deadline pengumpulan.

Alhamdulillah, akhirnya ada satu proposal kami yang lolos semifinal, yaitu Islamic Tamagotchi, proposal yang berasal dari ideku. Tidak sia-sia kami mengeluarkan uang Rp 80.000,- untuk biaya pendaftaran lomba.

Beginilah kalau kegiatan dilaksanakan di kampus sendiri, selama tiga hari perwakilan dari timku pun estafet. Aku kebetulan di hari Jumat ga bisa ikut, jadi digantiin yang lain, demikian juga yang lain. Jadi intinya selama tiga hari itu, tim kami ganti-ganti orang untuk mengikuti acara ini.

Hari Sabtu dan Ahad acara Product Selling, di acara ini sudah tidak boleh ganti-ganti orang lagi. Jadilah aku dan Nugroho yang ikut, meski terpaksa kami membatalkan acara lain kami, karena yang lain lebih ga bisa ikut.

Sabtu sore kami diajak pergi ke Giant Pasteur, kami diberi waktu 2 jam untuk berbelanja dengan jatah Rp 200.000,- per tim. Untuk kemudian pada malam harinya, belanjaan kami diolah, dan keesokan harinya kami jual.

Ini pertama kalinya aku berbelanja bahan makanan sampai hampir habis Rp 200.000,- dalam satu hari, kalau belanja buku sampai habis Rp 200.000,- dalam satu hari sih udah sering. Untung aja belanjanya ga pakai uang sendiri, kalau pakai uang sendiri ga mau lah.

Bingung juga nih kami mau belanja apa. Akhirnya setelah putar sana putar sini sambil berdiskusi panjang lebar, kami membeli [SENSOR], [SENSOR], dan [SENSOR].

Karena bahan yang kami beli berupa [SENSOR], jadi baru bisa kami olah besok paginya, dan itu artinya … aku harus kerja sendiri. Karena tentu saja asrama putra dan putri dipisah. Urgh … kerja sendiri, bayangkan! Tim lain sih enak, mereka bisa mengolah bahannya malam ini juga.

Sebelum tidur aku berpesan ke panitia agar dibangunkan jam 3 pagi. Karena dompet dan HP disita panitia, jadi aku ga punya alarm. Ternyata oh ternyata … panitianya ga bangunin aku, aku pun bangun kesiangan, jam 4 pagi. Panik deh rasanya membayangkan tim lain udah siap, tapi timku belum sendiri.

Langsung aja aku kerja keras mengolah bahan-bahanku. Alhamdulillah, ada Fitra dari tim lain, yang satu kamar denganku, bantuin aku. Akhirnya sampai jam 6 pagi persiapanku belum selesai, tapi karena sudah dikejar-kejar panitia jadi aku sudahi saja. Tanpa sempat mandi, aku langsung menuju bis yang sudah menanti dan menuju kampus ITB.

Kami diberi waktu sekitar 4 jam untuk menjual produk kami. Ini juga pengalaman pertamaku jualan di Sabuga, kalau jualan di tempat lain sih udah pernah dulu. Saingan penjual ya teman sendiri dalam lomba ini. Ah, hasil yang kudapat sangat buruk. Omzet penjualan sangat jauh di bawah target dari panitia. Ya sudahlah, kayanya tim-tim yang lain pun banyak mengalami hal serupa.

Acara selanjutnya adalah membuat laporan keuangan. Ternyata laporannya sangat simple bentuknya, padahal timku udah menyiapkan perhitungan yang mendetail, sampai HPP segala dan sebagainya, ternyata tidak terpakai.

Acara terakhir adalah workshop tentang Pemasaran, dan diakhiri dengan foto bersama. Nah ini fotonya.

Serangkaian acara Workshop dan Product Selling IEC2 telah berakhir. Aku senang bisa menambah ilmuku dan juga menambah teman-teman baru.

Tugas selanjutnya adalah membuat Business Plan, yang harus dikumpulkan paling lambat tanggal 12 Maret 2007.

**Aku punya referensi situs bagus, yang isinya tentang ide-ide bisnis. Kebanyakan isinya tentang bisnis yang sudah ada di luar negeri tapi belum ada di Indonesia. Silakan buka http://budea.com.


Artikel terkait:
Feb '07
8

Jalan-jalan ComLabs 2007

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Ahad, 28 Januari 2007 lalu kembali ComLabs mengadakan acara jalan-jalan. Kali ini tujuannya ke Curug Layung dan Curug Cimahi. Cerita lengkapnya silakan baca di tulisan Narpen ini.

Hmm… agaknya ada yang ngefans sama aku nih, sampai-sampai fotoku dipajang dan dibahas di blognya ^_^


Artikel terkait:
Feb '06
20

Ke TMII

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Ada Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta semua ada…
Komo jalan-jalan berkeliling kota
weleh weleh weleh weleh weleh…

Kamis, 2 Februari 2006, aku ikutan mengantar Retno (sepupuku) ke rumah mertuanya (keluarga Budi) di Jakarta. Perjalanan lewat jalan tol Cipularang sangat lancar. Maklum, karena ada longsor di kilometer 90an, maka ruas jalan tol dari Jakarta ke Bandung ditutup, sementara ruas dari Bandung ke Jakarta tetap dibuka.

Akan tetapi, sepertinya orang-orang tidak tau kalau ruas dari Bandung ke Jakarta tetap dibuka. Sehingga waktu kami lewat tol Cipularang itu, suasana benar-benar lengang. Wah, ini sih jalan tol serasa milik sendiri :)

Di Jakarta, kami dijamu oleh keluarga besar di sana. Wah, perbaikan gizi lagi nih :)

Karena tempat tinggal keluarga Budi di dekat TMII, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke sana. Setelah makan siang, kami meluncur ke Masjid At-Tin di Kompleks TMII untuk sholat Dhuhur. Subhanallah, masjidnya sangat bagus. Luasnya mungkin tidak seluas Istiqlal, tapi aku suka dengan arsitekturnya. Trus, ada juga tangga untuk orang yang menggunakan kursi roda, di mana belum pernah aku lihat di masjid lain.

Sayangnya, aku lagi ga sholat jadi aku ga naik ke tempat sholat dan aku ga tau seberapa banyak jamaahnya. Tapi sepertinya sih lumayan banyak, karena ada pengajiannya sehabis sholat Dhuhur.

Aku jadi ingat, tiga tahun yang lalu aku pernah sholat Dhuhur di masjid Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia. Masjidnya memang benar-benar besar dan luas (sampai 4 lantai kalau ga salah). Tapi sayang sekali, jamaahnya dikit sekali, hanya sekitar 50 orang. Masih kalah dengan jamaah Salman. Mungkin karena Istiqlal terletak di pusat kota kali ya? Sehingga orang lebih suka shalat di tempat kerja masing-masing daripada di masjid.

Habis sholat, kami langsung ke TMII. Tiket masuk Rp 9.000,- per orang dan Rp 10.000,- untuk mobil. Di TMII kami cuma keliling-keliling aja, maklum rombongan kami kan kebanyakan orang tua, hanya dua orang yang masih single.

Kami berhenti di kolam Indonesia Mini, ooo… jadi seperti ini tho miniatur kepulauan Indonesia yang selama ini hanya pernah aku lihat dari peta. Trus, di atas ada kereta gantungnya. Jadi kita bisa melihat ‘kepulauan Indonesia’ dari kereta gantung.

Sayangnya, ga ada yang bawa kamera. Padahal banyak lokasi bagus untuk berfoto.

