Nov '05
14

SMS Idul Fitri (3)

Files under Diary | Leave a Comment

D peace n holy ramadhan will end soon. in my most noble honor “pls forgive anything in d past” may Allah give us d Ramadhan beautiful. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Dwi Isharyanto, TI’01. 02.11.05 @ 13:05

Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Kullu amin wa antum bikhair. Mohon maaf atas segala kesalahan, ucapan, dan perbuatan yang kurang berkenan di hati. Mudah-mudahan diri, qalbu, dan jiwa kita benar-benar fitrah dalam memasuki Syawal dengan berkah dan bahagia. Selamat Idul Fitri 1426 H. Minal Aidin wal Faizin.
– Satridia Juliandini, IF’01. 02.11.05 @ 14:27

Walau mata tak saling menatap, jemari tak saling terpaut, namun ungkapan suci minal aidin wal faizin melengkapkan segalanya. Maafkan segala kesalahanku.
– Ivan Kurniawan, IF’04. 02.11.05 @ 15:57

Larutkan hati, putihkan jiwa, di kedalaman makna hari nan fitri. Saling memaafkan dalan keikhlasan, mengabadikan tali persaudaraan. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.
– Herawati, AR’00, 02.11.05 @ 16:00

Amien, kami pun adalah orang-orang yang baik sengaja ataupun tak sengaja sering berbuat kesalahan. Dengan keikhlasan rekan-rekan dan kakak-kakakku sekalian, maka Allah akan memaafkan kami dan menerima ibadah Ramadhan kita. Minal ‘aidin wal faizin.
– Tata, Rinrin, Razan, Jakarta. 02.11.05 @ 16:08

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin. Maapin ya…
– Feri Widia Ardi, MS’03. 02.11.05 @ 16:10

Mari bersihkan hati, kita sambut hari penuh fitri, maafkan segala kesalahan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
– Aya Sophia, IF’00. 02.11.05 @ 16:23

Detik-detik akhir Ramadhan menjelang. Akankah kita bertemu dengannya lagi…? Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Kamal Azhar, TI’03. 02.11.05 @ 16:35


Artikel terkait:
Nov '05
13

SMS Idul Fitri (2)

Files under Diary | 2 Comments

Tanpa katamu, jiwa tak bertelinga. Tanpa telingamu, jiwa tak berlidah. Maka kuharap maafmu, untukku. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Adi Nugroho Onggoboyo, FI’99. 01.11.05 @ 23:13

Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk segala kesalahan saya di masa lalu.
– Reski Harimurti, MS’00. 02.11.05 @ 02:19

Met lebaran ya.. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah diterima, dan segala dosa diampuni olehNya.
– Jauhary Arifin (Joe), MA’00. 02.11.05 @ 06:21

Bila ramadhan adalah lentera, dan tinggal sehari lagi, mari hidupkan lentera diri hasil pupuk ramadhan, di bulan-bulan selanjutnya, agar sesat tak dijumpa.
– Anil Dhawan Subarda, IF’00. 02.11.05 @ 06:38

Met pagi.. ada yang pernah bilang ga kalu senyum loe manis banget? boleh tuh, sambil senyum, sambil maafin gw.. tuh kan +manis.. ;D Met lebaran, sampe ketemu lagi.
– Narpendyah Wisjnu Ariwardhani, EL’02. 02.11.05 @ 07:06

Aku tak pandai merangkai kata-kata. Aku hanya mohon dimaafkan khilaf dan salahku. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin. Selamat Idul Fitri.
– Yuli H.Z., Cibiru. 02.11.05 @ 09:10

Akhir Ramadhan ini, apakah kita kembali fitri? Akankah kita bertemu Ramadhan tahun depan? Mari berdoa dan berdzikir pada Allah. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Catur Gunawan Wibisono, KI’00. 02.11.05 @ 09:23

Jika qalbu memutih salju, jangan biarkan mengeruh. Jika menang teraih, jangan kalah. Jika gelar takwa didapat, jangan lepaskan. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Rahmat Mulyana, EL’98. 02.11.05 @ 09:59

Hentikan waktu! Ku tak ingin ramadhan berlalu. Namun apa daya diri tak mampu. Kini ku mohon maaf darimu. Semoga hati bersih selalu. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Arif Kusumanagara, MT’02. 02.11.05 @ 12:30

Sampurasun, bilih aya tutas langkung kepang halang, nyungkelit dina ati, tugenah dina manah, kasiku catur katajong omong, agung lumur anu kasuhun, jembar pangampura.
– Arif Kusumanagara (lagi), MT’02. 02.11.05 @ 12:37


Artikel terkait:
Nov '05
12

SMS Idul Fitri (1)

Files under Diary | Leave a Comment

Bila Idul Fitri adalah sebuah lentera, kuingin membuka hadirnya dengan kesucian hati agar ia menembus jendela jiwa kembali fitrah dari tiap helai khilaf. Mohon maaf lahir batin.
– Fajri, IPB, teman Sigit saat KP. 01.11.05 @ 09:42

Sama-sama.
– Hanung Wahyu Hidayat, Jakarta, teman SMA. 01.11.05 @ 09:43

Taqabbalallahu minna wa minkum. Taqabbal ya karim. May Allah’s blessing be upon us, mat we’re beborn in purity yhis Ied. Mohon maaf lahir dan batin.
– Gufron Ghozali, IPB, anak IChO. 01.11.05 @ 09:51

Bilih kantos nyungkelit dina ati, tegenah dina manah, katajong omong ku pribados, mugi ridho ngahapunten. Taqabbalallahu minna wa minkum.
– Faisal Rudiyanto, FI’98, Jakarta. 01.11.05 @ 10:19

Taqabbal ya karim ukhti. Subhanallah jazakillah taushiyahnya. Uhibbuki fillah.
– Lia Ruslianti, KI’00. 01.11.05 @ 16:37

Mari juga, podo2 :)
– Taufik, Ilkom UGM’01, Yogya. 01.11.05 @ 16:38

Ramadhan belum usai teresapi, beduf sudah mulai menggema, adakah dzikir lekat, tasbih menyatu dalam deru nafas, dan manusia kembali pada fitrah? Taqabbalallahu ya karim.
– Yuti Ariani Fatimah, MA’01. 01.11.05 @ 18:25

Iya saya juga maafin ya. Mohon maaf lahir batin, met mudik :D
– Rudi Nugroho, IF’99. 01.11.05 @ 18:25

Rita2, wilujeng lebaran..
– Deni Ramdani, TA’98. 01.11.05 @ 18:28

Taqabbal ya karim. Sama2, mohon maaf lahir batin. Selamat lebaran di beberapa kota sekaligus :)
– Yudha Aldila, IF’00. 01.11.05 @ 18:55


Artikel terkait:
Nov '05
11

Kesimpulan dari 10 tulisan sebelumnya

Files under Artikel | Leave a Comment

Jika dipahami bagian-bagian di atas adalah sepuluh muwashshofat kader da’wah :

1. Salimul ‘aqidah > selamat ‘aqidahnya
2. Shahihul ‘ibadah > benar ibadahnya
3. Matiinul khuluq > tegar akhlaqnya
4. Mujahidu linafsihi > bersungguh terhadap dirinya
5. Qadirun ‘alal kasbi > mampu memenuhi kebutuhannya
6. Qawiyyul jismi > kuat jasadnya
7. Mutsaqaful fikri > terwawas pikirannya
8. Munazham fii syu’unihi > tertata urusannya
9. Haritsun ‘ala waqttihi > menjaga waktunya
10. Nafi’un lighairihi > bermanfaat bagi selainnya.

(Sumber : myQuran.com)


Artikel terkait:
Nov '05
10

Bagian 10 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Sang bunga tak mampu menahan semerbak wanginya

Kemanfaatan dalam bentuk amal shalih adalah buah alami dari keimanan, dan gerak yang bermula pada detik di mana hakikat keimanan itu menghujam di dalam hati. Maka keimanan dan cinta padaNya adalah hakikat yang aktif dan energik. Sama seperti bunga yang tidak bisa menahan semerbak wewangiannya. Ia pasti muncul secara alami, memberi wangi kepada sekelilingnya.

Manusia terbaik, manusia yang paling bermanfaat. Kepada orang-orang dekat kita, orangtua misalnya, Allah ingin cinta hadir dalam wajah kita setiap bertemu mereka. Allah mau agar cinta hadir di tangan kita yang lembut memapah mereka. Allah suka jika cinta hadir dalam setiap huruf di lisan, tiap nafas di paru, tiap gerak di otot, dan tiap getar di hati.

Sejarah peradaban Islam, adalah sejarah sumbangan kemanfaatan. Tak harus besar. Jika senyum, perhatian, kasih, dan cinta adalah kemanfaatan tertinggi, tersenyumlah. Karena engkau telah menulis sejarah.

“…Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan-perumpamaan. (Ar-Ra’d : 17).


Artikel terkait:
Nov '05
9

Bagian 9 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Pedang waktu di leherku

Ambil waktu untuk berpikir, ini adalah sumber kekuatan.
Ambil waktu untuk bermain, ini adalah waduk kemudaaan yang abadi.
Ambil waktu untuk membaca, ini adalah dasar kebajikan.
Ambil waktu untuk berdoa, ini adalah kekuatan terbesar di bumi.
Ambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, iman adalah kasih sayang dan bukan kebencian.
Ambil waktu untuk menjalin persaudaraan, ini adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambil waktu untuk bergurau, ini adalah pelumas terbaik.
Ambil waktu untuk bershadaqah, hidup ini terlalu singkat untuk menjadi egois.
Ambil waktu untuk bekerja, waktu adalah harga keberhasilan.
Tetapi…
Jangan gunakan waktu untuk kesia-siaan.


Artikel terkait:
Nov '05
8

Bagian 8 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Atur diri dan berbarislah agar dicintai

Jangan tanya apakah Yahudi yang tinggal di Israil itu Dzimmi atau Harbi.
Kalau anak SD kita di sini diajari, “Jika ani mempunyai 5 buah jeruk, lalu satu jeruk ia makan dan dua yang lain diminta kakaknya, berapa jeruk ani yang masih ada?”. Maka anak-anak SD israil telah diajari, “Jika ada 500 tentara Arab, 100 orang di antaranya telah kita tembak mati dan 200 lainnya melarikan diri, ada berapa lagi tentara Arab yang harus kita tembak mati?”.
Betapa mengakar struktur permusuhan itu dibangun!

Da’wah ini, Islam ini, kata seorang pembimbing keputrian saya di pesantren dulu, tidak hanya perlu orang pintar, tetapi lebih dari itu, ia sangat memerlukan orang yang shalih yang bisa dan bersedia ditata. Ya, meminjam istilah ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu Al haq bilaa nizham. Yaghlibhul bathiil binizham, kebenaran tak tertata, pasti terkalahkan oleh kebatilan terstruktur. Menata adalah syarat cinta. Menata diri, dan menata barisan kita.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris-baris teratur, seakan mereka adalah bangunan yang kukuh tersusun”. (Ash Shaff : 4).


Artikel terkait:
Nov '05
7

Bagian 7 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Bikin Otak selalu ting!

Betapa Islam sejak mula, menempatkan akal dalam posisinya yang paling nyaman. Ia tidak dikungkung oleh belenggu otoritas. Tetapi ia berjalan dalam ketaatan kepada Allah dan rasulNya. Ia berkelana, menjelajah penjuru bumi, memasuki tubuh manusia, mengintip aktivitas sel-sel, lalu mengangkasa, mengambil cuaca, terus ke antariksa, memuaskan rasa ingin tahu, lalu mendarat lagi, berbagi untuk memudahkan kehidupan insani.

Islam memulai derak yang mendenyutkan kehidupan itu dari motivasi agung peribadahan, ketaatan. Saat perhitungan waris dan perhitungan zakat begitu rumit dengan angka Romawi, lahirlah angka nol dan aljabar. Saat sang Nabi mencontohkan wewangi, dahsyatlah riset-riset tentang Alkemi. Saat kebersihan menjadi bagian dari iman, lahirlah sabun. Saat dunia Islam makin luas, lahirlah pemetaan astronomis, astrolab, dan ilmu navigasi. Saat kesehatan disebut berharga oleh sang Nabi, muncullah dokter-dokter yang mumpuni.


Artikel terkait:
Nov '05
6

Bagian 6 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Allah suka kalau kita perkasa

Mendaki bukit cahaya, Jabal Nuur, betapa dekat rasa rindu pada saat Jibril membawa risalah untuk jagad, mendekap Muhammad… “Bacalah… bacalah… bacalah…”. Saat melangkah ke gua Tsur membayang suasana teror dipenuhi rasa takut, lalu kalimat manusia mulia begitu menenangkan, “Laa tahzan, innallaaha ma’anaa… Jangan takut, jangan sedih, Allah bersama kita…”.
Antara shafa dan marwah, lari kecillah.. seperti Hajar kebingungan saat Ismail kehausan. Lalu Zam! Zam! Hentakan kakinya memancarkan mata air… Cicipilah, karena ia diserahkan pada niat kita yang meminumnya. Buka lengan kanan saat thawaf, berlari-lari kecillah… Allah suka pada hambaNya yang menunjukkan kekuatan, seperti para sahabat di hadapan Quraisy Musyrikin.
Tetapi kepada Ar-Rahman, kumohon ampunan dan kemampuan menghantam, keras memapas buih lautan. Atau hentakan mematikan, di tangan yang dahaga. Menghujam tombak, menembus kulit dan jantung. Hingga.. mereka katakan saat lalui pusaraku. Semoga Allah mengarahkanmu, inilah ksatria yang mentaati Tuhannya.. (Abdullah ibn Rawahah, saat berangkat ke Perang Mu’tah).


Artikel terkait:
Nov '05
5

Bagian 5 dari 10 tulisan

Files under Artikel | Leave a Comment

Siapa takut jatuh kaya?!

Jangan dulu menggunakan ‘Utsman dan ‘Adburrahman ibn ‘Auf sebagai contoh. Khawatirnya kita nanti jadi jatuh PeDe. Yang standard dulu saja lah…
Mari periksa fasilitas yang dipakai untuk memudahkan da’wah dan jihad Rasulullah. Kendaraan misalnya, Al Qashwa, unta putih beliau adalah unta yang sangat tangkas, berkualitas tinggi, gesit, kecepatannya mengagumkan, dan sangat sehat. Duldul, keledai beliau hadiah dari Muqaiqus, sangat kuat dan kukuh jalannya. Bahkan berumur panjang hingga masa kepemimpinan Mu’awiyah Radhiyallahu ‘Anhu. Kuda beliau juga adalah yang tertangkas, tergesit, dan tercepat.
Pedang komandonya Dzul Lujjain. Jangan ragukan kualitas logamnya, ketajamannya, tempaannya, dan kehalusan pembuatannya. Bahkan ada yang menyebutkan beberapa kilogram emas diperlukan untuk membuat suatu lapisan komando. Ini adalah bagian yang sangat berkilat jika ditimpa sinar matahari untuk memberi kode dan aba-aba kepada pasukan di kejauhan. Apa ini sesuatu yang murah? Sama sekali tidak. Ada pasti yang akan menyimpulkan. Kalau begitu soal fasilitas yang memudahkan ibadah dan jihad kita harus pilih yang terbaik. Ya mesti tetap dalam proporsinya.


Artikel terkait: