Perlukah mengatur keuangan keluarga?
Sejak aku duduk di bangku SD ibuku mengajariku mengatur keuangan. Aku diberi uang saku di awal bulan untuk kupergunakan selama sebulan. Setiap hari aku mencatat pemasukan dan pengeluaranku. Namun lama-lama aku jadi malas mencatat.
Sekarang, setelah menikah aku kembali melakukan rutinitas tersebut, mencatat pemasukan dan pengeluaranku setiap hari. Tujuanku untuk mempermudah mengontrol keuangan, mengetahui seberapa besar kebutuhanku per bulan, dan mengevaluasi seberapa besar tingkat konsumsiku.
Aku mencatat arus keuangan keluarga dalam format Excel, sekedar untuk memudahkan saja. Berikut adalah bagian-bagian dalam laporan keuanganku:
Kas Awal - diisi awal bulan
Tabel Anggaran - per kategori, diisi awal bulan, bisa diubah sewaktu-waktu
Arus Kas, meliputi tanggal, uraian, kategori, dan nilai - diisi tiap hari
Arus Tabungan, segala sesuatu yang berhubungan dengan tabungan - diisi optional
Arus Hutang, segala sesuatu yang berhubungan dengan hutang - diisi optional
Tabel Tabungan - di-generate dari Arus Tabungan
Tabel Hutang - di-generate dari Arus Hutang
Tabel Pemasukan - di-generate dari Arus Kas
Tabel Pengeluaran - di-generate dari Arus Kas
Tabel Sisa - Tabel Anggaran dikurangi Tabel Pengeluaran
Cash In - total pemasukan
Cash Out - total pengeluaran
Cash Flow - total pemasukan dikurangi total pengeluaran
Kas Akhir - Kas Awal ditambah dengan Cash Flow
Tampak rumit? Tidak juga. Bikinnya saja yang agak rumit, tapi makainya gampang kok. Yang harus diisi tiap hari hanya bagian Arus Kas. Arus Tabungan dan Arus Hutang jarang, Kas Awal hanya tiap awal bulan, Tabel Anggaran bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan, yang lainnya bekerja otomatis.
Artikel terkait:
Posted by Amorita Kurnia Dewi |
15 Comments »