Kesimpulan
Dari cerita-cerita di bawah bisa kusimpulkan bahwa inilah kenangan yang tak kan pernah kulupakan. Hari-hari terakhirku sebagai mahasiswa ITB aku habiskan di rumah sakit. Dengan kondisi yang semula menggenaskan, panas badan yang sangat tinggi, sampai aku harus minum air tanpa henti. Airnya pun aku ga mau sembarang air, aku cuma mau minum air Aqua asli, selain air itu semua terasa ga enak.
Pengalaman pertama pakai Diapers, dengan ukuran yang kebesaran, karena pas beli ga ada yang ukurannya S. Pengalaman pertama minum air berliter-liter dalam sehari, 5 L lebih ga ya? Tentu saja dengan input sama dengan output.
Aku yang tadinya takut disuntik, sekarang harus pasrah tiap hari disuntik untuk diambil darahku. Pun aku yang paling benci minum obat, sekarang harus minum obat terus selama minimal 6 bulan non stop.
Perawat-perawat di sini baik-baik, selalu siap saat dipanggil. Dan tentu saja terampil-terampil. Demikian juga dengan ‘perawat-perawat’ baruku, teman-temanku. Apa jadinya aku tanpa teman-temanku. Betapa aku banyak berhutang budi pada mereka.
Selama aku di rumah sakit, aku telah dijenguk oleh 57 orang yang berbeda. Beberapa di antaranya datang lebih dari satu kali. Wah, enak ya diopname, jadi ketemu dengan banyak orang. Berikut rinciannya per hari:
- Hari pertama : 20 orang
- Hari kedua : 37 orang
- Hari ketiga : 11 orang
- Hari keempat : 11 orang
Artikel terkait:
