Jul '07
31

Episode Sakit (bagian 2)

Files under Diary | 3 Comments

Tiga Kali ke Klinik ITB

Rasa sakit di dada hilang, berpindah ke perut bagian kanan. Rasa sakit ini hanya datang tiap malam sekitar jam 10 malam, keesokan harinya aku tidak merasa sakit sama sekali. Aku sempat berpikir dan takut, jangan-jangan aku terkena usus buntu.

Klimaksnya, pada hari Minggu, 8 Juli seharian aku demam sangat tinggi. Seumur hidup baru kali ini aku merasa tubuhku sepanas ini. Sayangnya aku ga punya termometer, aku perkirakan suhu tubuhku di atas 40 derajat.

Keesokan harinya, Senin, 9 Juli aku ke Klinik ITB. Oleh dokternya aku didiagnosis terkena radang usus. Bukan usus buntu, kalau usus buntu itu sakitnya di perut bagian kanan bawah, sedangkan aku di kanan atas. Aku pun diberi obat.

Setelah minum obat, rasa sakit di perutku hilang namun panas badanku tak kunjung turun. Anehnya, panas tubuhku hanya terjadi pada malam hari. Aku merasa tubuhku serasa menjadi seterika, panaaaass sekali.

Jumat, 13 Juli aku ke Klinik ITB lagi, kali ini dokter (yang lain) bilang aku kena tipus. Aku dikasih beberapa obat, termasuk Paracetamol (obat turun panas). Jika kuminum obat tersebut, panas badanku turun, namun 6 jam kemudian badanku memanas kembali.

Senin, 16 Juli aku kembali ke Klinik ITB lagi, dengan keluhan sama ditambah aku menjadi batuk. Dokter (yang lain lagi) mengatakan aku kena asma. Aku pun dikasih obat batuk sekalian disuruh tes darah. Hasil tes darah menunjukkan aku negatif terkena tipus maupun DB.

Malam harinya aku ga bisa tidur, tubuhku memanas kembali. Dan kali ini aku tidak dikasih Paracetamol. Aku coba melakukan terapi mandiri, aku minum air yang banyak, panasku menjadi menurun. Alhasil, dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi aku tidak tidur. Aku menghabiskan 2 botol Aqua besar (3 L) air putih, tentu saja selama waktu ini aku puluhan kali bolak-balik ke kamar mandi.

Akhirnya aku menyerah, Selasa, 17 Juli aku minta dibawa ke Hasan Sadikin. Aku udah pasrah nanti di sana aku akan diapain, termasuk disuruh opname.


Artikel terkait:
Jul '07
30

Episode Sakit (bagian 1)

Files under Diary | 2 Comments

Awalnya Rasa Sakit di Dada

Beberapa hari menjelang sidang Tugas Akhir, aku sering merasakan sakit di dada kanan, dari bawah ketiak sampai tulang rusuk paling bawah. Sakitnya terasa dari ulu hati, bagian dalam dadaku. Sakit ini tidak terasa setiap saat, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu, paling sering pada malam hati. Rasanya sakit sekali, seperti ditusuk-tusuk. Sampai aku berpikir, perjuangan Tugas Akhir ini benar-benar penuh darah dan air mata. Rasa sakit ini hanya berlangsung beberapa hari, kemudian menghilang dan tidak pernah terasa sakit lagi.

Waktu cairan di paru-paruku disedot, aku kembali ingat dengan sakitku ini. Jarum untuk menyedot cairan di paru-paruku ditusukkan di bawah ketiakku, sama persis dengan lokasi yang dulu sering kurasa sakit.


Artikel terkait:
Jul '07
25

How Addicted to Blogging Am I?

Files under Blog | 1 Comment

Ikutan tes di sini, hasilnya seperti ini.
74%How Addicted to Blogging Are You?

Free Online Dating from Mingle2


Artikel terkait:
Jul '07
7

Jumpa Lagi ….

Files under Diary | 4 Comments

Dari kiri ke kanan: Tyo, Indri, aku, Andi (belakang), Wisnu.

Alhamdulillah, akhirnya aku bisa kembali ngeblog. Setelah mengalami banyak peristiwa yang begitu mengharukan. Empat hari terkapar di Rumah Sakit. Sebelumnya sempat 3 kali ke dokter, ketiganya SALAH diagnosis. Baru ketahuan setelah di rontgen, aku menderita PARU-PARU BASAH.

Cairannya udah disedot sekitar 600 mL, sekarang udah lebih baikan, nih buktinya bisa ke kampus dan nge-blog. Udah kangen lama ga nge-blog nih.

Masa pengobatan yang harus kujalani adalah selama 6 bulan non stop. Tidak boleh terputus, jika terputus harus diulang dari awal.

Setelah 4 hari di Rumah Sakit, alhamdulillah esoknya aku bisa wisuda, meski masih agak-agak lemes dan malam sebelumnya demam tinggi. Yang jelas, aku bahagia sekali saat diwisuda, apalagi waktu itu ‘calon suami’ku datang jauh-jauh dari Merak untuk menghadiri wisudaku. Ya, sekalian ‘presentasi proposal’ ke keluarga.

Sebenarnya banyak yang ingin aku tuliskan di sini, tapi berhubung kondisi belum fit benar, jadi aku pending dulu ya…

Terima kasih buat semua pihak yang kemarin telah banyak membantuku selama aku di rumah sakit. Maaf kalau aku terlalu merepotkan. Mohon doanya semoga aku segera sehat kembali.


Artikel terkait:
Jul '07
4

Pengalamanku Mengajar di ComLabs

Files under Diary | 3 Comments

Dua tahun yang lalu, adalah pengalamanku pertama kali mengajar web programming di ComLabs ITB. Pengalaman yang sangat mengesankan, waktu itu aku masih sangat cupu dalam mengajar. Harus sering membolak-balik buku atau modul saat ngajar, keringat dingin bercucuran saat salah ngetik program, maupun menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang tak bisa aku jawab.

Masa-masa dahulu jauh berbeda dengan sekarang. Alhamdulillah, sekarang aku ga perlu ‘belajar’ dulu sebelum ngajar, karena hampir semua materi udah aku hafal di luar kepala.

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang pernah menjadi asistenku. Dimulai dari Mamat IF’02 yang pernah menjadi asistenku selama 1 term, kemudian adik Wisnu yang pernah 2 term jadi asistenku -sebenarnya adik Wisnu ini lebih hebat dari aku- Kemudian Bagus yang cuma 1 term jadi asistenku, Mas Mochamad yang telah 2 term jadi asistenku, dan Rizky yang telah 1 term menjadi asistenku. Tiga orang yang aku sebut pertama tadi, sudah tidak pernah lagi jadi asistenku, semoga bukan karena trauma dengan aku ya ^_^

Pelatihan web programming ini boleh dibilang paling banyak peminatnya di ComLabs. Pada term ini, untuk tingkat fundamental (FWP) udah penuh, dan akan dibuka dua kelas. Sementara untuk tingkat menengah/intermediated (IWP) sudah ada 10 pendaftar. Angka yang fantastis, padahal IWP adalah pelatihan baru lho. Ya, dari 12 orang peserta FWP term kemarin, 6 diantaranya mendaftar lagi di IWP.

Setelah sekian lama aku mengajar di FWP (sebelum jadi FWP, pernah memiliki nama PWP dan WPP), pun setelah sekian lama berganti-ganti asisten, akhirnya telah lahir para ‘penerus’ku. Mereka para ‘mantan’ asistenku ataupun ‘mantan’ magangerku, yang sudah berani maju, naik posisi sebagai instruktur atau asisten.

Alhamdulillah, pada term ini aku udah bisa ‘melepas’ kelas FWP, untuk kuamanahkan pada adik-adikku. Dimulai dari term kemarin, Rizky sudah berani jadi instruktur dan Andra jadi asisten. Karena pada term ini Rizky sedang KP di Surabaya, posisi instruktur aku amanahkan pada Andra dengan Koko sebagai asistennya. Sedangkan untuk kelas kedua/back up, posisi instruktur dipegang Mas Mochamad dengan Aji sebagai asistennya. Aku merasa bahagia saat melihat para ‘mantan’ asisten atau magangerku, kini menjadi instruktur atau asisten.

Lepas dari kelas FWP, bukan berarti sekarang aku nganggur. Term ini aku megang 2 kelas, yaitu IWP (lanjutan dari FWP, seperti yang kusebutkan tadi) dan FWD (wed design). Keduanya adalah pelatihan ‘baru’ bagiku, aku belum pernah mengajar di keduanya. Materi IWP aku sendiri yang menyusunnya, tinggal aku praktekkan dalam bentuk mengajar. Sementara FWD, posisi instruktur benar-benar kosong karena Afan akan pergi kuliah ke Jerman, sementara Fajar (asisten FWD term lalu) belum berani jadi instruktur. Jadi, tugasku kali ini adalah membuat sistem pengajaran FWD yang bagus, dan menyemangati Fajar agar term depan berani jadi instruktur.


Artikel terkait:
  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >