Nov '08
21

Nasi Kucing dan Wedang Ronde

Files under Perjalanan | 9 Comments

Setiap mudik ke Yogya, kami tidak pernah lupa menikmati nasi kucing dan wedang ronde. Kalau wedang ronde, aku sudah sering menikmatinya sejak kecil. Tapi kalau nasi kucing, baru setelah menikah ini aku kesampaian untuk menikmatinya.

Sejak dulu aku penasaran banget yang namanya nasi kucing itu seperti apa. Tapi karena waktu jaman sekolah aku ga pernah keluar rumah, jadi tetep aja aku ga tau. Setelah menikah, aku bertanya pada suamiku apa dia pernah mencicipi nasi kucing. Ternyata suamiku sering menikmati nasi kucing waktu jaman kuliah dulu.

Disebut nasi kucing karena memang porsinya sangat sedikit, kaya makanan kucing (kata ibuku). Makanya dulu kalau aku makan dikit banget, ibuku sering bilang “Kok makannya dikit banget, kaya kucing?” Harga satu bungkus nasi kucing sangat murah, hanya Rp 1.000. Bahkan dulu waktu jaman kuliahnya suamiku hanya Rp 500 per porsi. Karena porsinya sangat sedikit, sekali makan kita menghabiskan dua atau tiga bungkus nasi kucing.

Nasi kucing ini disajikan dengan sambal dan oseng-oseng ikan teri atau sejenisnya. Sama seperti nasinya, “lauk”-nya pun sangat minimalis. Namun kita bisa menambah lauk lain, seperti ayam, ati ampela, usus, atau tahu/tempe goreng dengan hanya menambah sekitar Rp 500 sampai Rp 2.000 per lauk.

Nasi kucing ini bisa dijumpai di sekitar kampus UGM, Malioboro, alun-alun utara dan selatan, biasanya juga terdapat di warung-warung angkringan di pinggir jalan. Pantas bila nasi kucing ini menjadi menu pilihan mahasiswa perantauan yang tinggal di Yogya, karena harganya yang murah meriah.

Sedangkan wedang ronde adalah minuman seperti wedang jahe, ditambah dengan candil (berisi gula jawa), roti, kolang-kaling, dan kacang. Disajikan panas-panas, cocok untuk menghangatkan tubuh di malam hari.

Wedang ronde ini bisa ditemukan di sepanjang Malioboro, alun-alun utara dan selatan, juga di tempat-tempat lain di Yogya, serta ada pula penjual wedang ronde keliling. Harganya pun murah, yaitu sekitar Rp 3.000 per porsi

Sampai saat ini, nasi kucing dan wedang ronde ini selalu menjadi menu langganan kami kalau kami mudik ke Yogya. Bagi yang mau main ke Yogya, bisa dicoba nih kedua menu murah meriah ini :)


Artikel terkait:
Nov '08
17

FKY

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Setiap tahun, di kota Yogya diadakan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). FKY ini selalu diselenggarakan pada tanggal yang sama, yaitu 7 Juni-7 Juli, untuk memperingati hari ulang tahun kota Yogya yang jatuh pada tanggal 7 Juni.

Aku masih ingat waktu masih SD dulu, aku sering menonton parade pembukaan/penutupan FKY. Di mana ada devile tentang atraksi dan kesenian Yogyakarta. Bahkan waktu “ospek” jaman SMA, aku sempat membuat karya ilmiah tentang FKY ini.

FKY tahun 2008 ini merupakan FKY yang ke XX. Ini berarti FKY baru ada sejak tahun 1989. Kebetulan kami pas mudik ke Yogya saat acara FKY XX berlangsung. Jadi kami menyempatkan diri untuk main ke sana.

FKY diadakan di Benteng Vredeburg, yang terletak di selatan Malioboro atau sebelah utara Alun-alun Utara. FKY ini berupa pasar raya dan pameran kerajinan daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Ada juga panggung hiburan yang setiap malam selalu ada acaranya.