Sebelum pulang, kami mampir ke salah satu propinsi. Propinsi mana lagi kalau bukan… DIY. hehe.. jauh-jauh ke TMII, eh.. mampirnya ke DIY juga :)


Artikel terkait:
Feb '06
8

Kenangan dari Ciwidey

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Kalau yang ini beberapa foto waktu Comlabs ngadain jalan-jalan ke Kawah Putih, Ciwidey, bulan Agustus 2005 lalu.

Foto di depan Kawah Putih. Hmm, padahal kalau menurutku lebih tepat disebut kawah hijau.

Habis dari Kawah Putih jalan ke danau lewat kebun teh. Ini foto waktu di kebun teh.

Kalau ini foto habis naik perahu di danau.

Ceritanya… lihat dari foto aja ya :)


Artikel terkait:
Feb '06
7

Kenangan dari Tangkuban Parahu

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Ini beberapa foto waktu Comlabs ngadain jalan-jalan ke Jayagiri - Domas - Tangkuban Perahu, bulan Juni 2005 lalu.

Masih di jalan.

Lagi istirahat.

Latar pemandangannya bagus kan?

Lagi males cerita juga… lihat foto-foto aja ya… :)


Artikel terkait:
Feb '06
6

Kenangan dari Maribaya

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Lagi seneng masang foto nih.
Foto berikut diambil saat aku, ibuku, dan Renni rekreasi ke Maribaya, Lembang bulan November kemarin.

Aku dan ibuku di depan air terjun.

Aku dan Renni di tepi sungai.

Lagi males cerita nih… sebuah gambar bisa lebih menjelaskan daripada 1000 kata kan :)

Sayangnya, baterai kameraku habis di jalan. Lain kali kalau mau pergi, harusnya baterainya di-charge dulu selama 6 jam, lha ini cuma di-charge 15 menit, pantesan begitu dipake langsung habis :(


Artikel terkait:
Sep '05
22

Skenario Allah itu Begitu Indah (part 3)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Masih di hari yang sama

Akhirnya aku sampai juga di UNJ. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di UNJ. Suasana di sini ramai karena hari ini saat pendaftaran ulang bagi mahasiswa baru.

Sesuai petunjuk Utami salam sms-nya, aku segera menuju gedung Q, kemudian ke BEMJ Bahasa Indonesia. Utami sendiri kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Alhamdulillah, aku tidak menemukan kesulitan menemukan lokasi ini.

Di sini aku nunggu sampai jam 1 siang, karena Utami masih ngajar di SMA. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya datang juga. Ternyata Utami orangnya mirip dengan aku, sama-sama kecilnya, tingginya pun hampir sama. Hanya bedanya dia banyak bicara, sedangkan aku sedikit bicara :D

Rencananya mau ke tempat kos Utami, tapi ternyata lagi ada masalah di tempat kosnya. Jadi dari siang sampai sore kami di BEMJ aja. Utami anaknya aktif dan selalu ceria, pantesan dia jadi bendahara di BEMJ-nya.

Sore hari kami ke kos teman Utami, di belakang UNJ. Aku lupa siapa nama temannya itu, karena waktu itu aku kenalan dengan banyak temannya. Waktu aku ke sana, teman-teman Utami pada ngira aku mahasiswa baru 2005. Mereka pada kaget saat tau kalau aku ini angkatan 2000. Hehe… aku masih kelihatan muda ya :D

Sore hari, kami makan kolak bareng-bareng. Kebetulan hari ini hari Senin jadi banyak yang puasa. Tapi aku dan yang lainnya yang ga lagi puasa makan duluan. Eh, pas waktu berbuka puasa diajak makan kolak lagi :D

Setelah mandi dan shalat Maghrib, aku dan Utami berangkat ke Jatinegara. Akhirnya aku dapat tiket KA Senja Utama Solo, berangkat jam setengah 8 malam dan sampai di Yogya sekitar jam 6 pagi.


