Dec '05
30

Catatan Akhir Tahun (5): Tentang Lingkungan Tempat Tinggal

Files under Diary | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Terima kasih buat:
Ibu kosku, yang sering ngangkatin jemuranku yang udah kering, kalau aku males ngambil, wuaaa… dasar!! jangan ditiru ya..
Bapak kosku, yang pernah nawarin untuk ngantar aku ke stasiun saat mudik karena khawatir ga ada angkot pas hari raya, juga ngantar ke dokter saat aku sakit.
Ibu penjual mie ayam, yang telah menunjukkan padaku tempat kos yang nyaman ini.
Bapak penjual somay, yang sering mangkal siang hari di samping kosku.

Dan juga…
Mereka, para pedagang Pasar Simpang Dago.
Kalau aku pingin martabak telor, aku pilih martabaknya Pak Sofyan yang asli Cilacap, sambil mengetes bahasa jawa kramaku supaya ga lupa.
Kalau aku pingin martabak manis, aku pilih martabak Legit yang murah meriah, aku suka rasa dobel pisang, ingat lho DOBEL PISANG (ada dobelnya, biar mantap!) dan bukan rasa keju, coklat, atau sebagainya. Cuma 5ribu perak.
Kalau aku pingin es shanghai, aku pilih es shanghai Fadhillah, aku dan Diana telah menjuluki ini es shanghai paling enak di dunia.
Kalau aku pingin bubur kacang hijau, aku tinggal nyeberang jalan, langganan nih, kacang hijau pakai susu itu yang paling enak, hanya 2500 perak.
Kalau aku pingin roti bakar, aku pilih yang di tikungan Tubagus Ismail, aneka rasa.
Tapi sayang, kalau aku pingin pisang bakar, harus ke Cafe Madtari di dekat bypass Sulanjana.
Pagi-pagi, di sini ada kue pukis yang cukup murah, 250 perak per kue. Kalau sore hari harga kue pukis di sini jadi 600 perak per kue lho.
Sore-sore, ada molen campur yang sangat menggoda hati. Molen isi pisang itu biasa, tapi pernah coba ga molen isi coklat, kacang hijau, nanas dan nangka? Tapi harganya naik, dari 250 perak menjadi 300 perak.
Kalau aku pingin ikan bakar, aku pilih ikan bakar asli Ponorogo, asik ada temen buat ngomong jawa lagi.
Kalau aku ingin ayam… hehe, aku ga suka ayam tuh, jadi ga pernah beli ayam.
Oya.. ada satu yang terlupa. Kalau aku pingin durian, di sini tiap siang menjelang sore ada mobil durian. Murah lho, kalau di supermarket harga durian bisa mencapai 70ribu per buah. Di sini satu buah durian ada yang cuma 12ribu (hasil tawar menawar).
Sayangnya, bubur ayam di sini sangat mahal, 7ribu perak per porsi, tapi lumayan banyak juga sih.
Trus, aku belum menemukan sate kambing yang seenak saat aku tinggal di asrama dulu.

Pasar Simpang Dago, benar-benar tak ada matinye!
Pagi hari jam 3 sudah ramai akan pedagang sayuran, sampai menjelang siang hari. Siang hari baru terlihat agak sepi, inilah saat di mana kemacetan di daerah Simpang Dago boleh dibilang minim. Tapi pedagang di dalam pasar juga masih banyak. Sore hari, pedagang-pedagang sayuran udah pada pulang, mulailah berdiri tenda-tenda pedagang dari martabak, roti bakar, sampai makanan-makanan berat. Mereka berjualan sampai tengah malam menjelang pagi. Setelah mereka pulang, kembali lagi pagi-pagi pedagang sayuran menggelar jualannya, sampai bikin jalanan macet.

Denger-denger, Pasar Simpang Dago mau digusur, oh NO!!
Bukan hanya mereka para pedagang itu yang akan kehilangan pekerjaannya, aku juga akan sangat kehilangan!


Artikel terkait:


One Response to “Catatan Akhir Tahun (5): Tentang Lingkungan Tempat Tinggal”

  1. #1 By Awan!!No Gravatar on 7 Jan 2006 | Reply

    wah, sama dong selera kita, martabak telor sofyan…

    Fadhillah jelas punya es shanghai paling enak di bandung, dan dia juga yang pertama pake brand “es shanghai”… dulu, waktu belom ada es shanghai laen, tiap bulan ramadhan, di fadhillah udah tercipta antrian panjaaaang mulai jam 2 siang sampe jam setengah 7 malem.

    Martabak manis yang bogasari lebih enak… dari martabak sofyan jalan sedikit ke arah tubagus… martabaknya kecil tapi isinya banyak… dan martabaknya empuk banget… legit… mmmm…

    Bubur ayam? beli bubur ayam zaenal ya? memang udah terkenal kemahalannya itu sih. 5 tahun yang lalu juga harganya udah 4500. sekarang 7000? wajar…

    Kalo mau bubur ayam, ke dipati ukur aje, deket pertigaan sekeloa. diseberangnya juga ada martabak manis yang cukup enak, dengan menu unik : martabak ketan (tadinya sy kira kurang enak, ternyata yahud juga…). Buburnya juga enak, dengan harga wajar…

    ko jadi promosi makanan gini ya???

    Awan!!’s last blog post..Es Krim (Seri Makanan Untuk Jiwa)

    Wah, makasih banyak nih, jadi dapat banyak info :)

Post a Comment