Kapan-kapan kalau berkunjung ke Yogyakarta pas bulan Juni-Juli, silakan mampir ke acara FKY :)


Artikel terkait:
Nov '08
16

Selalu Ada Kemudahan dalam Setiap Kesempitan

Sesuai janji Allah, di setiap kesulitan selalu ada kemudahan, bahkan ada yang menyebutkan satu kesulitan diapit oleh dua kemudahan. Tentu saja, untuk keluar dari kesulitan menuju kemudahan kita harus berikhtiar. Ikhtiar bisa dilakukan dengan tenaga, harta, pikiran, dan tentu saja yang tidak boleh lupa ikhtiar dengan DOA.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Sekuat apapun kita berusaha, jika Allah tidak mengabulkan, maka usaha kita tak akan berhasil. Di sinilah pentingnya ikhtiar doa. Karena Allah telah berjanji akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa pada-Nya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah: 186)

Dalam ayat di atas, terlihat bahwa ketika berdoa dan memohon kepada Allah, hendaklah kita menyertainya dengan keimanan dan ketakwaan. Nah, berarti selain berdoa kita harus senantiasa menjaga diri kita agar selalu di jalan tersebut. Bisa jadi Allah tidak mengabulkan doa kita, karena kita masih sering berbuat maksiat. Semoga kita semua selalu istiqomah di jalan-Nya :)


Artikel terkait:
Nov '08
15

Life is Problem

Files under Kontemplasi | 3 Comments

Kata Reza M. Syarief, Life is Problem, hidup adalah masalah. Selama kita hidup, kita akan selalu menghadapi masalah. Hanya orang mati yang tidak punya masalah.

Setidaknya, ada tiga hikmah Allah memberikan kita masalah.

Pertama, masalah membuat kita menjadi dewasa. Dengan adanya masalah, kita akan berpikir untuk menyelesaikannya. Semakin banyak masalah yang kita hadapi, semakin kaya pikiran kita dalam menyelesaikannya, semakin kaya pengalaman hidup kita.

Kedua, masalah membuat kita merubah hidup kita. Allah tidak akan merubah keadaan kita, sehingga kita merubah keadaan yang ada dalam diri kita sendiri. Masalah membuat kita selalu dinamis untuk bergerak, bertindak, dan melangkah.

Ketiga, masalah membuat kita semakin yakin bahwa dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Ketika kita telah berhasil menyelesaikan masalah, kita akan merasakan kemudahan. Masalah membuat kita yakin bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya.

Bagaimana jika suatu masalah tidak bisa terselesaikan? Atau mungkin kita sering mendengar ada orang stres karena menghadapi masalah?

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. (QS. Ali Imran: 159)

Ikhtiar manusia sangat terbatas. Maka Allah memerintahkan kita untuk bertawakkal setelah berikhtiar. Bertawakkal artinya berserah diri, tunduk dan ikhlas atas hasil jerih payah kita. Jika memang ikhtiar kita berakhir dengan kegagalan, itulah takdir Allah. Dan Allah tidak pernah salah memberi takdir, karena Dia-lah yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita.

Jadi, kita lah yang menentukan, apakah suatu masalah akan membuat citra diri kita positif atau negatif. Apakah kita akan berkata “God, I have a big problem” ataukah berkata “Hey problem, I have a big God.”


Artikel terkait:
Nov '08
11

Jangan Takut Gagal!

Files under Kontemplasi | 1 Comment

Jangan takut untuk terus mencoba dan mencoba! Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Seorang Thomas Alfa Edison butuh seribu kali untuk menemukan listrik. Seorang Einstein butuh dicap sebagai “anak idiot” untuk menjadi jenius. Bahkan Rasulullah pun harus dicaci dan dimaki untuk menjadi panutan nomor satu di dunia ini.

Hidup ini ibarat game. Kita butuh usaha keras untuk memenangkan pertandingan. Beberapa strategi kita terapkan. Sampai suatu saat kita harus menghadapi kesulitan untuk memenangkannya.

Di sinilah kita harus berani gagal. Karena takut gagal hanya akan membuat kita tak berani mencoba. Bukankah orang yang tak pernah gagal adalah orang yang tak pernah mencoba?

Bagaimana jika kita gagal?

Gampang saja. Tinggal restart kembali “permainan” kita. Bukankah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda? Dan bukankah pengalaman adalah guru terbaik bagi kita?


Artikel terkait:
  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >