Apr '09
17

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 7-habis)

Files under Perjalanan | 1 Comment

Sebenarnya kami tidak tahu rute ke Masjid Kubah Mas, tanya beberapa teman dan orang-orang yang kami temui pun hasilnya nihil. Akhirnya kami naik angkot ke terminal Depok dari UI (tarif Rp 2.000,- per orang). Di terminal kami bertanya-tanya lagi ke orang-orang yang kami jumpai. Alhamdulillah, kami bertemu dengan seorang bapak petugas kebersihan terminal yang rumahnya di dekat Masjid Kubah Mas. Kami pun diberi tahu petunjuk menuju ke sana.

Dari terminal Depok kami naik angkot 03 menuju ke Parung Bingung. Eh… ternyata kami kebablasan, padahal kami udah bilang ke supirnya supaya diturunkan di Parung Bingung. Jadinya kami harus membayar Rp 8.000,- Kami lalu berbalik naik angkot ke Parung Bingung lagi (tarif Rp 2.000,- per orang). Dari Parung Bingung, kami ganti ke angkot 102 yang lewat di depan masjid (tarif Rp 2.000,- per orang). Kami pun turun tepat di depan Masjid Kubah Mas.

Sebenarnya Masjid Kubah Mas ini tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid lain. Hanya kubahnya aja yang terbuat dari emas. Suasana di dalam masjid pun hampir sama dengan masjid-masjid lain.

Masjid ini sangat luas, di sekeliling masjid terdapat taman-taman yang teduh. Selain itu masjid ini juga ramai dikunjungi orang.

Menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bandung. Kami naik angkot 102 ke Parung Bingung (tarif Rp 2.000,- per orang), lalu naik angkot 03 ke terminal Depok (tarif Rp 3.000,- per orang). Selanjutnya kami naik bus jurusan Bogor-Bandung (tarif Rp 45.000,- per orang) dan tiba di terminal Leuwi Panjang sekitar jam 10 malam. Dari Leuwi Panjang kami harus mengambil sepeda motor kami yang kami titipkan di stasiun Bandung. Ternyata menitipkan motor selama 2 malam dikenakan tarif Rp 15.000,- Dari stasiun kami pun nain motor menuju ke rumah.


Artikel terkait:
Apr '09
10

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 6)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Dari Masjid Raya Bogor kami melanjutkan perjalanan ke UI. Kami naik angkot menuju stasiun Bogor (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian naik kereta menuju Depok (tarif Rp 2.000,- per orang). Kereta yang kami naiki kali ini lumayan lengang, banyak bangku kosong, mungkin karena kami naik dari Bogor (jadi belum banyak penumpang yang naik) dan ketika kami naik masih siang hari, belum jam pulang kerja.

Kami turun di stasiun UI, yang berada di dalam kampus UI. Kami melanjutkan perjalanan dengan berkeliling naik bus kampus (bus kuning). Mampir di Masjid UI dan Danau UI sebentar, selanjutnya keliling lagi naik bus.

Masjid UI

Danau UI

Halte Bus UI

Setelah puas berkeliling kampus UI, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Kubah Mas.


Artikel terkait:
Apr '09
3

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 5)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Pagi-pagi sekali kami berangkat ke Kebun Raya Bogor. Dimulai dengan naik angkot 05 ke Bubulak (tarif Rp 2.500,- per orang) dilanjutkan dengan naik angkot 02 ke Kebun Raya (tarif Rp 3.000,- per orang).

Kebun Raya Bogor

Kami tiba di Kebun Raya dan membeli tiket masuk seharga Rp 9.500,- per orang, tiket ini merupakan tiket terusan ke Museum Zoologi.

Peta Kebun Raya Bogor

Salah satu fosil di Museum Zoologi

Di sebelah utara Kebun Raya terdapat Istana Bogor. Tapi kami tidak bisa masuk ke sana, karena ditutup buat umum. Jadi kami hanya bisa menyaksikan Istana Bogor bersama rusa-rusa yang sedang mencari makan dari luar gerbang.

Kebun Raya ini sangat luas, dan banyak terdapat taman yang sayang sekali untuk dilewatkan. Ada juga bunga Rafflesia Arnoldi, tapi waktu kami ke sana sedang tidak berbunga.

Capek juga jalan-jalan di sini. Sayang ya, tidak ada penyewaan sepeda tandem seperti di Ragunan.

Menjelang Dhuhur, kami mencukupkan perjalanan kami di Kebun Raya ini. Karena ini hari Jum’at dan suamiku harus Jum’atan, kami segera ke Masjid Raya Bogor naik angkot 06 dengan tarif Rp 2.500,- per orang.

(bersambung)


Artikel terkait:
Mar '09
20

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 4)

Files under Perjalanan | 1 Comment

Dari TMII, rencananya kami akan ke UI. Kami naik angkot ke terminal Kampung Rambutan (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian dilanjutkan naik angkot ke Depok (tarif Rp 5.000,- per orang). Di Depok kami mampir membeli Roti Unyil seharga Rp 600,- per buah.

Kami melanjutkan dengan naik angkot ke UI. Tiba-tiba hujan turun sangat deras, sedangkan kami tidak membawa payung. Karena tidak memperhatikan jalan, kami pun kebablasan sampai jauh. Kami turun dari angkot kemudian menyeberang untuk naik angkot yang berlawanan arah. Karena menurut kami cuaca kurang bersahabat, ditambah hari sudah mulai malam, kami memutuskan untuk menunda rencana kami ke UI. Akhirnya kami menuju ke rumah teman suami di Bogor. Kami naik angkot menuju ke Universitas Pancasila. Di stasiun UP kami membeli tiket KRL ke Bogor. Kami menarik nafas lega, setidaknya bisa beristirahat sejenak. Tapi sebenarnya ini baru awal dari pengalaman tak terlupakan itu.

KRL jurusan Bogor datang, tapi penuh sekali, jadi kami tidak naik. KRL kedua datang tak begitu lama, tak jauh berbeda juga, tetap penuh seperti sebelumnya. Akhirnya, harapan kami tinggal pada KRL terakhir. Yang ternyata sama penuhnya dengan dua sebelumnya, tapi kami memaksakan untuk naik.

Nah, di sinilah kami untuk pertama kalinya merasakan berada di tengah-tengah ratusan orang dalam KRL. Desak sana, desak sini, kaki terinjak-injak, badan susah bernafas. Tak jarang suara umpatan terdengar dari kanan-kiri kita. Makin lama, makin banyak penumpang yang naik, apalagi di UI banyak mahasiswa yang baru pulang kuliah. Suatu kesalahan besar kami berdiri dekat pintu, jadi lebih sering terdorong-dorong. Ah, aku jadi ingat, orang-orang yang mati karena berdesak-desakan, entah karena antri zakat atau nonton konser, mungkin keadaannya lebih parah dari yang kualami ini.

Akhirnya, aku berhasil menyelinap ke tengah gerbong, sedikit bisa bernafas lega karena lebih nyaman daripada di dekat pintu. Ketika hampir sampai Bogor, satu per satu penumpang turun, dan akhirnya aku dapat tempat duduk juga setelah satu jam-an berdiri. Dalam hati kami, kapok deh naik KRL ‘rasa sarden’ ini di jam pulang kantor.

Kami tiba di stasiun Bogor, dan langsung menuju rumah teman suamiku di daerah Dermaga, dekat kampus IPB. Rutenya adalah naik angkot 03 ke Bubulak (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian ganti angkot 05 ke Ciampea (tarif Rp 2.500,- per orang).

(bersambung)


Artikel terkait:
Mar '09
13

Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 3)

Files under Perjalanan | 1 Comment

Perjalanan dari Ragunan ke TMII lumayan makan waktu juga. Waktu itu jalanan macet, sehingga angkotnya lewat jalan-jalan pintas yang medannya cukup berat (baca: buruk). Setelah naik angkot selama satu jam, kami tiba di Pintu 2 TMII. Syukurlah TMII belum tutup. Kami membeli tiket seharga Rp 9.000,- per orang.

Taman Mini Indonesia Indah

Suasana di TMII begitu sepi, beda dengan Ragunan. Kami berjalan kaki menyusuri anjungan-anjungan yang kami sendiri malas untuk mengunjungi karena sepinya. Akhirnya kami tiba di kolam di mana terdapat miniatur Indonesia. Kami beristirahat sambil makan sisa bekal kami. Karena capeknya, aku tertidur di sini.

Ya, sepertinya memang perjalanan ke TMII ini kurang menarik. Akhirnya, setelah sekitar jam kami muter-muter, kami memutuskan untuk pulang. Kami harus berjalan cukup jauh untuk menuju ke pintu gerbang. Kami pun tiba di pintu gerbang 3, tapi karena hari sudah sore pintu gerbang ini sudah ditutup dan kami harus berjalan jauh lagi menuju pintu gerbang utama untuk keluar.

(bersambung)


Artikel terkait: