Nov '05
8

Bagian 8 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Atur diri dan berbarislah agar dicintai

Jangan tanya apakah Yahudi yang tinggal di Israil itu Dzimmi atau Harbi.
Kalau anak SD kita di sini diajari, “Jika ani mempunyai 5 buah jeruk, lalu satu jeruk ia makan dan dua yang lain diminta kakaknya, berapa jeruk ani yang masih ada?”. Maka anak-anak SD israil telah diajari, “Jika ada 500 tentara Arab, 100 orang di antaranya telah kita tembak mati dan 200 lainnya melarikan diri, ada berapa lagi tentara Arab yang harus kita tembak mati?”.
Betapa mengakar struktur permusuhan itu dibangun!

Da’wah ini, Islam ini, kata seorang pembimbing keputrian saya di pesantren dulu, tidak hanya perlu orang pintar, tetapi lebih dari itu, ia sangat memerlukan orang yang shalih yang bisa dan bersedia ditata. Ya, meminjam istilah ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu Al haq bilaa nizham. Yaghlibhul bathiil binizham, kebenaran tak tertata, pasti terkalahkan oleh kebatilan terstruktur. Menata adalah syarat cinta. Menata diri, dan menata barisan kita.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris-baris teratur, seakan mereka adalah bangunan yang kukuh tersusun”. (Ash Shaff : 4).


Artikel terkait:

Post a Comment