Artikel terkait:
Sep '05
21

Skenario Allah itu Begitu Indah (part 2)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Senin, 22 Agustus 2005

Pagi-pagi aku langsung ke Jatinegara karena ngejar kereta Fajar Utama yang berangkat jam setengah 7. Tapi ternyata jalannya jauh dan bisnya muter dulu, jadi aku baru sampai Jatinegara jam 7 lebih dan keretanya udah barangkat. Wah, ketinggalan kereta lagi :(

Aku bingung. Kulihat jadwal kereta tujuan Yogya. Ada kereta api Taksaka yang berangkat jam 10, tapi jelas lah aku ga punya ongkos sebesar itu, karena keretanya kereta eksekutif. Pikirku, berarti aku harus pulang ke Yogya nanti malam nih. Nah, yang jadi masalah sekarang aku mau ke mana ya, keretanya kan baru akan berangkat ntar malam, masak aku nunggu di stasiun selama 11 jam.

Aku lalu sms Diana, aku bilang barusan ketinggalan kereta. Trus Diana nawarin aku ke kosnya aja, tapi aku harus ke kantornya dulu buat ngambil kunci. Padahal kantornya jauh di Pulogadung.

Aku inget-inget, siapa ya temenku yang tinggal di Jakarta. Perlu diingat bahwa hari ini adalah hari Senin, pasti kebanyakan mereka lagi kerja. Setelah aku lihat-lihat daftar di phonebook HP ku, akhirnya aku sms 2 orang, Mas Faisal dan Utami.

Mas Faisal ini Fisika ITB angkatan 1998, sekarang udah nikah dan tinggal di Jakarta, ya siapa tau aja istrinya lagi ga ada acara, jd aku bisa punya temen. Makanya aku sms ke Mas Faisal isinya agak aneh, “Istri Mas Faisal lagi ada acara tidak?” Padahal aku ga kenal istrinya. Jangankan tau istrinya, sama Mas Faisal nya sendiri aku belum pernah ketemu. Dulu kenal dari mana ya? Kayanya dulu aku kenal dari web pribadinya, trus kadang chatting di YM, atpi sekarang udah jarang sih.

Kalau Utami ini temennya Emin, sekarang kuliah di UNJ. Yang ini juga sama, belum pernah ketemu. Ah, aku sih nekad aja :D

Aku tunggu balasan dari Utami dan Mas Faisal, ternyata lama banget ga ada balasan. Aku capek juga nih nunggu. Ya udah, akhirnya kuputuskan ke kantornya Diana aja di daerah …. (lupa namanya), pokoknya di daerah Pasar Rebo. Aku naik bis kota nomor …. (lupa), tapi ternyata aku kesasar :D Aku bingung di mana sekarang aku berada.

Aku pun turun dari bis, dan aku merenung. Perutku lapar karena dari kemarin malam aku ga makan. Mau beli makan, rasanya aku ga nafsu makan. Hmm… aneh ya? Masak lapar tapi ga nafsu makan. Akhirnya aku makan aja bolen durian yang aku bawa dari Bandung, yang tadinya mau aku bawa ke Yogya buat oleh-oleh. Bolen durian emang enak lho :D

Akhirnya kuterima juga sms balasan dari Utami. Dia bilang lagi PPL (praktek ngajar) di SMA, jadi aku disuruh langsung ke UNJ aja. Aku langsung naik bis ke Kampung Melayu, selanjutnya naik bis jurusan Rawamangun. Perjalanannya makan waktu lama banget, karena sempat macet sekitar 1 jam. Aku pun dibuat terkantuk-kantuk di dalam bis.

Ya, beginilah. Meski aku udah beberapa kali ke Jakarta, tapi aku belum hafal jalan-jalan di sini. Yang aku tau sih cuma daerah Kramat-Salemba-Kampung Melayu-Jatinegara aja :D Karena aku dulu pernah Kerja Praktek di daerah Kramat Raya, dulu sih hampir tiap jalan-jalan kesasar.


Artikel terkait: