Dulu aku pernah ditawari temen yang jualan parfum untuk membeli parfumnya. Langsung ku bilang “aku kan belum punya suami”. Mungkin jawabanku ga nyambung ya? Aku sih berprinsip, buat apa sekarang beli parfum, apakah akan sering aku pakai, lebih banyak menimbulkan manfaat atau mudharat.
Dalam sebuah hadits disebutkan
Barang siapa seorang wanita memakai wewangian, kemudian berjalan di depan para lelaki, agar mereka tertarik kepadanya, maka wanita tersebut sama dengan pezina
Nah, jadi buat apa aku beli parfum, toh untuk saat ini belum ada gunanya. Kalau aku pakai keluar rumah, rawan fitnah, kecuali jika semua laki-laki di dunia ini sedang mengalami masalah hidung tersumbat. Sementara kalau aku pakai di dalam kamar, buat apa di dalam kamar aja pakai parfum.
Memang sudah fitrahnya, wanita ingin tampil cantik dan menarik. Tapi sudahkah kita menempatkannya pada tempat yang sesuai?
Cerita lain, ini terjadi saat aku diundang ke acara walimahan temanku. Aku sendiri hanya butuh waktu 10 menit dari selesai mandi sampai siap berangkat. Tapi teman-temanku ada yang sampai membutuhkan waktu setengah jam untuk ‘mempersiapkan’ diri, biasa lah.. kebutuhan wanita.
Aku ga tau, apa mungkin aku yang terlalu kuper atau gimana. Tapi, seumur hidup aku ga pernah pakai lipstik kecuali waktu kakakku menikah dan sepupuku menikah. Bahkan, aku baru tau di hari itu kalau ada benda bernama maskara untuk melentikkan bulu mata, kemudian ada catok bulu mata, dan lain sebagainya.
Memang sih di sebuah hadits disebutkan
Sesungguhnya Allah itu indah dan senang kepada keindahan. Apabila seseorang keluar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan diri
Tapi, apakah yang dimaksud indah di sini berarti harus tampil dengan polesan-polesan berlebihan. Bagiku, prinsip utama yang harus dipegang, penampilan jangan sampai menimbulkan fitnah. Buat apa menebar kecantikan pada laki-laki yang bukan suami kita. Daripada sekarang repot-repot beli kosmetik berlebihan, mending uangnya dipakai untuk hal lain yang lebih berguna.
*buat para lelaki yang tidak pernah melihat aku tampil cantik, kecantikanku memang bukan untuk kalian kok ^_^
Artikel terkait:

#1 By wisnu
on 7 Jul 2007 | Reply
Ya ya terus kapan nih ceritanya…
sudah berapa postingan berhubungan…
jangan jangan ?? hem… ato aku ketinggalan berita ya??
wisnu’s last blog post..Still Stucked Here… Alone…
Tunggu aja beritanya nanti…
#2 By aku
on 7 Jul 2007 | Reply
wiiih.mantap niih…
betoul mba…
lebih bagus natural..hehe
dandannya nanti aja…
di rumah buat suami tercinta…
dandan yang ini pahalanya guedee bangad…hehehehe
aku’s last blog post..Poling
Betul Infall, setuju…
#3 By Anonim
on 7 Aug 2007 | Reply
Berlebihan itu gak cuma masalah tampilan fisik lho. Bagus juga sih, berarti Rita ini pemegang prinsip bahwa ’suami itu adalah the one and the only..’ siapapun suaminya kelak. Biarkan tirainya tetap tertutup hingga waktu dan seseorang yang diberkahi membukanya. Rita ini berusaha menjaga tirai itu tetap bersih…:)
Salam,
Awanlakmus
#4 By Anonim
on 7 Aug 2007 | Reply
Jadi gak perlu dandan ya? Jadi dandan di depan suami aja ya? Klo gak pernah dandan, gak menarik donk……
Trus, klo sebelum nikah gak pernah dandan, setelah nikah tiba2 suka dandan, takutnya suaminya nyangka macem2.
Oh ya, klo pake bedak itu termasuk dandan gak?
“*buat para lelaki yang tidak pernah melihat aku tampil cantik, kecantikanku memang bukan untuk kalian kok ^_^”
Buat suami ya mba? Klo mba blum nikah, Jadi sebelum akad nikah gak bakal dandan?
hehe..
Tambahan : di Foto wisuda, mba dandan gak?
Dandan itu maksudku di sini pakai make-up di selain bedak.
Di wisuda aku ga dandan, cuma pake bedak aja.
#5 By Anonim
on 7 Aug 2007 | Reply
beruntung sekali orang yang akan menjadi suamimu,,.
sebenernya saya yang beruntung akan mendapatkan suami seperti dia