Sep
13

Bersiaplah Menjadi Ibu

Files under Artikel | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.

Ungkapan seorang penyair di atas menggambarkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi yang kelak akan menentukan kualitas suatu bangsa. Ibu adalah sekolah -bahkan sekolahan pertama- bagi anak-anaknya. Ibu bagaikan wadah pendidikan yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar -terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa.

Gambaran pentingnya tugas seorang ibu tercakup dalam pernyataan yang diungkapkan oleh Dr. A. Madjid Katme, Presiden Asosiasi Dokter Muslim di London dalam Konferensi Dunia tentang Wanita di Beijing yang ia tuturkan berikut ini:

“Tugas keibuan adalah pekerjaan yang paling terhormat dan membutuhkan ketrampilan di dunia ini. Dan terlaksananya tugas ini sangat penting bagi pemeliharaan dan perlindungan anak terutama di masa awal-awal pertumbuhannya. Walaupun tugas keibuan sebenarnya adalah tugas yang full time, tak berarti ayah sebagai pencari nafkah tak ikut bertanggung jawab. Tak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas seorang ibu dari tugas keibuannya. Dan tak ada seorang pun yang dapat mengambil alih tugas keibuan tersebut.”

Bagi seorang muslimah, betapapun beratnya tugas seorang ibu tetapi keimanan dan harapannya akan iming-iming surga memotivasinya untuk rela dan bersungguh-sungguh menjadi seorang ibu. Apalagi Islam memberikan kedudukan dan penghormatan yang tinggi terhadap seorang ibu. Seorang ibu muslimah dapat menjadi salah satu penentu seseorang untuk meraih surga seperti sabda Rasulullah saw., berikut ini:

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Untuk membentuk generasi muslim yang tangguh dan bertaqwa, tidaklah cukup hanya dengan menghadirkan anak-anak yang cerdas saja, melainkan anak-anak yang optimal dari berbagai segi seperti biofisik, psikososial, kultural, dan ruhiyah serta melingkupi skala dunia dan akhirat. Maka untuk mencetak generasi dengan kriteria di atas, dibutuhkan para ibu yang handal, oleh karena itu para muslimah yang kelak akan menjadi calon ibu harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi ibu harapan umat. Persiapan ini tidak hanya harus dilakukan setelah menikah, tetapi dapat dimulai saat seorang wanita masih lajang agar ketika ia memasuki perannya sebagai ibu, ia sudah siap melaksanakan tugas keibuannya.


Artikel terkait:


3 Responses to “Bersiaplah Menjadi Ibu”

  1. #1 By edratnaNo Gravatar on 7 Oct 2007 | Reply

    Mbak Rita,Selamat menempuh Hidup Baru. Semoga berbahagia, rukun2 selalu. Menjadi keluarga yang sakinahdan selalu dilindungi oleh Nya. Amien

    edratna’s last blog post..8-8-08

    Amin… terima kasih bu, atas doanya.

  2. #2 By arifNo Gravatar on 7 Oct 2007 | Reply

    weleh, mbak rita dah siap-siap jadi ibu nih, rupanya :p ngebut banget mbak, hihihi

    arif’s last blog post..x

    ya.. setiap orang pasti ingin jadi ibu, jadi perlu persiapan sejak dini…

  3. #3 By edratnaNo Gravatar on 7 Oct 2007 | Reply

    Menjadi ibu adalah suatu karunia yang tak terhingga. Bersyukurlah jika mendapat karunia tersebutDan betapa bahagianya melihat anak tumbuh
    besar dan sehat. Semoga Rita bisa menjadi ibu yang baik, dan memperoleh anak yang sholeh, yang berbakti pada orangtua, dan selalu berada dijalan yang diridhoi oleh Nya

    edratna’s last blog post..8-8-08

    Amin… makasih atas doanya, bu…

Post a Comment