Jan
16

Kecil Itu Indah

Tidak selamanya hal yang kecil tidak ada artinya.

Ingatkah tentang kisah seorang pelacur, yang melihat seekor anjing kehausan, kemudian ia mengambil sepatunya untuk dijadikan timba dan menimba air dari sebuah sumur, untuk diberikan kepada anjing yang kehausan itu. Ternyata rasa kasihnya kepada seekor binatang lebih berat timbangannya daripada dosa-dosa di masa lalunya.

Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa kelak ada orang yang bermain-main di dahan pohon di surga, dikarenakan orang itu selama hidup di dunia suka menyisihkan dahan-dahan pohon pengganggu jalan.

Abu Dhomdhom, seorang yang sangat miskin sampai-sampai dia tak mampu bersedekah dengan harta, ternyata ia mampu “bersedekah” dengan cara mengikhlaskan perilaku buruk orang lain kepadanya.

Jaman dahulu, orang-orang miskin mengadu kepada Rasulullah. Mereka iri kepada orang-orang kaya, yang dengan mudah bisa bersedekah dengan hartanya. Rasulullah pun menjawab, “Setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang kalian ucapkan adalah sedekah.”

Bahkan, senyum untuk saudara kita juga bernilai sedekah di mata Allah.

Jan
15

Sepenggal Paragraf dari Novel DSA

Dakwah bagaikan susunan dari kepingan-kepingan puzzle. Logika sederhana dari cara berpikir yang sederhana. Kepingan pertama, jihad fisik. Dilakukan oleh orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dengan berperang. Keping kedua, orang-orang yang berjuang dengan hartanya. Orang-orang kaya yang dermawan, para pengusaha yang membuka lapangan kerja, pendiri yayasan dan panti asuhan. Keping ketiga dan selanjutnya, orang-orang yang berjihad dengan ilmunya. Untuk keping yang ketiga ini, jumlahnya banyak sekali karena ilmu sendiri multidisipliner.
Hanya segitukah jumlah keping yang ada? Tidak. Tidak sama sekali. Jumlah keping itu masih banyak.
(Ari Nur Utami: Diorama Sepasang AlBanna, hal. 33)

Semoga di antara keping itu, termasuk orang yang berjihad lewat tulisan. Amiin.

Nuun, wal qalami wama yasturuun
Nuun, demi pena dan apa yang mereka tulis
(QS. Al Qalam: 1)

Jan
8

Resolusi 2008

Files under Diary | 1 Comment

Berikut beberapa resolusiku di tahun 2008 ini:

Pertama, hafalan Qur’an bertambah

Satu halaman per minggu. Biar dikit, asal konsisten.

Kedua, mapan ekonomi

Tidak merepotkan orang tua lagi, tidak dikejar-kejar hutang lagi.

Ketiga, berhasil membuat suamiku ngeblog

Kantor suamiku memang tidak terhubung ke internet. Tapi bukan masalah, tiap dia ke Bandung kan bisa ngenet.

Keempat, berqurban

Dari dulu sebatas niat saja. Mulai sekarang ada tabungan qurban. Semoga Dzulhijjah depan bisa berqurban.

Kelima, membaca kembali buku-bukuku dan meresensinya

Anggaran beli buku stop dulu, sekarang waktunya menghabiskan buku-buku yang belum selesai kubaca, plus meresensinya agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

Keenam, menulis artikel di media

Belajar menulis!

Ketujuh, membuat blog tutorial

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” (Ali bin Abi Thalib).

Kedelapan, menaikkan berat badan

Pingin punya berat badan bisa nyampai kepala 4.

Semoga semua resolusi di atas bisa tercapai. Postingan ini juga merupakan jawaban atas request Lucky yang memintaku menuliskan 8 Resolusi tahun 2008.

Jan
8

Tahun Baru = Ganti Template ?

Files under Blog | Leave a Comment

Meski telah diluncurkan sejak tahun 2006 lalu, baru sekarang aku menggunakan Blogger versi Layout. Mengapa? Karena aku merasa lebih nyaman menggunakan Blogger versi Klasik, di mana dengan mudah aku dapat mengedit kodenya. Bahasa yang digunakan pun adalah HTML, sehingga jika terdapat sedikit kesalahan, masih bisa ditampilkan. Sekarang, dengan menggunakan Blogger versi Layout, bahasa yang digunakan adalah XML, dan salah sedikit saja langsung error.

Butuh waktu 4 jam untuk mengkustomisasi blog ini. Lebih sering error daripada berhasil. Tapi ini berarti tantangan bagiku, dan membuatku bertekad ingin mempelajari bahasa pemrograman web (khususnya XML) lebih lanjut.

Btw, menyambung soal resolusi 2008-ku kemarin, alhamdulillah resolusi ketiga telah tercapai. Suamiku kini telah mempunyai blog, lebih tepatnya sih telah posting di blognya. Tugas selanjutnya adalah membuatnya ‘istiqomah’ menulis.

Resolusi kedelapan ternyata menimbulkan banyak pertanyaan. Aku jawab di sini saja ya, berat badanku saat ini belum pernah bergeser dari angka 35-36 kg. Sepertinya ga ada bedanya antara sebelum menikah dengan setelah menikah. Memang sih, ada yang mengingatkan untuk selalu teratur makan. Tapi… aku belum bisa meningkatkan porsi makanku :((

Jan
3

Kaleidoskop 2007

Files under Diary | Leave a Comment

Berikut sekelumit kilas balik peristiwa yang kulalui di tahun 2007 kemarin.

Januari

Aku ditinggalkan selama-lamanya oleh orang yang paling kucintai di dunia ini. Ibuku meninggal setelah beberapa bulan mengalami penderitaan. Ya Allah, jadikanlah sakit ibuku sebagai penggugur dosanya dan pertemukanlah kembali kami di surga-Mu kelak. Ceritanya ada di sini: 1, 2, 3, 4.

Februari

Aku keranjingan virus tktq. Btw, apa kabar tktq.net sekarang? Sayangnya, webnya sekarang udah ga ada, padahal aku pingin main lagi nih.

Tim IEC ku lolos ke babak semifinal. Dan mengikuti acara Workshop dan Product Selling bersama 35 tim se-Indonesia.

Maret

Tim IEC ku lolos ke babak final. Hari-hariku dipenuhi dengan belajar bikin Business Plan, sesuatu hal yang sebelumnya tidak aku mengerti.

April

Final IEC di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Ketemu banyak teman baru. Dan hasil lombanya … kalah!!!

Aku bertemu kembali dengan sahabat lamaku setelah 7 tahun berpisah. Dan sekarang, dia menjadi … suamiku :)

Mei

Pertama kalinya dikirim ComLabs untuk mengajar di luar kota, juga luar propinsi, yaitu di Yogya.

Juni

25 tahun usiaku. Aku ingin menikah di usia ini. Segala macam buku tentang persiapan menuju pernikahan kulahap. Sempat bertemu dengan calon suamiku untuk nazhar dan meminjaminya buku-bukuku.

Sidang Tugas Akhir, sesuatu hal yang selama ini aku tunggu-tunggu.

Juli

Aku sakit. Empat hari terbaring di RSHS. Ceritanya ada di sini: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

Aku wisuda. Pertama kalinya aku memperkenalkan calon suamiku ke keluargaku (kakakku).

Agustus

Aku dikhitbah pada tanggal 18 Agustus. Pertama kalinya aku berta’aruf langsung dengan (calon) suamiku dan keluargaku berkenalan dengan keluarganya. Langsung pula dibicarakan persiapan pernikahan kami.

September

Mengurus persiapan menjelang nikah, mengikuti serangkaian acara sebelum nikah.

Kami menikah pada tanggal 9 September. Alhamdulillah, target menikah di usia 25 tahun tercapai. Aku menikah 50 hari setelah aku lulus kuliah. Ternyata benar kata temanku, supaya bisa nikah aku harus lulus dulu :) Ceritanya ada di sini: 1, 2, 3, 4.

Oktober

Satu bulan pernikahan kami. Banyak suka, banyak duka.

Pertama kalinya berlebaran tanpa ibu, pertama kalinya ga mudik lebaran, pertama kalinya berlebaran di tempat yang jauh bersama suamiku.

November

Ngontrak paviliun di Dago Babakan. Mulai sekarang belajar mengurus rumah sendiri.

Desember

Mudik ke Yogya, ke Makam ibu. Trus ke Sukoharjo dan ke Cilegon.