“Tebak jumlah judul buku di stan utama Mizan, berhadiah voucher buku senilai satu juta rupiah”
Tulisan tersebut membulatkan tekadku: aku harus menghitung jumlah judul buku di stan Mizan, dengan tepat!
Senin, 6 Februari 2006, aku datang tepat pukul 9 pagi ke gedung Landmark di mana acara Pesta Buku Bandung 2006 sedang berlangsung. Tujuanku cuma satu, menghitung jumlah judul buku di stan Mizan, demi… voucher buku senilai satu juta rupiah!
Tak lupa aku memohon doa restu kepada teman-temanku. “Doakan ya, semoga aku dapat hadiah buku”, demikian sms yang ku kirimkan ke temanku. Aku tak peduli temanku mengerti maksudku atau tidak.
Sengaja aku datang pagi-pagi, untuk menghindari berdesak-desakan dengan sesama pengunjung. Dan memang benar, suasana waktu itu memang sangat sepi. Sehingga memudahkan kosentrasiku untuk menghitung.
Berbekal pulpen dan kertas, aku mulai menggambar sketsa stan Mizan, dengan membaginya dalam empat kuadran. Kemudian aku mulai menghitung jumlah judul buku tiap rak, berhubung aku ga punya kalkulator, maka aku menjumlahkannya dengan kalkulator di HP ku.
Tidak lebih dari 1 jam, aku telah selesai menghitung. Ternyata ada 824 judul buku. Sementara di tanganku ada 2 kupon kuis. Kupon kuis ini kudapatkan setiap aku melakukan transaksi di stan Mizan ini.
Aku lantas berpikir, semakin banyak kupon semakin besar kemungkinan untuk menang kan? Jadi aku beli buku lagi, sengaja aku belinya satu per satu biar dapat banyak kupon.
Akhirnya, 6 kupon ada di tanganku. Aku berpikir, kalau keenam kupon ini atas namaku semua, pasti kemungkinan menangnya kecil. Jadi, aku sms ke beberapa temanku, “Alamat lengkap rumahmu di mana? Aku pinjam donk buat ikut kuis tebak buku.”
Enam kupon dengan enam nama yang berbeda ada di tanganku, sementara form jawabannya masih kosong. Aku bingung mau nulis jawaban berapa. Aku hanya menghitungnya sekali, dan aku malas kalau harus menghitung ulang lagi.
Kembali aku sms ke teman-temanku, lagi-lagi sms ya? Kali ini aku bertanya ke mereka sebaiknya aku ngasih jawaban berapa. Dan akhirnya, dari jawaban-jawaban itu aku analisis mana yang layak aku tulis di kupon.
Keesokan harinya, adalah hari pengumuman pemenang. Tak sabar aku menantinya, bahkan aku sampai bolak-balik ke stan Mizan untuk menanyakan kapan pengumumannya. Hi.. optimis banget ya!
Akhirnya, apa yang aku nantikan tiba juga. Melalui pengeras suara diumumkanlah siapa yang memenangkan kuis ini. Dan ternyata… tak satupun dari nama yang kutulis di kuponku disebut.
Andai kalian tau, bagaimana perasaanku saat itu. Aku merasa sangat kecewa.
……….
……….
……….
Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(QS.57:22-23)
#agaknya aku tidak berbakat jadi penulis novel, buktinya kalimat-kalimatku di atas kacau banget!
Artikel terkait:




