Jan '07
11

Ini yang Terbaik (just a story)

Files under Artikel, Diary | Leave a Comment

Ada sebuah cerita yang cukup kondang, begini ceritanya:

Ada seorang raja memiliki seorang pengawal, pengawal tersebut mempunyai kebiasaan (baca: latah) mengucapkan kalimat “ini yang terbaik”. Pada suatu hari sang raja mengajak pengawal tersebut berburu. Pengawal tersebut adalah seorang penembak jitu. Saat melihat hewan buruan di depan mata, pengawal tersebut segera maju ke depan dan membidikkkan senapannya ke arah hewan buruan tersebut.

“DORRR!!!”
“Aduuuuhhh!!!”

Lho? Hewan buruan kok bisa mengatakan aduh? Ternyata bidikan pengawal tersebut meleset. Senapan tersebut mengenai jempol sang raja. Sang raja pun protes kenapa jempolnya ditembak.

Seperti kebiasaannya, pengawal langsung mengatakan “Ini yang terbaik, Baginda”.
“Terbaik apanya? Jariku putus kamu katakan terbaik?” sahut sang raja.
“Ini yang terbaik, Baginda” jawab pengawal lagi.

Tentu saja sang raja marah dan menjebloskan pengawal tersebut ke penjara.

Beberapa waktu kemudian, kerajaan sang raja diserbu oleh gerombolan kanibal. Gerombolan kanibal tersebut langsung menguasai kerajaan. Seluruh rakyat ditangkap, dan satu per satu dimakan gerombolan kanibal tersebut. Sampai tinggal sang raja sendiri yang masih hidup.

Akhirnya sang raja ditangkap dan siap mereka makan. Namun salah seorang dari kanibal tersebut tiba-tiba melihat jempol sang raja.

“Woi, manusia ini berbahaya. Lihat, dia tidak punya jempol. Kalau dia kita makan, akan membawa sial bagi kita. Sebaiknya kita lepaskan saja dia” kata kanibal tersebut.

Kanibal-kanibal yang lain segera memeriksa jempol sang raja, ternyata benar jempolnya tidak ada. Ternyata para kanibal ini hanya mau memakan manusia yang tanpa cacat. Satu bagian tubuh cacat, mereka percaya akan membawa kesialan bagi mereka.

Akhirnya sang raja dilepaskan. Betapa gembiranya hati sang raja. Langsung dia menuju penjara dan mencari pengawalnya yang dulu telah menembak jempolnya.

“Terima kasih pengawalku, berkat tembakanmu pada jempolku, aku tidak menjadi mangsa kanibal tersebut” kata sang raja.
Dan seperti biasa, pengawal hanya berkata “Ini yang terbaik, Baginda”.

—–
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)

Cerita di atas sebenarnya baru intermezzo dari apa yang ingin aku ceritakan di blog ini. Silakan baca postinganku selanjutnya.


Artikel terkait:
Jan '07
6

Sebuah Kepergian

Files under Diary | 1 Comment

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS. Al-Hadid : 22-23)

Sesungguhnya segala sesuatu adalah milik Allah, dan akan kembali pada Allah
Sesungguhnya setiap yang bernyawa akan mati
Sesungguhnya setiap anak akan kehilangan ibunya
Jika kali ini Allah memilih diriku untuk berpisah dengan ibuku
Itu karena …
Allah Mengetahui
Bahwa aku cukup kuat untuk menjalaninya
Bahwa aku lebih kuat daripada yang lain

Ya Allah,
terimalah amal kebajikannya,
ampunilah dosa-dosanya,
terangi dan lapangkanlah kuburnya,
jauhkanlah dari siksa kubur,
mudahkanlah urusannya di yaumil hisab,
terimalah ibundaku di tempat terindah di sisi-Mu
Amiin ya Rabbal ‘alamin.

Ibuku meninggal dunia pada tanggal 3 Januari 2007 pukul 05.24 karena mengidap penyakit hydrocepalus.


Artikel terkait:
Jan '07
1

Tahun Baru Penuh Berkah

Files under Diary | 1 Comment

Hari ini, 1 Januari 2007, hari di mana aku merasa sangat makmur (baca: kenyang).

Di acara walimahan seorang kakak temanku, berikut adalah barang-barang yang masuk ke perutku:

pukul 10.00
- nasi + lauk-lauknya (anggap saja makan pagi)
pukul 10.15
- pudding 1 potong
pukul 10.30
- ice cream
pukul 12.00
- pudding 1 potong
pukul 13.00
- ice cream
pukul 13.30
- pudding 2 potong
pukul 15.00
- nasi + lauk-lauknya (anggap saja makan siang)
pukul 15.30
- ice cream ukuran ‘jumbo’ (ice cream-nya aku masukin ke bekas gelas aqua, penuh lagi)
pukul 16.00
aku berpamitan pulang, ternyata masih dikasih bekal:
- nasi (banyak banget, tinggal taruh di rice cooker, bisa buat makan sampai besok)
- sup, capcay, sambal goreng ati (juga banyak)
- 1 kotak snack

Beginilah enaknya kalau yang nikah itu kakak temen sendiri.
Coba aja tiap hari kaya gini, tentu ga ada lagi orang yang bilang aku kurus :)

[makasih 'tuk Koko dan keluarga, buat mba Ike dan mas Agung semoga mencapai keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah]


Artikel terkait:
  • Page 2 of 2
  • <
  • 1
  • 2