Sep '08
30

Selamat Idul Fitri 1429 H

Files under Diary | 4 Comments

Semoga Allah menerima amalan kita, puasa kita, dan menjadikan hari-hari kita selalu dalam kebaikan.
Semoga kita termasuk dalam golongan muttaqin sebagaimana tujuan berpuasa.
Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Selamat Idul Fitri 1429 H
Mohon maaf lahir dan batin

*Rita&Yanto*

# Kutipan sms yang kukirim ke teman-temanku
# Baris pertama itu sebenarnya terjemahan dari “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘amin wa antum bi khairin”

Dalam beberapa hari ke depan, aku akan libur dari dunia maya (kembali ke dunia nyata :) ). Jadi aku akan libur nge-blog, nge-chatting, ataupun nge-plurk (pasti karmanya turun drastis lagi :) ).
Sampai jumpa ;)


Artikel terkait:
Sep '08
30

Ucapan paling afdhol saat Idul Fitri

Files under Artikel | 2 Comments

Rasulullah biasa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada para sahabat, yang artinya semoga Allah menerima aku dan kalian. Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.

Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.

Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri tidak pernah dicontohkan, sepertinya itu budaya orang Indonesia. Yang sering salah kaprah adalah ucapan tersebut biasanya diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Minal ‘aidin artinya dari golongan yang kembali. Dan wal faizin artinya dari golongan yang menang. Jadi makna ucapan itu adalah semoga kita termasuk golongan yang kembali dan semoga kita termasuk golongan yang meraih kemenangan.

Begitu yang aku pahami, wallahu a’lam.


Artikel terkait:
Sep '08
30

Pe-ralat-an SMS Idul Fitri

Files under Artikel | 2 Comments

Sengaja ditulis pe-ralat-an, biar ga dikira per-alat-an

Sekitar 14% dari teman-temanku yang mengirimiku sms lebaran mengalami kesalahan tulis, misal:

taqabalallahu minna wa minkum — salah
harusnya:
taqabbalallahu minna wa minkum
ditulis dengan dobel b

minal ‘aidzin wal faidzin — salah
harusnya:
minal ‘aidin wal faizin
‘aid = kembali
faiz = kemenangan
tidak ada istilah ‘aidz atau faidz dalam bahasa arab


Artikel terkait:
Sep '08
29

Masjid Al Akbar Surabaya

Files under Perjalanan | 2 Comments

Selepas mengunjungi lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, kami kembali ke Surabaya. Tak lupa kami mampir ke Masjid Al Akbar Surabaya untuk menunaikan shalat Asar.

Masjidnya bagus ya :) Besar dan luas, arsitekturnya juga indah.

Sayangnya, di masjid ini aku kok merasa banyak penjaganya ya. Di depan masjid ada penjaga yang menunggui kotak infaq. Di tempat wudhu akhwat (di ikhwan mestinya juga ada) juga ada penjaga yang menunggui kotak infaq. Jadi kurang bebas aja, infaq kok sepertinya ‘wajib’, di beberapa tempat lagi. Lebih nyaman di Masjid Salman, Pusdai, atau DT, kotak infaq tidak usah dijaga. Jadi tidak ada rasa sungkan atau ‘ga enak’, masak mau infaq aja dilihatin dan terkesan ‘wajib’ lagi.

Cerita di Surabaya berakhir di sini ya, udah cukup panjang nih, sampai makan enam postingan :)


Artikel terkait:
Sep '08
26

GOYS-kan hari-harimu!

Files under Artikel | 1 Comment

Numpang promosi ya :)

Gamais On Your Screen is Now Back!
Dapatkan SMS penuh makna dan inspirasi setiap harinya.
plus info-info akademik dan event di sekitar kampus..
GRATIS!

So, tunggu apa lagi..
GOYS-kan hari-harimu!
———————————————————

Ajak semua orang mendaftar GOYS!
hanya dengan ketik :
GOYS<spasi>REG<spasi>nama<spasi>fakultas/jurusan<spasi>angkatan
kirimnya ke 0817-2008-4-9
contoh :
GOYS REG joko STEI 2008
GRATIS! SMS penuh makna & inspirasi setiap harinya..

Persembahan dari Keluarga Mahasiswa Muslim (Gamais) ITB.
Terbuka juga untuk non-mahasiswa ITB.


Artikel terkait:
Sep '08
26

Pemandangan Lumpur Lapindo Porong Sidoarjo

Files under Perjalanan | 2 Comments

Butuh waktu hampir satu jam untuk menuju daerah lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo dari Surabaya dengan menggunakan sepeda motor. Setiba di sana, kami disambut tulisan “Selamat Datang di objek wisata Lumpur Lapindo” dan dikenakan tarif masuk Rp 3.000,- Semoga aja tarif ini untuk membantu meringankan korban lumpur Lapindo ya!

Inilah beberapa foto yang sempat kami ambil.



Tak terbayang berapa miliar total kerugian yang diderita penduduk sini. Rumah-rumah, sekolah, pabrik, sawah, ludes dimakan lumpur. Meski kejadiannya udah lebih dari 2 tahun, masih banyak korban yang tinggal di pengungsian, mereka belum mendapatkan ganti rugi tempat tinggal. Padahal mereka tidak salah apa-apa kan? Sungguh kasihan sekali keadaan mereka.

Lumpur Lapindo ini juga telah membuat putus jalan yang menghubungkan Surabaya dan Mojokerto (kalau ga salah). Lihat gambar di bawah.

Dan juga sempat menggenangi jalur kereta api Surabaya - Malang. Sekarang sudah dibuat gundukan tanah di dekat jalur kereta api tersebut, supaya lumpur tidak tergenang lagi.

Selayaknya kita (yang tidak menjadi korban) ini bersyukur atas banyaknya nikmat yang Allah berikan pada kita. Memang benar, untuk urusan dunia lihatlah orang-orang yang berada dalam kondisi di bawahmu, sedangkan untuk urusan akhirat lihatlah orang-orang yang berada di atas tingkatanmu.


Artikel terkait:
Sep '08
24

Kematian

Files under Kontemplasi | 1 Comment

Entah kenapa akhir-akhir ini aku banyak berpikir tentang kematian. Banyak orang telah meninggalkan kita, kembali kepada-Nya. Kita pun tinggal mengunggu waktu untuk menyusulnya.

Penyebab orang mati bermacam-macam. Ada orang mati karena sakit, sebelum mati tentu ia merasakan puncaknya sakit. Ada orang mati karena kecelakaan di jalan, sebelum mati tentu ia merasakan sakit (misal: tertabrak, sampai berdarah-darah). Ada orang mati tenggelam di air, sebelum mati tentu ia merasakan sakit (ga bisa bernapas, air masuk ke paru-paru). Ada orang mati dibunuh, sebelum mati ia juga merasakan sakit (dipukul, ditusuk). Ada orang mati karena berdesak-desakan, sebelum mati ia pun merasakan sakit (kehabisan nafas, terinjak-injak).

Ada tidak ya, orang yang tidak merasakan sakit ketika mati?

Semua orang yang mati itu, telah mengalami sakaratul maut. Bagaimana rasanya sakaratul maut. Berikut ketika Rasulullah menghadapi sakaratul maut:

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Rasul saja kesakitan menghadapi sakaratul maut, bagaimana kita nanti?

Mendengar kabar ada orang meninggal, aku selalu berpikir “Orang itu telah mengalami masa paling menyakitkan dalam hidupnya”. Bagaimana ketika aku mati nanti? Mampukah aku menghadapi sakitnya sakaratul maut? Mampu atau tak mampu, kita semua pasti dan harus menghadapinya.

Nenekku meninggal karena sakit, beberapa hari sebelum meninggal beliau sering berteriak-teriak karena sakit yang dideritanya. Begitu pula ketika kakekku akan meninggal, meski beliau sudah tak bisa berkata-kata lagi, tapi aku yakin beliau merasakan sakit tiada tara. Pun demikian ketika ibuku meninggalkanku, beberapa hari sebelumnya ibu sudah tak mampu membuka mulutnya sehingga untuk makan harus lewat hidung, aku yakin ibu juga merasakan sakit. Makanya, sehari sebelum ibu meninggal, ketika kutahu sakit ibuku sudah semakin parah, aku memohon pada Allah supaya mempercepat proses sakaratul maut ibu. Aku tak tega melihat ibu menderita terlalu lama. Dan paginya, ketika ibu meninggal, aku merasa lega, sakaratul maut itu telah berakhir.

Aku tak tahu bagaimana aku mati kelak. Rasanya tak begitu penting membayangkan seperti apa kematian kita kelak. Toh sudah jelas, setiap sakaratul maut itu sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempersiapkan agar ketika mati kita berada dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.

Taushiyah dari Aa’ Gym:

Jangan sampai kita mati dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya. Mulut sering tak sadar menyenandungkan kemaksiatan, siapa tahu di situlah akhir hidup kita. Setiap saat, jangan pernah kita berhenti mengingat-Nya, karena kita tak tahu kapan ajal kita. Kematian bisa datang kapan saja, dan tak ada satu pun yang dapat menduganya.

Taushiyah dari Ustadz Budi Prayitno:

Kadang kita berpikir, kenapa ya ada orang shaleh yang akhir hidupnya mengenaskan. Itu karena Allah sangat mencintainya. Allah ingin mencuci dosa-dosanya di akhir hayatnya. Ketika ia mati, sakit yang ia rasa telah membersihkan dosa-dosanya. Sehingga ketika ia menghadap Allah, ia sudah bersih dari dosa.

Indah betul ya? Jadi ingat para syuhada’ yang syahid di medan perang. Mereka begitu merindukan mati di medan perang, karena mereka tahu, mereka sedang menjemput syurga.


Artikel terkait:
Sep '08
23

Di-”lupa”-kan

Files under Kontemplasi | 3 Comments

Coba hitung tanpa kalkulator, berapa nilai dari 1.026 x 325 ?

Jawabnya sudah pasti, yaitu 325.800.

Entah kenapa, di pagi itu aku menghitung 1.026 x 325 hasilnya adalah 326.800. Tiga kali aku menghitung pakai coret-coretan, hasilnya sama 326.800.

Beberapa jam kemudian, aku mencocokkan hasil hitunganku dengan suamiku. Ternyata hasil hitungan suamiku 325.000. Kami pun bertukar coret-coretan kami. Kata suamiku, “Nah, ini kamu yang salah, 5 + 1 + 9 itu hasilnya 15, bukan 16″. Setelah kuteliti kembali coretanku, aku baru sadar. Ternyata aku salah menghitung 5 + 1 + 9 sama dengan 16.

Aku pun bertanya, “Kenapa ya aku bisa salah menghitung 5 + 1 + 9 sama dengan 16. Kok bisa tiga kali menghitung salah semua? Padahal aku menghitungnya di tiga waktu yang berbeda”.

Suamiku menjawab dengan singkat, “Mungkin Allah sengaja membuat kamu lupa”.

Aku berpikir, betul juga ya. Otakku ini kan ciptaan Allah. Jadi mudah saja jika Allah ingin mengatur bagaimana kerja ciptaan-Nya itu. Peristiwa ini juga memberiku hikmah, sepandai-pandainya orang berusaha, tanpa ijin Allah usahanya ga akan berhasil. Jadi, harusnya ga ada tuh orang yang merasa tinggi hati.


Artikel terkait:
Sep '08
17

Kebun Binatang - Monumen Kapal Selam Surabaya

Files under Perjalanan | 1 Comment

Berkunjung ke suatu daerah, tak lengkap rasanya tanpa mengunjungi objek-objek wisatanya. Mumpung ada di Surabaya (dan tidak setiap tahun bisa ke sana), kami mengunjungi dua objek wisata berikut.

Yang pertama, Kebun Binatang Surabaya. Tak jauh beda dengan kebun binatang-kebun binatang lain. Kebun Binatang Surabaya ini lebih luas dan lebih lengkap daripada Kebun Binatang Yogya. Cuma kalau di Yogya, ada trem dan becak air yang bisa kita naiki, di Surabaya ini ga ada. Kalau kebersihannya sih kira-kira sama, sama-sama kotornya :)

Kedua, kami mengunjungi Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya. Tiketnya sangat murah, hanya Rp 5.000. Di sini kita bisa menyaksikan dan masuk ke dalam kapal selam (tentu saja kapal selamnya di darat, bukan di air :) ), yang dulunya dipakai perang untuk mempertahankan negara kita. Kita juga bisa menyaksikan film dokumenter tentang sejarah kapal selam ini.


Artikel terkait:
Sep '08
16

Kampus ITS - Masjid Manarul ‘Ilmi

Files under Perjalanan | 2 Comments

Alhamdulillah, akhirnya aku dapat menjejakkan kaki di kampus suami, yaitu kampus Institut Teknologi Sepuluh November (bukan Institut Teknologi Surabaya ya :) ). Menemani suami melepas rindu dengan teman-temannya, sembari melihat-lihat ruang kuliah dan laboratorium (cuma dari luar sih). Jadi ngerti kalau ternyata kampus ITS lebih luas daripada ITB :D

Tak lupa mampir ke Masjid Manarul ‘Ilmi ITS, masjid kampusnya ITS. Masjid ini lebih besar dari Masjid Salman juga. Foto-foto bentar, sengaja fotonya dari kejauhan, biar orangnya ga begitu kelihatan :)


Artikel terkait:
  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >