Jan '10
1

Catatan Awal Tahun

Files under Kontemplasi | 1 Comment

Dimulakan dengan Bismillah…
Alhamdulillah, blog ini masih hidup di tahun 2010!

[untuk menasehati diri sendiri]

Kata Hasan al-Banna, mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok. Tentu jika dan hanya jika, hari-hari antara kedua masa itu -kemarin dan hari ini- terisi dengan ikhtiar, doa dan tawakkal untuk mengejar cita tersebut.

“Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?” (QS. 53:24)

Adakah sejarah hidup kita hanya akan tertulis tiga baris: nama Fulan, lahir tahun sekian, wafat tahun sekian. Padahal, buku sejarah dunia -juga sejarah akhirat kita- menyediakan tambahan halaman untuk kerja-kerja besar dan aman shalih kita.

Kita tengah mengubah dunia. Tapi urutan kerjanya tentu dari diri kita, keluarga kita, masyarakat, negara, baru kemudian dunia.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11)


Artikel terkait:
Jan '09
11

Sunda versus Jawa

Files under Kontemplasi | 8 Comments

Sebuah dialog antara orang Sunda dan orang Jawa

Orang Sunda : Cokot tuh sandal!
(Terjemahan Sunda : Ambil tuh sandal!)
(Terjemahan Jawa : Gigit tuh sandal!)

Orang Jawa : Atos kang!
(Terjemahan Sunda : Sudah kang!)
(Terjemahan Jawa : Keras kang!)

Orang Sunda mikir : Belum diambil kok bilang sudah?
Orang Jawa mikir : Sandal kok suruh gigit?


Artikel terkait:
Nov '08
16

Selalu Ada Kemudahan dalam Setiap Kesempitan

Sesuai janji Allah, di setiap kesulitan selalu ada kemudahan, bahkan ada yang menyebutkan satu kesulitan diapit oleh dua kemudahan. Tentu saja, untuk keluar dari kesulitan menuju kemudahan kita harus berikhtiar. Ikhtiar bisa dilakukan dengan tenaga, harta, pikiran, dan tentu saja yang tidak boleh lupa ikhtiar dengan DOA.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Sekuat apapun kita berusaha, jika Allah tidak mengabulkan, maka usaha kita tak akan berhasil. Di sinilah pentingnya ikhtiar doa. Karena Allah telah berjanji akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa pada-Nya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah: 186)

Dalam ayat di atas, terlihat bahwa ketika berdoa dan memohon kepada Allah, hendaklah kita menyertainya dengan keimanan dan ketakwaan. Nah, berarti selain berdoa kita harus senantiasa menjaga diri kita agar selalu di jalan tersebut. Bisa jadi Allah tidak mengabulkan doa kita, karena kita masih sering berbuat maksiat. Semoga kita semua selalu istiqomah di jalan-Nya :)


Artikel terkait:
Nov '08
15

Life is Problem

Files under Kontemplasi | 3 Comments

Kata Reza M. Syarief, Life is Problem, hidup adalah masalah. Selama kita hidup, kita akan selalu menghadapi masalah. Hanya orang mati yang tidak punya masalah.

Setidaknya, ada tiga hikmah Allah memberikan kita masalah.

Pertama, masalah membuat kita menjadi dewasa. Dengan adanya masalah, kita akan berpikir untuk menyelesaikannya. Semakin banyak masalah yang kita hadapi, semakin kaya pikiran kita dalam menyelesaikannya, semakin kaya pengalaman hidup kita.

Kedua, masalah membuat kita merubah hidup kita. Allah tidak akan merubah keadaan kita, sehingga kita merubah keadaan yang ada dalam diri kita sendiri. Masalah membuat kita selalu dinamis untuk bergerak, bertindak, dan melangkah.

Ketiga, masalah membuat kita semakin yakin bahwa dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Ketika kita telah berhasil menyelesaikan masalah, kita akan merasakan kemudahan. Masalah membuat kita yakin bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya.

Bagaimana jika suatu masalah tidak bisa terselesaikan? Atau mungkin kita sering mendengar ada orang stres karena menghadapi masalah?

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. (QS. Ali Imran: 159)

Ikhtiar manusia sangat terbatas. Maka Allah memerintahkan kita untuk bertawakkal setelah berikhtiar. Bertawakkal artinya berserah diri, tunduk dan ikhlas atas hasil jerih payah kita. Jika memang ikhtiar kita berakhir dengan kegagalan, itulah takdir Allah. Dan Allah tidak pernah salah memberi takdir, karena Dia-lah yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita.

Jadi, kita lah yang menentukan, apakah suatu masalah akan membuat citra diri kita positif atau negatif. Apakah kita akan berkata “God, I have a big problem” ataukah berkata “Hey problem, I have a big God.”


Artikel terkait:
Nov '08
11

Jangan Takut Gagal!

Files under Kontemplasi | 1 Comment

Jangan takut untuk terus mencoba dan mencoba! Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Seorang Thomas Alfa Edison butuh seribu kali untuk menemukan listrik. Seorang Einstein butuh dicap sebagai “anak idiot” untuk menjadi jenius. Bahkan Rasulullah pun harus dicaci dan dimaki untuk menjadi panutan nomor satu di dunia ini.

Hidup ini ibarat game. Kita butuh usaha keras untuk memenangkan pertandingan. Beberapa strategi kita terapkan. Sampai suatu saat kita harus menghadapi kesulitan untuk memenangkannya.

Di sinilah kita harus berani gagal. Karena takut gagal hanya akan membuat kita tak berani mencoba. Bukankah orang yang tak pernah gagal adalah orang yang tak pernah mencoba?

Bagaimana jika kita gagal?

Gampang saja. Tinggal restart kembali “permainan” kita. Bukankah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda? Dan bukankah pengalaman adalah guru terbaik bagi kita?


Artikel terkait: