Aug '08
11

Bekerjalah

Files under Kontemplasi | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Ada cerita tentang seorang ibu yang harus bekerja keras demi perut dan pendidikan anak-anaknya. Setiap pagi, kala sang fajar belum menampakkan diri, ia telah bergegas bangun. Menunaikan kewajiban pada Rabbnya lalu menyiapkan sarapan ala kadarnya. Berbekal lembaran lusuh hasil penjualan kemarin, ia berbelanja sayur mayur dan bahan mentah lainnya. Belum lagi pukul enam pagi, dagangannya telah siap dijenguk para pelanggan.

Menjelang tengah hari, ia bersiap-siap pulang karena tak ingin tertinggal adzan Dhuhur. Setelah kewajibannya tunai, dibantu anak sulungnya yang mulai besar, ia meracik dan memasak sisa dagangan agar tak terbuang sia-sia. Dengan senyumnya yang ramah ia berkeliling menawarkan makanan siap santap pada tetangga dekat dan jauh. Di daerah itu, ia memang dikenal banyak orang. Mbok, ya ia cukup disapa Mbok. Mungkin tak seorang pun peduli siapa namanya.

Memang bukan cerita dan namanya yang penting, tapi semangat dan sikap optimisnya dalam menghadapi kehidupan yang perlu ditiru. Setiap pagi, kala keluar rumah menuju pasar, ia tak pernah berpikir soal berapa rupiah yang akan dibawa pulang untuk anak-anaknya. Ia berkata, Rezeki itu sudah diatur Gusti Allah. Gusti Allah ndak akan keliru.

Jika seorang penjual sayuran dengan kehidupan yang amat sederhana bisa tetap optimis dan tawakal menjalani kehidupan, tidakkah kita malu jika sering mengeluh, apalagi putus harapan akan adanya hari esok yang lebih baik…

Wa quli’malu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuluhu wal mu’minun.

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.

(QS. At Taubah: 105)


Artikel terkait:


One Response to “Bekerjalah”

  1. #1 By rasixNo Gravatar on 20 Aug 2008 | Reply

    beberapa malah berpikir dengan bekerja dia tercukupi semuanya. bukan bekerjanya saja yang perlu ditiru.. tapi bagaimana sang ibu mempunyai sandaran yang tak pernah mengingkari janji.

    beberapa orang serasa hidup tak punya tuhan

    rasix’s last blog post..Terima Kasih Ibu

    Maksudnya apa ya? Aku ga ngerti kalimatmu yang berbunyi “tapi bagaimana sang ibu mempunyai sandaran yang tak pernah mengingkari janji.”
    Bisa dijelaskan?

Post a Comment