Pernahkah anda melakukan suatu aktivitas yang menurut sebagian orang bisa dikatakan kurang kerjaan, buang-buang waktu, atau buang-buang uang, namun menurut anda aktivitas tersebut justru menyenangkan dan menantang?
Akhirnya, di sore hari itu aku berhasil mengajak suamiku berkelana naik angkot selama hampir 3 jam. Dari Dago ke Riung Bandung, beli bakso, kemudian kembali lagi ke Dago. Naik angkot sejauh 15 km (pergi-pulang) hanya untuk membeli dua mangkok bakso seharga Rp 5000.
Awalnya, sore itu kami bermaksud mencari makan di Simpang Dago. Bosan dengan aneka makanan di Simpang Dago, aku mengajak suamiku mencari makan di tempat lain. Akhirnya kami naik angkot Dago-Riung Bandung, sambil tengok kanan-kiri di sepanjang perjalanan, siapa tahu melihat warung makan yang menarik.
Dipati Ukur, Gasibu, Diponegoro, Citarum, Riau, Kosambi, Cicadas, Binong, terlewati sudah. Sampai ke jalan Soekarno-Hatta, lalu angkotnya muter, belok ke Cipamokalan, dan akhirnya masuk ke Perumahan Riung Bandung. Angkot melewati kompleks perumahan.
Akhirnya kami turun di kompleks perumahan, karena takut kalau ditanya sopirnya “turun di mana?” Kami makan di warung Bakso yang kami jumpai di kompleks perumahan tersebut. Setelah selesai makan, kami pun kembali naik angkot ke Dago, dengan sebelumnya memastikan bahwa kami tidak naik angkot yang sama dengan waktu berangkat tadi.
Dulu sebelum menikah, aku sering melakukan hal ini. Beberapa angkot yang pernah aku coba antara lain:
- Angkot Cicaheum-Cibaduyut, sampai ke poll angkot di Cibaduyut.
- Angkot Sadang Serang-Caringin, sampai ke Caringin (Kopo).
- Angkot Dipati Ukur-Panghegar Permai, ternyata ga sampai Panghegar Permai, angkotnya muter di jalan.
- Angkot Sadang Serang-Gede Bage, cuma sampai Ujung Berung.
Bukan kurang kerjaan lho ya… Meskipun naik angkot tanpa tempat tujuan pasti, perjalanannya itu yang aku nikmati. Bisa mengetahui kehidupan kota Bandung, kalau dipikir-pikir sampai sekarang lebih banyak daerah yang belum aku kutahui daripada yang sudah aku ketahui. Dan naik angkot ini cukup aman, karena biarpun tersesat pasti dapat kembali lagi (dengan naik angkot yang sama).
Artikel terkait:
