Jan
29

Fatwa dan Teknologi di Mina

Files under Artikel | Leave a Comment

Di Mina, bentuk tiang jumroh tidak berubah selama ratusan tahun. Ketika di tahun 70-an jamaah haji semakin padat, keluar fatwa bahwa tiga tiang jumroh boleh disambung ke lantai atas. Maka teknologi beton prestressed merealisasikan jembatan dua lantai itu. Ketika lembah Mina yang sempit mulai penuh sesak, ulama Saudi berfatwa bahwa daerah Haratsul-Lisan yang berada di balik gunung batu termasuk wilayah Mina, sehingga boleh mabit di sana. Maka teknologi horizontal drilling berperan, menggali terowongan menembus batu dari Mina.

Di tahun 1990, terjadi tragedi di terowongan itu yang menewaskan 1000 korban. Maka segera dibuat terowongan paralel di sebelahnya sehingga tidak terjadi tabrakan antara yang berangkat dan pulang melontar jumroh. Kemudian terjadi musibah kebakaran di Mina. Segera seluruh tenda jamaah haji diganti dengan tenda baru berteknologi kain tahan api. Selang beberapa tahun, terjadi lagi korban jiwa akibat berdesakan di jumroh. Maka dicari jawaban teknologi lagi.
Dr. Keith G.Steel, perencana dari Crowd Dynamics, Inggris, menggunakan program komputer Myriad System untuk menghitung pergerakan massa pelontar jumroh dan merancang solusinya. Hasilnya adalah usul perubahan bentuk jamarat dari tugu 1 x 1 meter menjadi dinding oval memanjang 34 meter. Tingginya sampai ke lantai atas. Tidak ada lubang. Batu dari lantai atas masuk cerobong di tengah-tengah langsung ke basemen di bawah tanah untuk dikeruk lalu dibuang keluar Mina. Ulama Saudi menyetujui perubahan itu. Arus menjadi lancar dan pelontaran jumroh tahun 2005 berlangsung tanpa korban sama sekali. Sukses teknologi ini memuluskan keluarnya fatwa yang membolehkan jumroh bertingkat lima. Pembangunannya akan dimulai Februari 2006 dengan biaya 4 miliar real. Kontraktornya Bin Laden Group.Jumroh 5 lantai ini akan mempunyai 12 pintu masuk dan keluar, dilengkapi dengan eskalator. Ada akses dari lantai dua langsung ke jalan raya. Ada terowongan di bawah tanah dengan alat pengeruk batu otomatis. Ada atap menaungi tiga jumroh ‘ula, wusto, dan aqobah di lantai paling atas. Ada kereta penghubung dari tenda ke jumroh. Daya tampung jumroh akan menjadi 4 juta pelontar sehari. Bila fatwa dan teknologi bergandengan, insya Allah kemaslahatan akan terwujud.

Ir.H.Bambang Pranggono, MBA, IAI


Artikel terkait:
Jan
16

Rasa adalah Sebuah Fitrah

Files under Artikel | Leave a Comment

Bagi yang sedang jatuh cinta, harus baca tulisan ini (maksa!)
Bagi yang belum pernah jatuh cinta, harus baca tulisan ini (maksa juga!)
Bagi yang ingin jatuh cinta, harus baca tulisan ini (sekali maksa, tetap maksa!)

Gunung yang tinggi kan kudaki… Sungai penuh buaya kan kuseberangi… Lautan penuh badai (dan bajak laut serta ikan hiu) kan kuarungi, sambil berenang lagi… weks!
Yang namanya jatuh cinta memang dahsyat. Bisa bikin diri blingsatan sampai jungkir balik ga karuan. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak… kasian amat, kurus ntar!
Gula jawa serasa coklat, ikan asin serasa keju, air hujan serasa madu… ajaib bukan!

Tenang sodara-sodara!! Kali ini saya ga akan ngomporin kalian yang sedang jatuh cinta untuk nikah kok. Justru sebaliknya, saya ingin berbagi pengalaman untuk mengalihkan cinta tersebut. Ingat, mengalihkan! bukan menghilangkan! Yuk, bercinta yang sehat!

Sebelumnya, dengerin dulu apa kata Snada dalam syair Arti Cinta, berikut:
Ingin kukatakan arti cinta kepadamu dinda
Agar kau mengerti arti sesungguhnya
Tak akan terlena dan terbawa harumnya bunga asmara
Yang akan membuat dirimu sengsara

Sengsara? Ya!! Sengsara!
Ga percaya? Silakan coba sendiri!

O ya, perlu ingat pembahasan cinta kali ini, adalah cinta pada lawan jenis bukan mahram, di mana kita belum siap untuk nikah. Semoga bisa jadi topik yang menarik :)

Cinta Itu Fitrah

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)

Namanya manusia, jatuh cinta itu hal yang wajar, karena cinta bersifat fitrah, karunia dari Allah. Namun jika kita salah menyikapinya, benarlah… akan membuat kita sengsara. Ah, tapi saya sering tuh lihat orang yang dilanda cinta enjoy-enjoy aja? Ya, kalau ga sengsara di dunia, ya di akhirat. Naudzubillah.

Mudharat Cinta

Jika kita sudah jatuh cinta, dunia serasa milik berdua aja, yang lain cuma ngontrak. Enak betul!

Ati-ati lho, karena kata Rasulullah:
“Cintamu kepada sesuatu membuat buta dan tuli.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

Yang haram bisa nampak halal. Yang salah bisa nampak benar! Banyak orang mengekspresikan rasa cinta ini dengan apa yang dinamakan pacaran. Hii… tentu kalian ga ingin sampai melakukannya bukan?

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’:32)

Tentang pacaran, saya tidak ingin membahasnya di sini, ingat, bahasan kali ini lebih ke arah “bagaimana menghilangkan rasa itu”, silakan baca buku-buku tentang pacaran yang banyak beredar di pasaran.

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur?

Benarlah sabda Rasulullah,
“Sesungguhnya neraka diliputi hal-hal yang serba mengenakkan, menyenangkan dan nikmat, sedangkan surga diliputi hal-hal yang tidak menyenangkan.”

Bagaimana jika kita terlanjur memiliki perasaan tersebut? Bahkan mungkin perasaan tersebut telah mendarah daging dalam tubuh kita? Padahal kita tau bahwa itu tidak tepat.

Menyesal? Menangis sambil teriak-teriak? Atau paling parah, bunuh diri? Sekarang kan bunuh diri sudah ngetrend di Indonesia, anak SD juga bisa.

Jangan!! Lupakah kita, bahwa ampunan Allah sangat luas?

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:
“Sesungguhnya Aku menyukai orang-orang yang bertaubat. Jika anak Adam tidak berbuat salah, maka Aku akan menciptakan makhluk baru yang mereka berbuat kesalahan dan mereka bertaubat.”

Tips-tips a la Saya

Iman itu naik dan turun, naik karena ketaatan kita pada Allah dan turun karena maksiat.

Intinya, ingatlah pada Sang Pemberi Cinta. Berterima kasihlah pada-NYA yang telah memberikan rasa yang begitu ‘indah’ ini. Renungkan, kepada siapa lebih pantas cinta ini kita persembahkan? Kepada dia atau DIA?

Cintailah Allah! Kecintaan kepada Allah inilah yang akan membuat kita senantiasa membersihkan cinta kita, baik orientasi maupun tata cara yang sesuai syari’at. Agar cinta kita tetap illah (untuk Allah) dan fillah (karena Allah), bukan kepada ma’allah (tandingan Allah).

Apa yang kita rasakan apabila mendapat sms atau surat dari seseorang yang kita cintai? Kita baca pelan-pelan, kita hayati, kita pahami kata demi kata, kita simpan baik-baik supaya tidak hilang, bahkan kita bisa sampai hafal kata-kata yang ditulisnya. Nah, tips yang pertama, wujudkan rasa cinta kepada Allah dengan berinteraksi dengan Quran. Bukankah Quran adalah surat cinta Allah kepada kita. Sadarkah kita bahwa Allah begitu amat mencintai kita?

Coba simak, wahyu Allah kepada nabi Daud as ini,
“Seandainya orang-orang yang memikirkan Aku mengetahui bagaimana Aku menunggu mereka, bagaimanakah kasih sayang-Ku kepada mereka dan betapa keinginan-Ku agar mereka meninggalkan maksiat, niscaya mereka akan memilih kematian karena rindu kepada-Ku. Inilah kehendak-Ku terhadap orang-orang yang memikirkan Aku, maka betapa lagi yang Aku kehendaki bagi orang-orang yang menghadapkan dirinya kepada-Ku? Wahai Daud, Aku kasihan kepada orang-orang yang berpaling dari-Ku, dan Aku memuliakan orang-orang yang berada di sisi-Ku apabila ia kembali kepada-Ku.”

Subhanallah, betapa Allah sangat mencintai kita. Kita ga perlu bayar setiap tarikan napas yang kita hirup setiap helaannya. Maka, berinteraksilah dengan surat cinta dari Allah. Buatlah target harian, misal tilawah minimal 1 juz tiap hari, membaca tafsir, dan menghafal Quran. Jangan pernah satu harimu terlewat tanpa berinteraksi dengan Quran!

Kata Syaikh Muhammad Jibril,
“Quran itu bersifat pencemburu. Jika engkau meninggalkannya sehari, ia akan meninggalkanmu seminggu. Dan jika engkau meninggalkannya seminggu, ia akan meninggalkanmu sebulan.”

Jika kita jatuh cinta pada seseorang, tentu kita ingin selalu bertemu dan ngobrol dengannya bukan? Tips kedua, temuilah Allah, bercintalah dengan-NYA di sepertiga malam terakhir. Adukan semua perasaan kita pada-NYA. Menangislah sejadi-jadinya, tak perlu malu melakukan ini semua di hadapan Allah. Allah lah, tempat curhat paling oke!

Ketiga, carilah komunitas yang kondusif, yang mendukung keimanan kita. Carilah teman yang baik. Menurut beberapa ahli psikologi, teman mendatangkan ketentraman dan kenyamanan. Menurut Paul Henry Mussen, teman sebaya menyokong dengan cara yang unik dalam pembentukan kepribadian, perilaku sosial, nilai-nilai, serta sikap seseorang. Demikian pula kata Rasulullah, seseorang itu sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kita berhati-hati dalam memilih kawan akrab.

Komunitas yang kondusif bisa juga kita dapatkan dari Majelis ‘Ilm. Cobalah rutin mengikuti ta’lim, minimal satu kali seminggu. Agendakan itu menjadi satu hal yang wajib. Jangan pernah meninggalkan tanpa alasan syar’i. Sekali kita meninggalkan, kemungkinan kita berbuat maksiat akan terbuka kembali.

Keempat, cobalah berpuasa sunah. Bisa puasa senin kamis, pertengahan bulan, atau puasa Daud. Puasa itu di samping menjaga kesehatan, sekaligus sarana berhemat di jaman yang semua harga serba melonjak ini.

Yang Kelima, perbanyaklah dzikir kepada-NYA. Sambil berjalan dari rumah ke kampus, daripada mata lirik sana lirik sini banyak aurat bertebaran, lebih baik sambil berdzikir. Perbanyaklah istighfar, mungkin pikiran kita telah habis tersita untuk memikirkan orang yang kita cintai daripada mengingat Allah.

Cukup lima saja ya tips dari saya, masih banyak tips lainnya, mungkin bisa kita bahas di lain waktu. Makanya sering-sering baca blog saya ya :)

O ya, sebenarnya tips di atas saya ambil dari salah satu lagunya Opick, yang ringtonenya menghiasi HP saya,
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah

Semoga tulisan di atas bisa kita ambil ibrahnya.
Semoga bisa jadi perenungan diri kita.
Benarkah kita telah mencintai Allah di atas segalanya?
Apakah kita lebih suka membaca sms atau surat dari orang yang kita cintai, daripada membaca Quran.
Apakah kita bahkan hafal kata-kata yang pernah diucapkan orang yang kita cintai, sementara Juz ‘Amma saja tidak hafal.
Apakah kita lebih sering chating dengan orang yang kita cintai, sementara kesempatan ‘chating’ dengan Allah di sepertiga malam terakhir sering kita lewatkan.
Apakah kita lebih sering mengingat-ingat orang yang kita cintai, sementara mengingat Allah jarang kita lakukan.
Apakah kita sering ‘mengemis’ cinta pada orang lain, sementara saat Allah bagi-bagi cinta, justru sering kita tinggalkan.
Nastaghfirullah aladzim….

Sekian dulu ya… lain waktu disambung lagi. Semoga kita bisa lebih bijak dan dewasa dalam memaknai cinta. Karena ia… begitu indah… Maka sudah seyogyanya dijaga agar tetap tulus, ikhlas, dan suci, semata-mata karena Allah dan untuk Allah. Allahu a’lam.

:: kupersembahkan tulisan ini untuk sahabat-sahabat yang kucintai.


Artikel terkait:
Jan
15

Alhamdulillah….

Files under Artikel | Leave a Comment

kita bingung dan redup asa, pasrah saja
jalan di depan kita macet, pasrah saja
semua pintu tertutup, pasrah saja
kita tak punya rumah, pasrah saja
kita tak dipedulikan, pasrah saja
kita ditinggalkan, pasrah saja
kita menderita, pasrah saja
kita miskin, pasrah saja
kita lapar, pasrah saja
kita kan mati, pasrah saja
tapi kita punya iman, alhamdulillah!

–23761 (baca: remy silado)–


Artikel terkait:
Jan
12

Puasa… Puasa…

Files under Diary | Leave a Comment

[ayo bernyanyi!]

Puasa… puasa…
Puasa beli martabak
Puasa beli molen
Puasa beli bubur kacang hijau
Puasa beli pisang bakar
Puasa beli roti bakar
Puasa beli kue pukis
Puasa beli es shanghai
[semua yang kutulis di atas adalah makanan-makanan kesukaanku]

Q:
Kenapa puasa segala? Ntar makin kurus lho?

A:
Sudah diperkirakan bahwa tahun 2006 ini tahun yang kurang ‘membahagiakan’. Apa-apa menjadi mahal, ongkos angkot mahal, apalagi ongkos makan.
Beli makan di warung X, nasi+sayur sop+telor harganya 3500 perak. Padahal kalau dihitung-hitung mah biaya produksinya ga nyampai segitu kan? Paling 2000 perak juga udah untung tuh pedagan.
Beras mahal, dulu 4000 perak udah dapat beras yang paling bagus, sekarang 4300 hanya dapat beras biasa-biasa aja.
Februari… cepatlah datang! Ku menanti panen raya di bulan Februari ini. Semoga harga beras turun.
Sayur mayur juga mahal, bisa naik sampai 2x lipat.
Semoga aku jadi lebih pandai memasak!
[biar kalau makan ga sambil cengar-cengir lagi]

Tapi yang paling berat….
PUASA BELI BUKU!!!
Duh, apalagi Februari depan ada pameran buku lagi.
Februari 2005 … 200ribu rupiah.
Agustus 2005 … 500ribu rupiah.
Februari 2006 … zero zero zero rupiah :(

Tapi insya Allah, aku ga akan sampai melakukan PUASA NGE-BLOG!!
Ha3x, kapan ya aku hiatus lagi?


Artikel terkait:
Jan
1

Catatan Awal Tahun

Files under Diary | Leave a Comment

Dimulakan dengan Bismillah…
Alhamdulillah, blog ini masih hidup di tahun 2006!

[untuk menasehati diri sendiri]

Kata Hasan al-Banna, mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok. Tentu jika dan hanya jika, hari-hari antara kedua masa itu -kemarin dan hari ini- terisi dengan ikhtiar, doa dan tawakkal untuk mengejar cita tersebut.

“Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?” (QS. 53:24)

Adakah sejarah hidup kita hanya akan tertulis tiga baris: nama Fulan, lahir tahun sekian, wafat tahun sekian. Padahal, buku sejarah dunia -juga sejarah akhirat kita- menyediakan tambahan halaman untuk kerja-kerja besar dan aman shalih kita.

Kita tengah mengubah dunia. Tapi urutan kerjanya tentu dari diri kita, keluarga kita, masyarakat, negara, baru kemudian dunia.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11)

Ihdinash shirathal mustaqim

———–
Ya Allah,
Saksikanlah hijrahku!!
Btw, aku sedang tidak dalam proses/rencana pindah kos ya!


Artikel terkait: