Sebenarnya kami tidak tahu rute ke Masjid Kubah Mas, tanya beberapa teman dan orang-orang yang kami temui pun hasilnya nihil. Akhirnya kami naik angkot ke terminal Depok dari UI (tarif Rp 2.000,- per orang). Di terminal kami bertanya-tanya lagi ke orang-orang yang kami jumpai. Alhamdulillah, kami bertemu dengan seorang bapak petugas kebersihan terminal yang rumahnya di dekat Masjid Kubah Mas. Kami pun diberi tahu petunjuk menuju ke sana.
Dari terminal Depok kami naik angkot 03 menuju ke Parung Bingung. Eh… ternyata kami kebablasan, padahal kami udah bilang ke supirnya supaya diturunkan di Parung Bingung. Jadinya kami harus membayar Rp 8.000,- Kami lalu berbalik naik angkot ke Parung Bingung lagi (tarif Rp 2.000,- per orang). Dari Parung Bingung, kami ganti ke angkot 102 yang lewat di depan masjid (tarif Rp 2.000,- per orang). Kami pun turun tepat di depan Masjid Kubah Mas.

Sebenarnya Masjid Kubah Mas ini tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid lain. Hanya kubahnya aja yang terbuat dari emas. Suasana di dalam masjid pun hampir sama dengan masjid-masjid lain.

Masjid ini sangat luas, di sekeliling masjid terdapat taman-taman yang teduh. Selain itu masjid ini juga ramai dikunjungi orang.
Menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bandung. Kami naik angkot 102 ke Parung Bingung (tarif Rp 2.000,- per orang), lalu naik angkot 03 ke terminal Depok (tarif Rp 3.000,- per orang). Selanjutnya kami naik bus jurusan Bogor-Bandung (tarif Rp 45.000,- per orang) dan tiba di terminal Leuwi Panjang sekitar jam 10 malam. Dari Leuwi Panjang kami harus mengambil sepeda motor kami yang kami titipkan di stasiun Bandung. Ternyata menitipkan motor selama 2 malam dikenakan tarif Rp 15.000,- Dari stasiun kami pun nain motor menuju ke rumah.
Artikel terkait:
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 6)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 4)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 5)
- Jalan-jalan dari Dago Atas ke Punclut
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 1)
Posted by Amorita Kurnia Dewi |
1 Comment »
Dari Masjid Raya Bogor kami melanjutkan perjalanan ke UI. Kami naik angkot menuju stasiun Bogor (tarif Rp 2.500,- per orang), kemudian naik kereta menuju Depok (tarif Rp 2.000,- per orang). Kereta yang kami naiki kali ini lumayan lengang, banyak bangku kosong, mungkin karena kami naik dari Bogor (jadi belum banyak penumpang yang naik) dan ketika kami naik masih siang hari, belum jam pulang kerja.
Kami turun di stasiun UI, yang berada di dalam kampus UI. Kami melanjutkan perjalanan dengan berkeliling naik bus kampus (bus kuning). Mampir di Masjid UI dan Danau UI sebentar, selanjutnya keliling lagi naik bus.

Masjid UI

Danau UI

Halte Bus UI
Setelah puas berkeliling kampus UI, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Kubah Mas.
Artikel terkait:
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 7-habis)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 4)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 5)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 1)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 2)
Posted by Amorita Kurnia Dewi |
No Comments »
Pagi-pagi sekali kami berangkat ke Kebun Raya Bogor. Dimulai dengan naik angkot 05 ke Bubulak (tarif Rp 2.500,- per orang) dilanjutkan dengan naik angkot 02 ke Kebun Raya (tarif Rp 3.000,- per orang).
Kebun Raya Bogor
Kami tiba di Kebun Raya dan membeli tiket masuk seharga Rp 9.500,- per orang, tiket ini merupakan tiket terusan ke Museum Zoologi.

Peta Kebun Raya Bogor

Salah satu fosil di Museum Zoologi
Di sebelah utara Kebun Raya terdapat Istana Bogor. Tapi kami tidak bisa masuk ke sana, karena ditutup buat umum. Jadi kami hanya bisa menyaksikan Istana Bogor bersama rusa-rusa yang sedang mencari makan dari luar gerbang.

Kebun Raya ini sangat luas, dan banyak terdapat taman yang sayang sekali untuk dilewatkan. Ada juga bunga Rafflesia Arnoldi, tapi waktu kami ke sana sedang tidak berbunga.
Capek juga jalan-jalan di sini. Sayang ya, tidak ada penyewaan sepeda tandem seperti di Ragunan.

Menjelang Dhuhur, kami mencukupkan perjalanan kami di Kebun Raya ini. Karena ini hari Jum’at dan suamiku harus Jum’atan, kami segera ke Masjid Raya Bogor naik angkot 06 dengan tarif Rp 2.500,- per orang.
(bersambung)
Artikel terkait:
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 6)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 7-habis)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 4)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 2)
- Jalan-jalan ke Monas, Ragunan, TMII, Kebun Raya Bogor, UI, dan Masjid Kubah Mas (part 1)
Posted by Amorita Kurnia Dewi |
No Comments »