Aug '07
12

6 Weird Things About Me

Files under Diary | 5 Comments

Sebenarnya tulisan ini udah kuposting beberapa minggu yang lalu, namun karena ga ada respon dari target-terget korbanku (alasannya sih nanti, nanti, lagi sibuk gitu), maka aku repost dengan sedikit editing pada bagian daftar “korban selanjutnya”.

Aku dikerjain adik Wisnu dan Indri untuk ikut permainan ini. Di sini aku harus menuliskan 6 keanehan tentang diriku, selanjutnya aku akan menunjuk 6 orang lain untuk melakukan hal yang sama (kaya MLM aja!)

1. Aku paling benci minum obat

Aku benci obat! Itu sloganku. Tiap aku sakit dan dikasih obat oleh dokter, obatnya pasti ga pernah habis. Disuruh minum 3 kali sehari ya cuma aku minum 1 kali sehari. Biasanya sebelum obatnya habis aku sudah sembuh, jadi sisa obat tersebut langsung aku buang, hahaha… puas deh rasanya membuang obat ^_^

Pengalaman paling buruk minum obat:

  • Biasanya aku minum obat dengan cara obatnya aku lempar ke kerongkonganku, lalu aku kasih minum. Tapi kemarin aku ingin mencoba teknik lain. Obatnya aku taruh di lidahku, lalu aku minum. Hasilnya, obatnya nyangkut di kerongkongan-tenggorokanku, rasanya tersiksa banget. Langsung aku minum yang banyak, obatnya pun masuk ke perutku.
  • Pas di RS kemarin, habis makan aku disuruh minum obat. Obatnya sukses masuk ke perutku, tapi aku tersedak, makanan di perutku keluar… lewat hidung! Benar-benar tersisksa diriku saat itu.

Sekarang aku dapat “kutukan”, harus minum obat non stop selama 6 bulan ini. Mungkin ini hukuman untukku yang dulu sering membuang obat. Tapi alhamdulillah, aku dah mantap dengan teknik “melempar obat ke kerongkongan”, semoga pengalaman burukku dalam minum obat tidak terulang kembali.

2. Aku paling takut disuntik

Waktu umur 5 tahun, tiap tanggal 13 aku selalu ditimbang di Posyandu. Suatu saat di Posyandu aku melihat anak kecil disuntik, langsung aja aku lari ketakutan pulang ke rumah, dengan dikejar kakakku.

Sampai sekarang aku masih takut disuntik. Sampai akhirnya kemarin aku diseret dipaksa teman-temanku untuk tes darah waktu sakit. Waktu darahku mau diambil, aku ga mau sambil duduk, aku maunya sambil tiduran. Poseku waktu itu seperti orang akan disembelih, tangan kiriku menutupi mataku, sambil aku merintih-rintih padahal belum diapa-apain. Ternyata waktu disuntik, rasanya tidak sakit. Hanya terasa sedikit sakit saat ditusuk pertama kali, udah itu biasa aja tuh.

Waktu aku di RS, hampir tiap hari darahku diambil. Aku pun sudah terbiasa disuntik. Sekarang aku masih sering disuruh periksa darah, minggu ini periksa darah, minggu depan disuruh periksa darah lagi. Aku sih nurut aja, toh disuntik itu tidak sakit.

3. Aku paling susah bilang “tidak”

Nama juga anak ITB, Informatika lagi, fresh graduated lagi. Beberapa hari setelah sidang aku ditelpon perusahaan X untuk ditawari kerja. Setelah aku tanya-tanya ternyata bidangnya tidak sesuai kemampuanku, jadi aku tolak. Eh, beberapa menit kemudian mbaknya nelpon aku lagi, minta aku besok datang ke sana untuk tes programming. Mengingat aku susah bilang “tidak”, jadi terpaksa aku bilang “iya”, meski keesokan harinya aku ga datang karena aku males dan memang ga niat.

Aku tanya ke temenku sesama fresh graduated, apa dia juga dapat telpon dari perusahaan X, ternyata iya. Tapi temanku bilang ke perusahaan X kalau ia sudah bekerja, jadi ga bisa ikut tes di sana. Hmm… kayanya aku harus sedikit menipu nih, supaya aku bisa berkata “tidak”.

4. Aku orangnya moody

Aku ini orangnya pemalas, apalagi kalau lagi patah hati. Mau ngapa-ngapain mualesnya nge-poll. Contoh yang nyata adalah dalam pengerjaan TA-ku kemarin. Ibarat kuda, aku harus dicambuk dulu 100 kali supaya bisa berlari. Belum lagi aku ini super perfeksionis, mau ngerjain sesuatu harus sempurna betul. Daripada ga sempurna, mending ga usah dikerjain.

5. Aku pilih-pilih dalam berteman (dan cari jodoh?)

Aku ini orangnya pendiem, introvert, perenung, pemikir. Aku ga suka berteman dengan orang yang cerewet dan selalu nyepet aku dengan kata-kata “ayo ngomong donk!” Aku selalu menghindari orang yang bertipe seperti itu.

