Mar
22

Who is Your Idol?

Files under Artikel | Leave a Comment

“Dik, siapa tokoh idolamu?”
“Doraemon!!”
“Lho kok Doraemon?”
“Doraemon itu hebat kak, bisa ngluarin apa saja dari kantong ajaibnya. Trus kalau mau ke sekolah bisa pakai baling-baling bambu, enak kan bisa terbang. Kalau mau jalan-jalan ke luar negeri, tinggal pakai pintu ajaib. Kalau mau lihat kita di masa depan tinggal pakai mesin waktu. Kalau mau ke luar angkasa, tinggal pakai … apa sih namanya pokoknya bisa langsung ke luar angkasa deh … Trus apa lagi ya? Banyak deh kak …”

“Neng, siapa idolamu?”
“Sheila on 7″
“Kenapa emang?”
“Lagu-lagunya bagus kak, saya suka lagu-lagunya. Saya punya koleksi kasetnya dari album perdana sampai albumnya yang terakhir lho. Saya juga punya posternya, besar, saya pasang di kamar saya. Oya, minggu depan ada konsernya lho kak. Saya udah beli tiketnya nih, mahal memang, tapi kan bisa minta ke ortu. Kakak udah beli belum? Ntar kehabisan lho!”

“Siapa tokoh idola Bapak?”
“Hidayat Nur Wahid”
“Kenapa?”
“Adik rajin mengikuti berita kan? Baru-baru ini akan ada pembagian laptop senilai Rp 21 juta untuk para anggota DPR. Hidayat Nur Wahid termasuk salah satu yang menolaknya. Bayangkan dik, pemerintah sampai mengeluarkan dana bermilyar-milyar hanya untuk membelikan laptop untuk para anggota DPR. Emangnya para anggota DPR pada ga punya uang untuk beli laptop sendiri?”

“Siapa tokoh idola Nenek?”
“Ibu Raden Ajeng Kartini”
“Kenapa?”
“Kalau ga ada beliau, kamu ga bisa sekolah nduk. Bersyukurlah kamu bisa sekolah, ga kaya nenek yang ga pernah mengenyam bangku sekolah, ga bisa baca-tulis, jadi nenek sering ditipu orang. Bersyukurlah nduk, kamu bisa jadi orang pinter. Manfaatkan kepinteranmu untuk memajukan negara ini, biar bangsa kita tidak gampang ditipu bangsa lain.”

Mar
20

Sendiri atau Tak Sendiri

Files under Diary | Leave a Comment

Sering aku bertemu temanku di sebuah pertokoan, trus temanku bertanya “Sama siapa ke sini?” Aku jawab “Sendiri”. Trus kata temanku “Kasihan sekali…”

Halah… Emangnya kalau orang pergi sendiri itu patut dikasihani?

Aku memang suka sendiri, apalagi untuk urusan beli buku atau beli baju. Rasanya bisa bebas kalau pergi sendiri. Aku bisa berlama-lama melihat-lihat barang yang aku suka, bisa berpindah-pindah tempat tanpa ada yang marah kalau tiba-tiba aku tinggal.

Hobiku tahun kemarin adalah naik angkot tanpa tujuan, tujuanku ya ke ujung angkot itu berjalan. Dan aku benar-benar ga ingin ada orang mengikuti, apalagi temanku. Aku merasa puas bisa berjalan-jalan sendiri naik angkot, sambil mengenal daerah-daerah yang sebelumnya tidak aku kenal. Ga banyak sih angkot yang pernah aku coba, setidaknya aku jadi tau kalau angkot Dipati Ukur-Panghegar Permai itu sebenarnya ga sampai Perum Panghegar Permai, trus Riung Dago itu ternyata nama perumahan juga, trus angkot Sadang Serang-Caringin itu nanti muter di daerah Caringin (Kopo), angkot Cicaheum-Cibaduyut itu juga muter di Cibaduyut. Jadi sebenarnya ga ada lho terminal Cibaduyut, terminal Caringin, apalagi terminal Panghegar Permai.

Jadi teringat akan sebuah puisi ini,

Bahkan sekuntum mawar butuh tangkai tuk menyangganya
Bahkan sehelai daun butuh dahan tuk menopangnya
Bahkan sebatang pohon butuh akar agar tetap tegak berdiri
Namun
Sendiri atau tak sendiri
Sekuntum mawar tetap dapat memberi semerbak wanginya
Sehelai daun tetap dapat memberi kesegaran hijaunya
Sebatang pohon tetap dapat memberi kerindangannya
Sendiri atau tak sendiri