Oct '05
17

Ramadhanku…. (edisi 4)

Files under Diary | Leave a Comment

Ramadhan ini benar-benar bulan di mana aku bisa berhemat. Bagaimana tidak, di awal Ramadhan aku udah beli beras 2.5 kg dan mie instant, rencananya untuk makanku selama satu bulan ini. Eh ternyata, sampai pertengahan Ramadhan berasku masih utuh. Hanya sekali aja aku masak nasi. Trus mie instant hanya berkurang 3 bungkus. Kok bisa?

Ya bisa lah, orang aku tiap hari selalu dapat makan gratis. Dari mana? Jelas lah, dari Allah Sang Pemberi Rizki.

Alhamdulillah…


Artikel terkait:
Oct '05
16

Lagu Buat Ayah(ku)

Files under Artikel | Leave a Comment

Ada Band - Yang Terbaik Bagimu

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Di sisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff :
Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati


Artikel terkait:
Oct '05
15

Ramadhanku…. (edisi 3)

Files under Diary | 1 Comment

Kemarin aku ikutan acara Dialog Interaktif tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme dalam Perspektif Islam, yang diselenggarakan di GSG Atas Salman. Namun bukan itu yang ingin aku bahas, melainkan ta’jilnya (hehe… dasar).

Baru kali ini aku dikasih ta’jil yang lumayan banyak. Ada sponsor dari Telkom Flexi, trus dari Salman, dan sepertinya dari panitianya sendiri juga ngasih.

Untuk minuman, ada teh hangat, Frutang, trus masih dapat Pocari Sweat. Untuk makanan kecilnya, aku hitung ada delapan macam, ada arem-arem, lemper, nagasari, pisang aroma, risoles, pastel, dan puding dua buah.

Lumayan lah… ga perlu makan malam lagi.
Ramadhan ini benar-benar bulan untuk berhemat :D


Artikel terkait:
Oct '05
14

Keutamaan Shalat Tarawih (bagian 3)

Files under Artikel | Leave a Comment

Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam kedua belas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.


Artikel terkait:
Oct '05
13

Ramadhanku…. (edisi 2)

Files under Diary | Leave a Comment

1 Ramadhan 1426 H, berat badanku 35 kg.
1 Syawal 1426 H, berat badanku berapa ya?

Silakan tebak!


Artikel terkait:
Oct '05
12

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika

Files under Diary | Leave a Comment

Kemarin saat aku mengecek emailku, aku mendapat kiriman email yang ditujukan ke sebuah milis yang ku ikuti. Isinya, undangan akad nikah temanku, Rakhmita Akhsayanti (TL’01) dengan Bayu Syerli Rachmat (KR’00).

Aku kenal Mita pertama kali empat tahun silam, tepatnya pada bulan Ramadhan 1422 H. Waktu itu kami sama-sama aktif di P3R’22 Salman. Mita yang ku kenal, seorang anak yang cantik, pintar, pandai bergaul, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Kalau Bayu, kenal di mana ya? Yang pasti sih di Salman, tapi tepatnya di mana aku kok lupa ya :D Bayu dulu aktifnya di SKAU, yang sekarang udah ganti menjadi AKSARA. Trus, dia juga pernah jadi Menteri Komunikasi Publik KM-ITB pas jamannya Anas.

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika
wa jama’a bainakuma fi khairin

Semoga Allah membarakahi kalian dan barakah Allah tercurah atas kalian
dan semoga Allah mengumpulkan kalian bersama dalam kebaikan


Artikel terkait:
Oct '05
11

Keutamaan Shalat Tarawih (bagian 2)

Files under Artikel | Leave a Comment

Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangan atas Fir’aun dan Haman.

Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim a.s.

Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadah kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadahnya Nabi SAW.

Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.


Artikel terkait:
Oct '05
10

Saya Ini…. Sedang Futur

Files under Artikel | 1 Comment

saya ini sedang futur
terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan
dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah, kerjalah,
sibuklah,inilah,itulah

saya ini sedang futur
jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan sekarang satu lembar udeh
lumayan
tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan

saya ini sedang futur
mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur
ba’da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur
apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur

saya ini sedang futur
lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit
kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit apalagi shaum sunnah, perut
rasanya ogah

ente tau ane lagi futur
sedikit dzikir, banyakan tidur belajar ngawur, IP pun hancur
shohib- shohib kagak ada yang negur

ente tau ane lagi futur
hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak
pernah ngukur
ente taulah ane sekarang
seneng duduk di kursi goyang, perut kenyang hati melayang
mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang

ente tau ane bengal
bangun malem sering ditinggal
otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal

ente tau ane begini
udah sok tau, seneng dipuji ngomong sok suci kayak murrabi, kagak
ngaca diri sendiri

ente tau ane gegabah
petantang petenteng merasa gagah, diri ngaku 2x ikhwah kalo mo
muhasabah,
diri ini nggak beda sama sampah

ente tau ane sekarang udah kalah di medan perang ane pengen pulang
kandang,
ke tempat ane dulu dateng

saya ini sedang futur
tak lagi pandai bersyukur
seneng disanjung dikritik murung

saya ini sedang futur
malas ngurusin da’wah, rajin bikin ortu marah
sedikit sekali muhasabah, sering kali meng ghibah
ya..saya memang sedang futur

mengapa saya futur……???

mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur??
kenapa batas-batas mulai mengendur??
kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur??
kenapa di antara kita sudah tidak jujur??

kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur??
kenapa di antara kita hanya pandai bertutur??
Ya Allah..berikan hambaMu ini pelipur
agar saya tidak semakin futur
apalagi sampai tersungkur…

nb: buat semua saudaraku….kunjungilah saudaramu tengoklah dia
barang
sebentar….
mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk
mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan..
raihlah dia..rengkuhlah dia
ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam
ajaklah dia bersama menuju cinta NYA menuju surgaNYa menuju ampunan
NYA

janganlah sibuk dengan diri sendiri pedulilah dengan sekelilingmu
pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya
jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu


Artikel terkait:
Oct '05
8

Keutamaan Shalat Tarawih (bagian 1)

Files under Artikel | 1 Comment

Dari Ali bin Abi Thalib ra. bahwa dia berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda :

Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Pada malam ketiga
, seorang malaikat berseru di bawah ‘Arsy, “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”

Pada malam keempat
, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

Pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.