Dalam hal memilih jodoh aku pun demikian. Pernah aku berpikir, di antara teman sekelasku ga ada yang sesuai tipeku. Tiap aku bertemu dengan teman laki-laki, aku langsung berpikir, dia bukan tipeku. Melenceng sedikit saja dari kriteriaku, langsung aku coret.

6. Aku berkepribadian ganda

Sering aku berpikir bahwa diriku orang paling malang di dunia, mengkhayal, menangis di kamar adalah hobiku. Kupendam sendiri masalahku, sampai-sampai Denday pas ngengok aku di RS (setelah melihat hasil rontgen-ku) bilang jantungku membengkak karena terlalu banyak menyimpan masalah. Kesedihan-kesedihan kulalui dalam hari-hariku. Namum itu semua tertutupi karena aku berprinsip “tampilkanlah muka manis di depan teman-temanmu”. Jadi biarpun sebenarnya hatiku menangis, aku tetap bisa tampil bahagia di depan teman-temanku.

6 korban berikutnya:
1. Akhda Afif, temen pas lomba IEC di Jakarta.
2. Trian Hendro, temen blogger dan chatting ga jelas.
3. Awan Diga, temen blogger yang baik, semoga cepet nikah sama mbaknya.
4. Elkana Catur, temennya Awan, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aja udah nikah.
5. Zaki Akhmad “kikuk”, temen lama, waktu aku sakit sempat menjenguk 2 kali, di kos dan di RS, keduanya bawa Buavita 3 kotak. Ki, Buavita darimu masih 4 kotak nih, aku bingung di kamarku banyak makanan, minuman, kue, dan buah-buahan, ditambah lagi aku disuruh minum susu 3 gelas/hari. Jadi kapan aku minum Buavita-mu?
6. Narpen Ani, sarjana elektro ‘03, masih muda dan cantik, blognya keren, punya ibu yang baik.


Artikel terkait:
Aug '07
8

Episode Sakit (bagian 10-tamat)

Files under Diary | 1 Comment

Kesimpulan

Dari cerita-cerita di bawah bisa kusimpulkan bahwa inilah kenangan yang tak kan pernah kulupakan. Hari-hari terakhirku sebagai mahasiswa ITB aku habiskan di rumah sakit. Dengan kondisi yang semula menggenaskan, panas badan yang sangat tinggi, sampai aku harus minum air tanpa henti. Airnya pun aku ga mau sembarang air, aku cuma mau minum air Aqua asli, selain air itu semua terasa ga enak.

Pengalaman pertama pakai Diapers, dengan ukuran yang kebesaran, karena pas beli ga ada yang ukurannya S. Pengalaman pertama minum air berliter-liter dalam sehari, 5 L lebih ga ya? Tentu saja dengan input sama dengan output.

Aku yang tadinya takut disuntik, sekarang harus pasrah tiap hari disuntik untuk diambil darahku. Pun aku yang paling benci minum obat, sekarang harus minum obat terus selama minimal 6 bulan non stop.

Perawat-perawat di sini baik-baik, selalu siap saat dipanggil. Dan tentu saja terampil-terampil. Demikian juga dengan ‘perawat-perawat’ baruku, teman-temanku. Apa jadinya aku tanpa teman-temanku. Betapa aku banyak berhutang budi pada mereka.

Selama aku di rumah sakit, aku telah dijenguk oleh 57 orang yang berbeda. Beberapa di antaranya datang lebih dari satu kali. Wah, enak ya diopname, jadi ketemu dengan banyak orang. Berikut rinciannya per hari:

  • Hari pertama : 20 orang
  • Hari kedua : 37 orang
  • Hari ketiga : 11 orang
  • Hari keempat : 11 orang

Artikel terkait:
Aug '07
7

Episode Sakit (bagian 9)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Keempat di RSHS

Pagi-pagi Angga dan Keti pamit pulang, karena Keti ada acara pagi ini. Jadinya aku sendirian di sini. Saat makan pagi datang aku ga bisa langsung makan, karena makanannya ditaruh di kursi dan aku ga bisa mengambilnya.

Sekitar jam 8 pagi Bulik datang. Aku pun langsung makan pagi. Sekarang aku udah ga mau disuapin, aku mau makan sendiri, meski pakai tangan kiri karena tangan kananku masih diinfus.

Sekitar jam 10 Zaki[54] datang dengan membawa Buavita 3 kotak. Ngobrol-ngobrol sampai waktu jumatan tiba, kemudian ia pamit pulang.

Hari ketiga dan keempat ini terasa sepi, hanya beberapa teman yang menjengukku. Beda jauh dengan hari kedua, yang mencapai 32 orang.

Siang hari setelah shalat Jumat, Paklik datang. Kemudian datang kembali Taufik, Karso, dan Denday dengan membawa pesananku, kebaya untuk wisuda besok. Karso telah meminjam kebaya ke kakak kelasnya untuk kupakai di acara wisudaku besok.

Berita gembira, dokter Prayudi mengatakan aku boleh pulang, dengan istilah “pulang paksa”. Alhamdulillah, berarti aku besok bisa wisuda. Infus di tanganku pun bisa dilepas.

Sore hari datang teh Vira[55], waktu itu kami sedang packaging untuk pulang. Senang deh rasanya dijenguk teh Vira setelah sekian lama kami ga kontak. Kemudian inilah penjenguk terakhir, Anil[56] dan Lukman[57]. Anil membawakanku Pegagan, karena ia mengira aku sakit tipus. Petang hari kembali datang Angga dan Keti, membawakan toga dan perlengkapan wisudaku besok.

Kemudian datang makan malamku, ini adalah makan terakhirku di rumah sakit. Aku coba makan pake tangan kanan, tapi susah sekali, tangan kananku masih kaku. Akhirnya aku makan dengan tangan kiri juga.

Dengan demikian berakhirlah sudah kisahku 4 hari menginap di RSHS, di kamar Mawar 10, kamar yang tak akan kulupakan. Kami lalu pulang, teman-temanku ikut membawakan barang-barangku. Dan inilah terakhir kali aku didorong dengan kursi roda. Taufik, Karso, dan Denday ikut mobil Paklik karena mereka mau ke kampus, sedangkan yang lainnya pulang sendiri-sendiri.


Artikel terkait:
Aug '07
6

Episode Sakit (bagian 8)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Ketiga di RSHS [3]

Sore hari datang Mas Mochamad[50], asisten setiaku. Ngobrol-ngobrol tentang IWP sesi 1 kemarin yang diserahkan ke orang lain. Juga aku ceritain tentang Denday yang telah aku usir ketika dia menjengukku. Kemudian datang Hendro[51] yang besok juga mau wisuda, tapi dia wisuda S2.

Petang hari aku di-rontgen lagi. Waktu mau naik lift sepertinya aku melihat Hana menuju kamarku, Hana pun sepertinya juga melihatku. Tapi waktu itu aku harus menurut mau dibawa ke mana kursi roda ini.

Aku pun di-rontgen lagi, dari depan dan samping tubuh. O ya, di RSHS ini kalau mau di-rontgen harus antri lama lho, bisa sampai 1 jam.

Ketika kembali ke kamar, ternyata benar tadi Hana[52] ke sini bersama temannya[53], dan sekarang udah pulang. Aku sedih sekali, udah beberapa bulan ini aku tidak ketemu dengan Hana. Hana sms katanya dia ada acara, sehingga tidak bisa menungguku lebih lama.

Malam hari aku ditunggui oleh Angga dan Keti, mereka sepasang suami istri. Karena aku sudah ga pakai Diapers, aku jadi sering ke kamar mandi, tentu saja dengan dibantu Keti untuk membawakan infus.


Artikel terkait:
Aug '07
5

Episode Sakit (bagian 7)

Files under Diary | Leave a Comment

Hari Ketiga di RSHS [2]

Sekitar jam 2 siang, dokter Prayudi datang beserta seorang perawat untuk menyedot cairanku. Aku sempat bertanya dibius atau tidak, ternyata memang dibius lokal. Aku juga bertanya jarumnya masuk ke dalam tubuhku sepanjang berapa centimeter, kata dokter Prayudi sekitar 3 cm.

Dokter Prayudi mengatakan bahwa jika cairanku sulit disedot, maka tidak akan dipaksakan. Cairan ini juga bisa dihilangkan dengan menggunakan obat. Tentu saja dengan menggunakan obat membutuhkan waktu lebih lama daripada disedot langsung.

Aku duduk tegak sambil memeluk bantal seperti yang diinstruksikan waktu tes USG tadi pagi. Lokasi penyedotan adalah bagian samping tubuhku, sekitar 10 cm di bawah ketiakku. Pertama-tama bagian tersebut diolesi Betadine banyak sekali, kemudian aku disuntik bius lokal, setelah itu aku tidak merasakan apa-apa lagi. Aku bertanya apakah sudah mulai disedot, dijawab sudah. Wah, padahal sebelumnya aku sempat takut sakit, ternyata malah tidak terasa apa-apa.

Waktu disedot aku tidak merasakan apa-apa, tapi setelah beberapa menit tiba-tiba aku merasa seperti agak pegel disusul rasa sakit di dalam dadaku. Penyedotan pun dihentikan. Kata dokter Prayudi, masih ada cairan di paru-paruku, tapi karena aku sudah merasa kesakitan jadi penyedotan dihentikan. Sisa cairan di paru-paruku bisa dihilangkan dengan menggunakan obat.

Aku melihat cairan hasil penyedotanku, warnanya hijau keruh, sekitar 600 mL, banyak juga ya. Cairan ini akan dites di lab untuk mengetahui penyakitku.

Setelah disedot, aku masih merasakan sakit di dalam dadaku akibat penyedotan tadi. Tapi rasa sakit ini lama kelamaan berkurang. Alhamdulillah, aku merasa lega cairan di paru-paruku telah diambil.


Artikel terkait:
  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >