Sebenarnya tulisan ini udah kuposting beberapa minggu yang lalu, namun karena ga ada respon dari target-terget korbanku (alasannya sih nanti, nanti, lagi sibuk gitu), maka aku repost dengan sedikit editing pada bagian daftar “korban selanjutnya”.
Aku dikerjain adik Wisnu dan Indri untuk ikut permainan ini. Di sini aku harus menuliskan 6 keanehan tentang diriku, selanjutnya aku akan menunjuk 6 orang lain untuk melakukan hal yang sama (kaya MLM aja!)
1. Aku paling benci minum obat
Aku benci obat! Itu sloganku. Tiap aku sakit dan dikasih obat oleh dokter, obatnya pasti ga pernah habis. Disuruh minum 3 kali sehari ya cuma aku minum 1 kali sehari. Biasanya sebelum obatnya habis aku sudah sembuh, jadi sisa obat tersebut langsung aku buang, hahaha… puas deh rasanya membuang obat ^_^
Pengalaman paling buruk minum obat:
- Biasanya aku minum obat dengan cara obatnya aku lempar ke kerongkonganku, lalu aku kasih minum. Tapi kemarin aku ingin mencoba teknik lain. Obatnya aku taruh di lidahku, lalu aku minum. Hasilnya, obatnya nyangkut di kerongkongan-tenggorokanku, rasanya tersiksa banget. Langsung aku minum yang banyak, obatnya pun masuk ke perutku.
- Pas di RS kemarin, habis makan aku disuruh minum obat. Obatnya sukses masuk ke perutku, tapi aku tersedak, makanan di perutku keluar… lewat hidung! Benar-benar tersisksa diriku saat itu.
Sekarang aku dapat “kutukan”, harus minum obat non stop selama 6 bulan ini. Mungkin ini hukuman untukku yang dulu sering membuang obat. Tapi alhamdulillah, aku dah mantap dengan teknik “melempar obat ke kerongkongan”, semoga pengalaman burukku dalam minum obat tidak terulang kembali.
2. Aku paling takut disuntik
Waktu umur 5 tahun, tiap tanggal 13 aku selalu ditimbang di Posyandu. Suatu saat di Posyandu aku melihat anak kecil disuntik, langsung aja aku lari ketakutan pulang ke rumah, dengan dikejar kakakku.
Sampai sekarang aku masih takut disuntik. Sampai akhirnya kemarin aku diseret dipaksa teman-temanku untuk tes darah waktu sakit. Waktu darahku mau diambil, aku ga mau sambil duduk, aku maunya sambil tiduran. Poseku waktu itu seperti orang akan disembelih, tangan kiriku menutupi mataku, sambil aku merintih-rintih padahal belum diapa-apain. Ternyata waktu disuntik, rasanya tidak sakit. Hanya terasa sedikit sakit saat ditusuk pertama kali, udah itu biasa aja tuh.
Waktu aku di RS, hampir tiap hari darahku diambil. Aku pun sudah terbiasa disuntik. Sekarang aku masih sering disuruh periksa darah, minggu ini periksa darah, minggu depan disuruh periksa darah lagi. Aku sih nurut aja, toh disuntik itu tidak sakit.
3. Aku paling susah bilang “tidak”
Nama juga anak ITB, Informatika lagi, fresh graduated lagi. Beberapa hari setelah sidang aku ditelpon perusahaan X untuk ditawari kerja. Setelah aku tanya-tanya ternyata bidangnya tidak sesuai kemampuanku, jadi aku tolak. Eh, beberapa menit kemudian mbaknya nelpon aku lagi, minta aku besok datang ke sana untuk tes programming. Mengingat aku susah bilang “tidak”, jadi terpaksa aku bilang “iya”, meski keesokan harinya aku ga datang karena aku males dan memang ga niat.
Aku tanya ke temenku sesama fresh graduated, apa dia juga dapat telpon dari perusahaan X, ternyata iya. Tapi temanku bilang ke perusahaan X kalau ia sudah bekerja, jadi ga bisa ikut tes di sana. Hmm… kayanya aku harus sedikit menipu nih, supaya aku bisa berkata “tidak”.
4. Aku orangnya moody
Aku ini orangnya pemalas, apalagi kalau lagi patah hati. Mau ngapa-ngapain mualesnya nge-poll. Contoh yang nyata adalah dalam pengerjaan TA-ku kemarin. Ibarat kuda, aku harus dicambuk dulu 100 kali supaya bisa berlari. Belum lagi aku ini super perfeksionis, mau ngerjain sesuatu harus sempurna betul. Daripada ga sempurna, mending ga usah dikerjain.
5. Aku pilih-pilih dalam berteman (dan cari jodoh?)
Aku ini orangnya pendiem, introvert, perenung, pemikir. Aku ga suka berteman dengan orang yang cerewet dan selalu nyepet aku dengan kata-kata “ayo ngomong donk!” Aku selalu menghindari orang yang bertipe seperti itu.
Dalam hal memilih jodoh aku pun demikian. Pernah aku berpikir, di antara teman sekelasku ga ada yang sesuai tipeku. Tiap aku bertemu dengan teman laki-laki, aku langsung berpikir, dia bukan tipeku. Melenceng sedikit saja dari kriteriaku, langsung aku coret.
6. Aku berkepribadian ganda
Sering aku berpikir bahwa diriku orang paling malang di dunia, mengkhayal, menangis di kamar adalah hobiku. Kupendam sendiri masalahku, sampai-sampai Denday pas ngengok aku di RS (setelah melihat hasil rontgen-ku) bilang jantungku membengkak karena terlalu banyak menyimpan masalah. Kesedihan-kesedihan kulalui dalam hari-hariku. Namum itu semua tertutupi karena aku berprinsip “tampilkanlah muka manis di depan teman-temanmu”. Jadi biarpun sebenarnya hatiku menangis, aku tetap bisa tampil bahagia di depan teman-temanku.
6 korban berikutnya:
1. Akhda Afif, temen pas lomba IEC di Jakarta.
2. Trian Hendro, temen blogger dan chatting ga jelas.
3. Awan Diga, temen blogger yang baik, semoga cepet nikah sama mbaknya.
4. Elkana Catur, temennya Awan, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aja udah nikah.
5. Zaki Akhmad “kikuk”, temen lama, waktu aku sakit sempat menjenguk 2 kali, di kos dan di RS, keduanya bawa Buavita 3 kotak. Ki, Buavita darimu masih 4 kotak nih, aku bingung di kamarku banyak makanan, minuman, kue, dan buah-buahan, ditambah lagi aku disuruh minum susu 3 gelas/hari. Jadi kapan aku minum Buavita-mu?
6. Narpen Ani, sarjana elektro ‘03, masih muda dan cantik, blognya keren, punya ibu yang baik.
