Nov '05
4

Bagian 4 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Posted by Amorita Kurnia Dewi

Cintaku, aku menang selalu!

Inilah kompetisi berkorban, berlari menuju Allah. Seperti dia yang takjub pada keindahan surga, ‘Umar bin Al Hammam. “bakh… bakh… ”, katanya. Waktu menghabiskan sebuah kurma yang sudah ada di mulut terasa begitu lama baginya untuk menyambut seruan kompetisi. Inilah perasaan seorang pemenang. Ia memuntahkan kurma itu dan mengatakan, “Aku mencium wanginya surga dari baik bukit ini”.
Medan Badar dan Uhud menjadi saksi betapa banyak kompetisi agung ini terjadi. Bahkan di antara ayah yang pincang dan anak yang terlalu belia, sampai salah satunya berkata, “Kalau saja bukan surga tujuan kita, tentu aku akan mengalahkan ayah…”.
Takkan surut walau selangkah. Takkan henti walau sejenak. Cita kami hidup mulia atau mati syahid mendapat surga (shoutul harakah : gelombang keadilan).


Artikel terkait:

Post a Comment