Artikel terkait:
Oct '05
7

Ramadhanku….. (edisi 1)

Files under Diary | Leave a Comment

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mencukupkan usiaku, sehingga aku masih bisa merasakan indahnya Ramadhan tahun ini.

Ramadhan di rumah baru, gimana ya rasanya?
Hanya sedikit ingin berbagi…..

Ramadhan hari ke-1

Hari ini aku shalat tarawih di Masjid Taufiqul Islam, yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat kosku. Hanya butuh waktu beberapa detik (kurang dari 1 menit) dari pintu kosku untuk masuk ke masjid tersebut.

Ups, ternyata…. shalat tarawih edisi kilat khusus, tanpa ada ceramah lagi. Alhasil, sebelum jam 8 shalatnya sudah selesai.

Keesokan harinya,

Hari pertama sahur, aku lagi ga punya makanan, rice cooker juga masih di asrama. Kebetulan tadi malam Mba Niken -temanku yang kos disebelah kosku- ngajak aku sahur bareng di kosnya. Alhamdulillah, dapat makan sahur gratis, jazakillah khair buat Mba Niken.

Sempat ditawarin makan sahur bareng ibu kos, yang ternyata juga sama anak-anak yang kos di sini (3 orang cowok semua), tapi aku bilang udah terlanjur janji makan sahur di rumah temen. Usut punya usut, kirain makannya gratis, ternyata bayar Rp 4000,- per porsi. Wah, terlalu besar lah buat anggaranku, emang sih harganya sesuai dengan menunya, tapi… Ramadhan ini aku ingin berhemat ah. [padahal sebenarnya emang lagi ga punya duit :D]

Ikut shalat Subuh di masjid yang sama, yah… kok ga ada ceramahnya sih? cuma shalat doang. Ya udah, dengerin ceramah di radio aja, tapi malah ketiduran…..

Sore hari, mau cari ta’jil di mana ya? Coba ke Salman, wah ternyata ada kolak gratis, tapi… aku telad datangnya, jadi ga kebagian :(( hanya kebagian air mineral plus gorengan, tak apalah.

Habis maghrib, nodong Taufik ah buat nraktir makan. Jadinya, makan bareng di Gelap Nyawang bertiga ama Taufik dan Nugroho (FT’01), Taufik yang bayar, tapi dasar dia orangnya ngirit pisan. Dia pesan nasi goreng kornet sama jus alpukat 2 porsi sama piring dan gelas kosong 1. Jadi ceritanya, 2 porsi tadi dibagi buat 3 orang. Orang lain yang lihat jadi geleng-geleng kepala.

Bagiku sih ga masalah, yang penting hari ini dapat sahur dan buka gratis. Aku kan lagi memberi kesempatan orang lain untuk memperoleh pahala :D Semoga aja besok-besok gantian aku yang dapat pahala :D

Habis makan, ikut shalat Isya’ di Salman, lalu khatib ceramah tarawihnya Pak Aam, seru deh, bikin jama’ah banyak ketawa. Tapi habis itu mataku udah ga kuat lagi, ditambah lagi dari tadi sore aku agak pusing, biasa! gimana nih, baru hari pertama aja udah gini :(

Akhirnya aku pulang, kuputuskan shalat tarawih di rumah aja. Sebelum sampai rumah, aku mampir beli ayam goreng buat lauk sahur besok pagi.

Ramadhan hari ke-2

Waktu mau sahur, malas masak nasi. Jadi aku makan ayam goreng aja satu potong.

Sore harinya, ada teman main ke rumah. Menu buka hari ini adalah Kolak (beli di Simpang, Rp 2500 per porsi). Habis makan kolak dan shalat Maghrib, trus makan nasi plus mie telor. Sayangnya, masak nasinya kebanyakan. Jadi nasi dan mie nya rencananya mau aku makan lagi ntar sahur.

Malam ini hujan, jadi aku tarawih di masjid deket kos aja biar ga perlu pakai payung. Ternyata masih sama seperti kemarin, edisi kilat khusus!

Ramadhan hari ke-3

Agaknya aku udah terbiasa bangun pagi tanpa weker. Aku bangun jam 3 pagi dan langsung hidupin lampu, siap-siap mau sahur. Eh, tapi aku berpikir ini kan masih jam 3 pagi, masih lama kan, mending tiduran dulu ah.

Ternyata, aku bangun pas imsak. Wah, ini kan tinggal 10 menit lagi. Mau makan, nanggung. Mau ga makan, nasi dan mie masih tersisa banyak. Padahal aku juga belum witir. Akhirnya kuputuskan minum air putih aja, trus witir. Nasi dan mie nya buat ntar buka aja, kan aku taruh di dalam rice cooker, aku biasanya nyimpan makanan di rice cooker 24 jam juga masih bagus kok.


Artikel terkait: