Kalau tiga tahun lalu aku sempat kecewa karena ‘ga dapat apa-apa’ dari Pesta Buku Bandung 2006, tahun ini alhamdulillah aku sempat ketiban rezeki di sini.
Tema Pesta Buku yang diselenggarakan tanggal 4-10 Februari 2009 di Landmark, Braga kali ini adalah ‘Berburu Ilmu Lewat Buku’. Dan tentu saja aku selalu mengincar hadiah apa yang bisa aku peroleh dari sini.
Hari pertama (Rabu, 4 Februari 2009)
Karena hari ini agenda kami penuh, maka kami baru sempat ke sini malam hari. Dan kami baru tahu kalau setiap hari ada kuis Berburu Buku, yang tiap hari temanya berbeda. Hari ini temanya Berburu Buku Paling Besar. Hilang deh satu kesempatan.
Hari kedua (Kamis, 5 Februari 2009)
Sama dengan hari pertama, hari ini kami penuh banget, baru sempat datang malam hari. Hari ini temanya Berburu Buku Paling Tipis. Satu kesempatan lewat lagi, tapi kayanya emang susah sih kalau mencari buku paling tipis di antara ribuan buku.
Hari ketiga (Jumat, 6 Februari 2009)
Alhamdulillah, akhirnya bisa datang di siang hari meski waktunya dikit. Temanya adalah Berburu Buku Paling Baru. Langsung aja kami melihat ke agenda acara, kami catat semua buku yang baru di-launching, trus cek ke masing-masing stan, lihat bukunya, dan lihat kapan terbitnya. Akhirnya nemu juga buku yang baru terbit bulan Februari 2009. Setelah itu kami isi kuponnya, sempat ngambil banyak kupon, dan aku telah melakukan satu kesalahan yaitu kupon atas namaku dan nama suamiku aku sendiri yang nulis. Jadi waktu mau diundi, MC-nya bilang kalau ada beberapa kupon yang tulisannya sama semua, dan itu hanya diambil salah satu, yang lainnya dianulir. Yah, ternyata namaku yang dianulir, walau sebenarnya jawaban kami benar semua. Ada lima orang yang jawabannya benar, dan harus diundi untuk menentukan satu pemenang. Setelah diundi ternyata bukan nama kami yang keluar. Ya udah deh, memang belum rezekinya.
Hari keempat (Sabtu, 7 Februari 2009)
Tema hari ini adalah Berburu Buku Paling Kecil. Langsung aja aku kepikiran pasti jawabannya semacam Al Ma’tsurat. Langsung aja kami menuju stan-stan yang kira-kira jualan Al Ma’tsurat. Kami menemukan di stan Niaga Ummul Quro’ dan Mitra Ahmad. Sayang sekali kami tidak membawa penggaris, padahal di kuponnya kami harus menuliskan ukuran bukunya. Akhirnya kami beli Al Ma’tsurat di stan Niaga Ummul Quro’ (seharga Rp 1.000,-) dan kami bandingkan ukurannya dengan Al Ma’tsurat yang dijual di stan Mitra Ahmad. Setelah yakin itu buku yang paling kecil, kami bingung gimana cara ngukur ukurannya. Akhirnya kami cari stan yang jualan penggaris, ternyata tidak ada. Ah, aku ingat di buku Detik-detik UASBN ada penggaris di dalamnya. Kami pun mencari buku tersebut, ternyata memang ada penggaris di dalamnya, tapi bukunya diplastik semua. Kata penjualnya ada buku yang tidak diplastik (buat contoh), tapi setelah kami lihat penggarisnya ga ada. Wah gimana donk? Masa dari semua stan di sini ga ada yang jualan penggaris? Akhirnya aku punya ide untuk pergi ke SSC Merdeka buat pinjam penggaris. Maka meluncurlah kami berdua ke SSC Merdeka, pinjam penggaris, ukur-ukur bukunya, dan balik lagi ke sini buat masukin kuponnya.
Malam harinya kami kembali lagi menunggu pengumuman pemenang. Alhamdulillah, ada tiga orang yang jawabannya benar, salah satunya adalah aku. Kami bertiga disuruh maju ke depan. Dan seperti biasa akan dilakukan pengundian. Yah, berarti kesempatan menang cuma 1/3 donk. Tapi tiba-tiba ada seorang penonton yang mengusulkan supaya hadiah dibagi tiga, MC-nya pun setuju. Alhamdulillah, aku kebagian voucher Rp 100.000,-
Hari kelima (Ahad, 8 Februari 2009)
Kemarin kan baru aku yang menang, jadi suamiku masih bisa ikutan donk. Tema hari ini adalah Berburu Buku Paling Lama. Susah juga ya menentukan buku paling lama, lebih mudah menentukan buku paling besar, paling kecil, paling tebal, dan paling baru. Akhirnya kami melihat-lihat di stan buku-buku bekas. Setelah mencari-cari, kami menemukan buku yang menurut kami paling lama, yaitu terbitan tahun 80-an. Sebenarnya ga yakin juga sih, tapi ga apa-apa daripada ga ngisi kupon. Eh, ternyata ada stan yang menjual buku-buku kuno, sampai terbitan tahun 1800-an, berarti jawaban kami salah.
Tapi alhamdulillah, kami bisa dapat hadiah di acara lain. Suamiku berhasil menjawab tebakan dengan benar di acara launching buku ‘Kenapa Guru Harus Kreatif?’ Hadiahnya berupa buku tersebut langsung dari pengarangnya. Alhamdulillah, soalnya sebelumnya kami memang sudah berniat membeli buku itu.
Hari keenam (Senin, 9 Februari 2009)
Tema kali ini adalah Berburu Buku Paling Tebal. Jawaban kami benar, tapi setelah diundi bukan nama suamiku yang menang.
Hari ketujuh (Selasa, 10 Februari 2009)
Di hari terakhir ini, temanya adalah Berburu Buku Paling Panjang Bukunya. Sama seperti kemarin, nama suamiku sempat masuk nominasi, tapi setelah diundi ternyata belum beruntung juga.
——
Wah, ceritanya panjang sekali ya
Intinya cuma ingin berbagi saja. Bahwa yang namanya rizki itu adalah hak Allah. Kalau Allah berkehendak, Ia akan memberikannya pada kita. Tapi kalau Allah tidak berkehendak, seberapa besar kita berusaha, tak akan kita raih.
Artikel terkait:
