Nov
29

SMS Idul Fitri (versi aku)

Files under Diary | Leave a Comment

Idul Fitri kemarin aku menerima lebih dari 50 sms, lebih sedikit dari sms yang kukirimkan. Karena ada teman yang kukirimi sms tapi tidak membalas, sedangkan teman yang mengirimiku sms pasti aku balas.

Sms yang aku kirim, ada 2 versi. Versi singkat dan lengkap. Beruntunglah kalian yang nerima smsku lebih dari satu kali, berarti aku mengirim sms versi lengkap. Sms versi lengkap ini hanya aku kirim ke sekitar 15 temanku. Jadi beruntunglah kalian, karena aku menganggap kalian teman terbaikku.

Sms versi lengkap ini terdiri dari 2 sms, masing-masing sepanjang 2 x 160 karakter.

Sms pertama (kukirim sekitar H-6 lebaran):

Jelang akhir Ramadhan
Mungkin ada yang tengah habiskan waktunya dengan i’tikaf
Atau membasahi lidahnya dengan tilawah
Atau memanjangkan tangannya mengulurkan sedekah
…..
Mari kita renungkan
Apakah kemenangan telah kita raih
Apakah gelar takwa layak kita peroleh
…..
Sempurnakan ibadah Ramadhan kita dengan membayar zakat

Sms kedua (kukirim sekitar H-2 lebaran):

Ingin hati tak perlu ucapkan selamat idul fitri
Karena itu berarti Ramadhan kan segera pergi
dan belum tentu datang kembali
Semoga ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita
Dan semoga Allah menerima amalan kita
…..
Barangsiapa puasa Ramadhan lalu ia ikuti dengan
puasa 6 hari bulan Syawal, maka pahalanya seperti
puasa 1 tahun penuh (HR Muslim)

Karena setiap 350 rupiah yang kukirim, akan aku pertanggungjawabkan.


Artikel terkait:
Nov
25

Ayat-ayat Cinta-NYA

Files under Artikel | Leave a Comment

Mereka saling berkaitan, satu sama lain.

Satu:

“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya.” (QS. Asy-Syams : 8)

Dua:

“…. barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 81)

Tiga:

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi ….” (QS. 2:74)

Empat:

“Hati adalah raja. Dan makanannya adalah ilmu. Jika ia tidak diberi makan selama tiga hari, maka ia akan mengeras kemudian mati.” (kata Imam al-Ghazali)

Lima:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah : 164)


Artikel terkait:
Nov
24

Akhwat Juga Manusia

Files under Diary | 2 Comments

Her : Kamu habis dari mana?
Me : Dari salon
Her : Hah?
Me : Iya, dari salon
Her : Ga mungkin
Me : Iya, bener
Her : Ga percaya aku
Me : Kenapa? Tampangku jelek ya? jadi ga percaya kalau aku sering ke salon
Her : Emang seberapa sering kamu ke salon?
Me : Seminggu sekali
Her : Masak sih?
Me : Emang Kenapa?
Her : Kamu kan akhwat? Masak ke salon sih?
Me : Justru karena aku akhwat, aku merasa perlu ke salon. Kalau aku ikhwan, kayanya ga perlu ke salon deh.
Her : Ngapain aja kamu di salon?
Me : Perawatan tubuh lah. Masak ke salon buat beli buku.
Her : Hihihi
Me : Kenapa?
Her : Ga menyangka


Artikel terkait:
Nov
23

Salah Satu Kebahagiaanku

Files under Diary | Leave a Comment

Dua bulan lalu adalah bulan Sya’ban. Di mana Rasulullah paling banyak berpuasa pada bulan itu setelah bulan Ramadhan.

Kukirim sms ke beberapa temanku:
“Besok puasa hari senin/kamis yuk. Nanti kubawain sesuatu buat buka deh :)”

*****

Esoknya, ketika ku bertemu mereka:
“Lupa”
“Males bangun”
“Tadi mau sahur, tapi udah keburu azan”

Kataku, “Ya udah gpp, jangan lupa ntar sore ada makanan, gratis kok”.

*****

Beberapa hari kemudian, setiap hari senin/kamis:
“Mbak, mana ta’jilnya? Saya puasa lho!”
“Mbak, ayo buka bareng! Tapi mbak yang nraktir”

Alhamdulillah, tak perlu diingatkan lagi :)


Artikel terkait:
Nov
22

Teman Sejati (lanjutan)

Files under Diary | Leave a Comment

Ini lanjutan hasil survey yang aku lakukan kemarin:

Bagi saya, tidak ada teman sejati, tapi yang ada kebenaran sejati. Kebenaran itu akan muncul dalam ruang waktu tententu pada teman-temanku. Sebab, teman yang sholeh hari ini, bisa jadi paling tidak sholeh di masa datang. Jadi, hakikat (substansi) dari apa yang dikatakan/perbuat temanlah yang sejati. Relatif, kondisional, dan temporer. Jadi teman sejati ialah kebenaran abadi. Di mana kebenaran muncul, di sanalah teman sejati tercipta.

Teman sejati adalah adalah teman yang tulus saling menasehati dan bersabar dalam kebaikan dan takwa, saling berbagi dan menolong, enak diajak ngobrol dan nyambung.

Teman sejati memberi semangat untuk hidup, mengajak ke arah kebaikan, berbagi suka dan duka, berbagi ilmu, dll.

Teman sejati itu yang mau ngerjain tugas-tugas yang lagi aku kerjakan sekarang dan akan dikumpul siang ini

:: terima kasih tuk Adi, Imam, Endang, Arif


Artikel terkait: