Aug
4

Episode Sakit (bagian 6)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Ketiga di RSHS [1]

Pagi-pagi aku dites darah, setelah itu baru aku boleh makan dan minum. Helmy pulang duluan karena harus kerja. Setelah Bulik dan Paklik datang, Farah pun pulang.

Sekitar jam 9 aku di-rontgen, kemudian dites USG, seperti orang hamil aja ya. Aku disuruh duduk tegak sambil memeluk bantal. Dokternya perempuan dan galak. Aku mirip orang hamil, bedanya kalau orang hamil yang di USG perutnya, kalau aku bagian samping tubuhku. Dokternya memeriksa di daerah mana terdapat cairan di selaput paru-paruku, dengan menggunan alat sensor dan hasilnya muncul di layar monitor. Aku sempat dimarahi karena waktu itu aku gerak-gerak terus. Akhirnya lokasi cairan ditemukan, dan kulitku ditandai. Di daerah itulah nanti aku akan disedot.

Sekitar jam 10-an datang Debby[48] bersama mamanya[49]. Mereka banyak bercerita, apalagi Debby juga sering menderita penyakit. Aku sih hanya diam aja, karena yang kurasakan saat itu adalah aku susah berbicara karena batuk dan aku masih sedikit takut disedot nanti siang. Kemudian datang Devina yang selama ini mengurusi masalah wisudaku. Aku jadi ingat lusa aku wisuda, bisa ga ya aku ikut wisuda?

Pagi ini aku minta Diapersku dilepas, aku ga mau lagi pakai Diapers, karena aku merasa tubuhku sudah tidak demam tinggi lagi, sehingga aku ga perlu menghabiskan air berliter-liter dalam beberapa jam. Aku memilih jalan ke kamar mandi, meski masih harus dibantu untuk memegangi infus.

Menjelang jam-jam penyedotan, aku minta Denday untuk datang lagi ke sini. Aku bilang aku udah tidak sesak nafas lagi, jadi gpp kalau mau tertawa sepuasnya. Tapi Denday bilang ga bisa datang, karena jadi asisten Office.


Artikel terkait:
Aug
3

Episode Sakit (bagian 5)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Kedua di RSHS [2]

Petang hari datang Hendra[33] dan Kamal[34]. Kemudian datang Eko Gunocipto[35] dan Maya[36]. Kemudian datang Bayu AN[37], Iwan[38], Iban[39], dan Mba Dewi[40]. Sepertinya mereka harus mengantri di luar untuk menjengukku. Bayu bawa Edensor, padahal aku minta dibawain kumcer aja yang ringan. Akhirnya aku ga jadi pinjam Edensor, dan akhirnya dipinjam Maya.

Masih ada teman-temanku yang menunggu di luar untuk menjengukku, tapi waktu udah menunjukkan pukul 17.15 dan aku belum shalat Asar. Aku pun lalu meminta teman-temanku mengganti Diapers yang sepertinya udah penuh dari tadi. Ternyata memang udah sangat penuh, sampai sepreiku basah. Langsung aja aku meminta temanku memanggil perawat untuk ganti seprei. Setelah sepreiku diganti, aku lalu ganti Diapers dan shalat Asar.

Waktu udah menunjukkan pukul setengah 6 sore lebih, aku ingin “mandi” karena badanku terasa gerah sekali. Tapi ternyata masih ada “fans”ku yang menantiku, dan mereka mengatakan tidak bisa menunggu lama. Akhirnya mereka kupersilakan masuk, mereka adalah Bigman[41] dan Hajam[42]. Setelah ngobrol sebentar, mereka lalu pulang.

Akhirnya aku bisa “mandi”. Karena airnya sudah dingin dari tadi, jadi aku meminta air hangat yang baru. Malam hari datang Farah[43], Shofi[44], Puspa[45], Hindy[46], Angga, Keti, Agus HM[47], dan Helmy.

Malam hari terjadi musibah sama seperti siang tadi, Diapersku kepenuhan. Akibatnya sepreiku harus diganti lagi. Hari ini aku sampai dua kali ganti seprei. Sampai di bawah sepreiku ditambahi alas. Biar kalau ada air tidak merembes sampai ke kasur.

Malam ini aku diminta puasa dari jam 10 malam karena esoknya akan dites darah. Aku ditunggu oleh Helmy dan Farah. Tiba-tiba jam sebelas malam aku merasa ingin buang air besar. Aku bingung, aku ga mau buang air besar di Diapers. Aku mencoba pakai pispot, ternyata malah tambah sulit. Akhirnya aku putuskan di kamar mandi saja.

Sehabis buang air besar, aku batuk-batuk terus, mungkin karena aku kedinginan berada di kamar mandi sampai jam 12 malam. Aku ga bisa tidur, tiap batuk perutku terasa sakit sekali. Aku lalu duduk, dan aku merasa kalau aku batuk sambil duduk tidak terasa sakit. Jadinya malam ini aku tidur dalam posisi duduk.


Artikel terkait:
Aug
2

Episode Sakit (bagian 4)

Files under Diary | 1 Comment

Hari Kedua di RSHS [1]

Pagi-pagi datang Devina[21] dan Wien[22]. Saat ini dokter Dolwy datang dan memeriksa. Aku ditanya apa yang kurasakan, aku jawab aku merasa baik-baik aja kecuali batukku yang makin parah. Dokter Dolwy lalu melihat hasil rontgen-ku, aku pun sempat melihatnya sekilas. Betapa terkejutnya diriku melihat hasil rontgen-ku, paru-paruku sebelah seperti “kroak”. Dokter Dolwy lalu berkata bahwa aku terkena paru-paru basah dan harus disedot.

Agak siangan datang Paklik[23] dan Bulik[24]. Betapa sedihnya aku mengetahui diriku terkena paru-paru basah. Aku merasa takut disedot. Aku lalu sms Denday minta dia datang, karena dia juga pernah disedot, jadi bisa berbagi pengalaman. Sebelum Denday datang kami sms-an dan Denday sempat meneleponku untuk meyakinkanku bahwa disedot itu tidak sakit karena kita dibius lokal.

Siang hari datang Anita Krisma[25], teman sekamar waktu di asrama dulu. Kemudian Andin[26], Dila[27], dan Dira[28]. Langsung aja mereka aku kerjain. Pertama, ganti diapers. Aku terlalu semangat nih saat ngasih komando kepada mereka langkah-langkahnya. Bahkan aku sempat berdiri untuk memudahkan. Hal ini mengakibatkan tanpa sengaja posisi tanganku ke bawah, padahal aku sedang diinfus. Aku baru sadar setelah selesai, darahku keluar sepanjang 20 cm di selang infus. Aku pun panik dan menyuruh teman-temanku memanggil perawat. Kata perawatnya sih tidak apa-apa, nanti juga darahnya turun sendiri.

Setelah itu aku shalat Dhuhur. Kemudian datang Fathah[29], Denday[30], Alam[31], dan Eric[32]. Akhirnya Denday datang juga. Denday datang dengan tersenyum-senyum dan pakai topi, membuatku tak bisa berhenti tertawa. Akibatnya aku terengah-engah karena kecapekan akibat tertawa, aku pun menjadi susah bernafas. Akhirnya, Denday aku usir!!! Aku suruh pergi!!!

Aku sampai menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk mengembalikan nafasku kembali normal. Akibatnya makan siangku terlambat menjadi jam 3 sore. Betapa jahatnya aku, udah meminta Denday datang, tapi begitu datang malah aku usir.

Wida dan Dewi sempat datang kembali, mungkin mereka khawatir aku ga ada yang menunggui. Tapi begitu mereka tau aku sudah ada yang menunggui, mereka lalu pergi lagi.

Sore hari dokter Prayudi datang memeriksaku. Mulai saat ini aku ganti dokter spesialis paru-paru. Dokter Prayudi menjelaskan bahwa aku terkena paru-paru basah, ada cairan di selaput paru-paruku, dan cairan ini harus disedot. Aku pun mengiyakan. Entah kenapa aku bisa berubah begini ya, tadi pagi aku menangis karena takut disedot, sekarang aku malah ingin cepat-cepat disedot biar lekas sembuh. Dokter Prayudi berkata bahwa aku akan disedot besok siang.


Artikel terkait:
Aug
1

Episode Sakit (bagian 3)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Pertama di RSHS

Selasa, 17 Juli aku minta dibawa ke Hasan Sadikin dengan ditemani Wida[1] dan Dewi[2]. Di sana sudah menunggu Angga[3] dan Keti[4]. Sampai di sana langsung mendaftar ke poli spesialis internis. Kami menunggu dari jam 9 pagi, ternyata dokternya baru datang jam 11.30. Selama menunggu ini aku telah menghabiskan 2 botol Aqua dan berulang kali ke kamar mandi.

Saat Dokter Dolwy memeriksa, beliau langsung mendiagnosis aku terkena tipus dan harus dirawat. Aku bilang padanya kalau hari Sabtu besok aku akan wisuda, bisa ga aku sembuh sebelum hari Sabtu. Beliau pun menjawab tidak bisa, aku harus dirawat minimal seminggu.

Setelah itu mencari-cari kamar. Alhamdulillah dapat kamar kelas 1, di Mawar 10. Sekamar 2 orang, tarif kamar Rp 240.000 per hari. Saat aku sampai kamar aku harus menunggu lama untuk ditangani, bahkan makan siang pun masih harus beli sendiri.

Sekitar jam 2 siang baru aku diinfus. Saat itu aku sangat membutuhkan satu benda, yaitu Diapers. Ya bayangkan aja aku kan harus sering minum, kalau aku diinfus aku akan sulit ke kamar mandi, pakai selang … sori lah!

Hari ini aku dijenguk oleh Devina[5] dan Zul[6], Narpen[7] dan Dian[8]. Sore hari datang Artiko[9], Taufik[10], Nugroho[11], Karso[12], Izza[13], dan Ade Fitri[14]. Kemudian Tyo[15] dan Indri[16]. Kemudian Helmy[17] dan Lia[18]. Dan di malam hari datang Pak Lik[19] dan Bayu[20].

Alhamdulillah, udah dapat Diapers, lega deh rasanya. Hari ini aku berulang kali diambil darah. Juga disuruh ngasih sampel urin dan tinja. Sore hari aku di-rontgen, naik kursi roda.

Malam hari aku ditungguin oleh Wida dan Dewi. Ada perawat cowok yang tanya apa itu “kemeng”. Karena sempat jarum infus di tanganku terasa “kemeng”. Tapi karena perawatnya orang sunda pisan, jadi ga ngerti apa itu kemeng dan kita pun bingung translate ke bahasa Indonesia-nya apa.


Artikel terkait:
  • Page 2 of 2
  • <
  • 1
  • 2