Dec '07
17

Film Ayat-ayat Cinta

Files under Artikel | 70 Comments

Dari milis tetangga.
Komentarku :
Film Ayat-ayat Cinta tidak sama dengan Novel Ayat-ayat Cinta.
Sepertinya, untuk saat ini kita belum bisa membuat film Islam yang benar-benar Islami, tidak terhiasi nilai-nilai komersil, sehingga nilai dakwah yang diharapkan menjadi luntur
.

* * * * *

Indahnya bayangan tak seindah kenyataan.

Ayat-ayat Cinta, sebuah Novel sarat nilai syariah. Banyak istilah-istilah Syariah Islam yang dimasukkan oleh pengarangnya (bahasa Arab, talaqqi, qiraah sabâ’ah, taaruf, nusyuz, fiqih munakahat, fiqih wanita, istikharah, kitab-kitab Islam Klasik, dll). Novel yang penuh nilai-nilai spiritual dan idealisme Islam seperti ini kemudian diangkat ke dalam film “Cinta”. Tentu akhirnya banyak terjadi reduksi nilai-nilai Islam dalam Film ini.

Awal film menceritakan adengan Maria dengan Fahri dan temannya di Flat. Bahkan Maria datang membetulkan komputer Fahri yang rusak. Dalam novel, sebenarnya tidak ada adegan maria masuk ke flat Fahri dkk sampai makan satu baki bersama. Bisa saya jelaskan kenapa Maria selalu mengulurkan keranjang untuk berkomunikasi (minta beliin disket, kasih uang, dll), adalah karena memang budaya Arab tidak mengenal seorang wanita main-main ke tempat Pria. Hal ini tabu.

Sosok Fahri adalah cerminan seorang yang lembut dan teduh, sebagaimana ikhwan pada umumnya. Dalam film tergambar Fahri lebih sebagai pria gaul dengan banyak fans dengan tutur kata yang belum mencerminkan seorang ikhwan.

Selama proses talaqqi, suara tilawahnya sangat jauh beda dengan suara seorang Ferdi Nuril. Terdengar aksen orang asing. Apalagi surat Ar-Rahman yang dibaca terlalu dilagukan. Setahu saya, talaqqy biasa dilakukan hanya dengan bacaan standart agar efektif. Jika dilagukan seperti itu bisa memakan waktu berjam-jam..

Selanjutnya banyak adegan khalwat antara Fahri dengan Maria, terutama di tepi sungai Nil. Akhirnya terkesan di antara keduanya telah terjalin hubungan spesial. Apakah Fahri yang S2 Al-Azhar tidak tahu kaidah ini: “Tidaklah seorang muslim berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiga adalah syetan”?

Nilai Syariah dalam Proses Taaruf yang indah juga hilang. Titik berat film ini lebih banyak pada masalah Fahri di pengadilan. Sedangkan awal film yang semestinya bisa memberi penggambaran tentang proses pernikahan yang baik dan bagaimana pertimbangan Fahri dalam memilih pasangan sebagai contoh seorang pemuda yang ingin menikah
banyak tidak tergambar utuh, sehingga yang tampak malah seorang Fahri yang diburu gadis-gadis. Lengkap dengan surat cintanya masing-masing. Porsi tentang muhasabah dan istikharah menuju jenjang pernikahan yang semestinya bisa menjadi penyampaian pesan “Ayat-ayat Cinta” justru tidak tergambar baik.

Setelah akad seharusnya keduanya saling berpisah, dan menunggu acara walimatul ‘Urs berlangsung untuk kemudian bertemu di malam Zafaf.

Penjelasan Fahri kepada Alicia tentang perintah memukul Istri apabila istri melakukan pembangkangan (Nusyuz) dalam ayat Al-Qur’an terlalu singkat dan tidak memberi gambaran yang utuh tentang syariat ini. Tapi saya salut dengan bahasa Inggrisnya.

Terakhir, adegan yang “berlebihan” seperti berciuman seharusnya tidak perlu ditampilkan. emang yah….disini mah film cuma buat komersil azah…. nilai dakwah yang diharapkan, luntur….


Artikel terkait:
Dec '07
14

Quiz

Files under Diary | 8 Comments

IF
1 = 5
2 = 25
3 = 125
4 = 625
THEN
5 = ?

Ada yang bisa jawab?


Artikel terkait:
Dec '07
11

Telur Lempar

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Sewaktu aku ke tempat tinggal suamiku di Sukoharjo, malamnya kami lewatkan dengan jalan-jalan ke kota Solo. Perjalanan Sukoharjo-Solo cukup jauh, memakan waktu sekitar 1 jam dengan sepeda motor.

Kami mampir ke sebuah lesehan kaki lima, sekedar beristirahat sambil menikmati roti bakar dan susu murni. Penasaran dengan salah satu menu yang bernama Telur Lempar, kami pun memesannya.

Tadinya aku kira Telur Lempar ini adalah telur yang dilempar-lempar, mungkin dilempar-lempar di wajan (digoreng), atau mungkin adonan telur campur tepung yang dilempar-lempar supaya bercampur. Ternyata dugaanku salah besar!

Telur Lempar adalah kuning telur (mentah) yang dicampur madu. Disajikan di cawan kecil. Cara memakannya langsung ditelan, sehingga tidak terasa bau amisnya. Tapi aku lebih suka memakannya sedikit demi sedikit, sehingga terasa manis madunya bercampur dengan telur.

Sebenarnya waktu kecil aku sering makan Telur Lempar. Biasanya dimakan langsung atau dicampur dengan jamu. Hanya saja di Yogya tidak mengenal istilah Telur Lempar. Atau mungkin nama Telur Lempar hanya ada di kota Solo ya?


Artikel terkait:
Dec '07
10

Taman Kyai Langgeng, Dulu dan Sekarang

Files under Perjalanan | 2 Comments

Jauh hari sebelum menikah, aku menginginkan acara bulan madu kami -yang cuma sehari ini- ke Taman Kyai Langgeng, Magelang. Kenapa aku memilih TKL? Karena menurutku objek wisata ini masih terasa sejuk dan asri, terlebih letaknya di dekat lereng Gunung Merapi.

Sebelumnya aku pernah mengunjungi objek wisata ini sebanyak tiga kali. Pertama, saat aku masih duduk di bangku TK. Saat ini kami diajak piknik ke Adisucipto dan TKL. Yang masih kuingat, waktu itu aku naik mobil-mobilan di taman lalu lintasnya.

Kedua, saat aku duduk di kelas 1 SD. Aku pergi ke TKL bersama keluargaku. Yang aku ingat waktu itu, di sana banyak kolam ikannya.

Kemudian yang ketiga, saat aku duduk di kelas 3 SD. Aku ke TKL dalam rangka piknik perpisahan kelas 6 di SD-ku. Yang kuingat di sana banyak tempat ayunannya.

Yang jelas, tiga kali ke TKL, benar-benar mengesankan, objek wisata yang indah.

Dan sekarang, 17 tahun sejak kunjungan terakhirku, TKL udah banyak berubah.

* Dulu hawanya sejuk-sejuk dingin, sekarang panas
* Kolam-kolam ikannya sudah tidak ada ikannya, airnya pun keruh
* Ayunannya masih ada, tapi beberapa sudah rusak
* Sepi pengunjung
* Fasilitas (seperti perahu di sungai, kereta mini) tidak dioperasikan

Meski sempat merasa kecewa karena tidak seperti yang kubayangkan, setidaknya kami sudah dihibur oleh satwa-satwa yang jarang kami lihat, seperti kelelawar, monyet, bangau, merak, kakatua, dan beberapa jenis burung lainnya.


Artikel terkait:
Dec '07
9

Satu Bulan

Menikah membukakanku kesempatan untuk beribadah bersama istriku. Menikah ada suka dukanya, membuatku kadang tersenyum, kadang meneteskan air mata, kadang berbunga-bunga, kadang gelisah tiada tara. Menikah memberiku pelajaran bagaimana hidup sebenarnya, real life. Terima kasih dik, telah berkenan hidup berdampingan denganku, menjadi belahan jiwaku, membangun keluarga qana’ah, sabar dan tetap gembira dalam keterbatasan, selalu bersyukur dan tidak terlena ketika dalam keleluasaan, menuju ridha-Nya, baitii jannatii.

SMS dari suamiku di satu bulan pernikahan kami.


Artikel terkait: