Feb
28

45 Jam per Minggu

Files under Diary | Posted by Amorita Kurnia Dewi

45 jam aku tinggal bersama suamiku setiap minggunya. Jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan lain yang berkisar 13 jam sehari atau sekitar 100 jam perminggu.

Pertemuan kami yang begitu singkat membuat setiap detik pertemuan begitu berharga. Jauhari sebelum suamiku datang, kami telah menyusun agenda pertemuan kami yang haruslah berkualitas. By the way, kami jarang bepergian, kami lebih suka menikmati waktu kebersamaan kami di rumah kontrakan kami. Aktivitas yang kami lakukan seputar bercerita tentang pengalaman, belajar bersama (belajar bikin web), membaca buku bersama, atau membaca artikel dari internet bersama-sama.

Minggu malam, saat kami harus berpisah, tak ada air mata yang harus dikeluarkan. Kami tidak sedih karena berpisah, karena seperti yang kukatakan pada postingan sebelumnya, meski kami jauh di mata, namun terasa dekat di hati


Artikel terkait:


8 Responses to “45 Jam per Minggu”

  1. #1 By trianNo Gravatar on 7 Jan 2008 | Reply

    hmm, ..

    bingung mau komen apa, tapi pingin komen

    trian’s last blog post..Telkomsel, begitu dekat?

    lho, ini kan udah komen juga :)

  2. #2 By IndriNo Gravatar on 7 Jan 2008 | Reply

    Hua mb rita makin rajin nulis,dan br nyadar tema skrg pingky2, hehe, tampak sdg bahagia. Hmm.. Hebat bs menjalani long distance relationship meski sudah menikah. Pengen bs se sabar mb rita dh, hehe.
    gitu dekat?

    alhamdulillah, hadapi hidup dengan bahagia donk, ngapain juga harus bersedih :)

  3. #3 By IndriNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    O y,apa rahasianya mb? :P

    Rahasianya ada di sini. :)

  4. #4 By arioNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    nah lo…. emang suami di mana mba ?

    suami saya ada di cilegon, kerja di sana.

  5. #5 By ichaNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    waduh mbak.. aku jadi pengen menikah juga jadinya… :D

    semoga dimudkan ya, Cha.. :D

  6. #6 By QJoeNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    Wah… mbak… aku turut prihatin sekaligus ikut kagum akan ketabahan dan kekuatan tekad mbak dan suami berdua. Baru menikah udah harus berpisah, lha.. wong aku yang sudah cukup lama menikah saja rasane ndak kuat kalo harus berpisah lama-lama.

    Semoga mbak berdua bisa cepat berkumpul lagi bersama, membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah. warohmah…. amin. Do’a ken keluarga ku juga ya mbak.

    QJoe’s last blog post..eBay dan Auction

    Terima kasih atas doanya, mas. Semoga keluarga mas juga sakinah, mawaddah, wa rahmah… amin…

  7. #7 By edratnaNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    Rita, setiap putusan ada risikonya. Bagi wanita yang ingin terus berkarir diluar rumah juga ada risiko, sedang kalau mau jadi ibu rumah tangga juga bukan pilihan yang mudah, karena jika punya anak dan terjadi apa-apa kita sudah tak punya net working.

    Risiko seperti Rita telah saya jalani sepanjang perkawinan kami 27 tahun, dan nyaman-nyaman aja. Memang jarak nya relatif dekat, tapi zaman dulu Jakarta-Bandung perlu waktu minimal 4 jam lewat Puncak. Rasanya? Biasa aja tuh…malah kayak orang pacaran..dan di Bandungpun suami nyaman, karena ada pembantu laki-laki yang mendukung kebersihan rumah. Beratnya pada ongkos, tapi sejalan dengan kenaikan gaji, masalah ini jadi kecil sekali.

    Enaknya? Kalau liburan, anak-anak ikut menikmati kota Bandung, kursus renang, kursus piano dll. Kalau saya turne, dan waktu memungkinkan, anak-anak diajak ke Bali, Padang…ntar di kota tujuan, tinggal minta tolong orang untuk menemani anak-anak piknik…atau perginya Jumat sore, Minggu sore suami dan anak pulang…dan ibu meneruskan tugasnya. Anak sayapun mengalami hal ini, jaraknya tak tanggung-tanggung …Miami-Jakarta…entah bagaimana jalan keluarnya, biar mereka yang memikirkan.

    Anak buah saya banyak kok yang seperti Rita, jadi jarak Jakarta-Manado, Padang-Jakarta, Denpasar-Bandung dll bukan halangan lagi. Yang istrinya tak kerja, karena suami pindah-pindah (dikantorku tiap dua tahun pindah, ada yang lebih cepat), dan anak-anak sudah besar…sang ibu biasanya tak ikut pindah. Jadi…akhirnya sama kan???

    edratna’s last blog post..8-8-08

    Terima kasih Bu, atas sharing-nya. Memang, saya patut bersyukur jarak yang memisahkan kami masih relatif dekat.

  8. #8 By ndinndunNo Gravatar on 7 Mar 2008 | Reply

    waw,,,
    seneng yah bisa blajar breng suami,,,
    jadi pingin,,,^__^

    ndinndun’s last blog post..rezeki pulsa tak dikenal

    iya, seneng donk. semoga setiap langkahmu dimudahkan ya… :)

Post a Comment