Sep '05
22

Skenario Allah itu Begitu Indah (part 3)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Masih di hari yang sama

Akhirnya aku sampai juga di UNJ. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di UNJ. Suasana di sini ramai karena hari ini saat pendaftaran ulang bagi mahasiswa baru.

Sesuai petunjuk Utami salam sms-nya, aku segera menuju gedung Q, kemudian ke BEMJ Bahasa Indonesia. Utami sendiri kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Alhamdulillah, aku tidak menemukan kesulitan menemukan lokasi ini.

Di sini aku nunggu sampai jam 1 siang, karena Utami masih ngajar di SMA. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya datang juga. Ternyata Utami orangnya mirip dengan aku, sama-sama kecilnya, tingginya pun hampir sama. Hanya bedanya dia banyak bicara, sedangkan aku sedikit bicara :D

Rencananya mau ke tempat kos Utami, tapi ternyata lagi ada masalah di tempat kosnya. Jadi dari siang sampai sore kami di BEMJ aja. Utami anaknya aktif dan selalu ceria, pantesan dia jadi bendahara di BEMJ-nya.

Sore hari kami ke kos teman Utami, di belakang UNJ. Aku lupa siapa nama temannya itu, karena waktu itu aku kenalan dengan banyak temannya. Waktu aku ke sana, teman-teman Utami pada ngira aku mahasiswa baru 2005. Mereka pada kaget saat tau kalau aku ini angkatan 2000. Hehe… aku masih kelihatan muda ya :D

Sore hari, kami makan kolak bareng-bareng. Kebetulan hari ini hari Senin jadi banyak yang puasa. Tapi aku dan yang lainnya yang ga lagi puasa makan duluan. Eh, pas waktu berbuka puasa diajak makan kolak lagi :D

Setelah mandi dan shalat Maghrib, aku dan Utami berangkat ke Jatinegara. Akhirnya aku dapat tiket KA Senja Utama Solo, berangkat jam setengah 8 malam dan sampai di Yogya sekitar jam 6 pagi.


Artikel terkait:
Sep '05
21

Skenario Allah itu Begitu Indah (part 2)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Senin, 22 Agustus 2005

Pagi-pagi aku langsung ke Jatinegara karena ngejar kereta Fajar Utama yang berangkat jam setengah 7. Tapi ternyata jalannya jauh dan bisnya muter dulu, jadi aku baru sampai Jatinegara jam 7 lebih dan keretanya udah barangkat. Wah, ketinggalan kereta lagi :(

Aku bingung. Kulihat jadwal kereta tujuan Yogya. Ada kereta api Taksaka yang berangkat jam 10, tapi jelas lah aku ga punya ongkos sebesar itu, karena keretanya kereta eksekutif. Pikirku, berarti aku harus pulang ke Yogya nanti malam nih. Nah, yang jadi masalah sekarang aku mau ke mana ya, keretanya kan baru akan berangkat ntar malam, masak aku nunggu di stasiun selama 11 jam.

Aku lalu sms Diana, aku bilang barusan ketinggalan kereta. Trus Diana nawarin aku ke kosnya aja, tapi aku harus ke kantornya dulu buat ngambil kunci. Padahal kantornya jauh di Pulogadung.

Aku inget-inget, siapa ya temenku yang tinggal di Jakarta. Perlu diingat bahwa hari ini adalah hari Senin, pasti kebanyakan mereka lagi kerja. Setelah aku lihat-lihat daftar di phonebook HP ku, akhirnya aku sms 2 orang, Mas Faisal dan Utami.

Mas Faisal ini Fisika ITB angkatan 1998, sekarang udah nikah dan tinggal di Jakarta, ya siapa tau aja istrinya lagi ga ada acara, jd aku bisa punya temen. Makanya aku sms ke Mas Faisal isinya agak aneh, “Istri Mas Faisal lagi ada acara tidak?” Padahal aku ga kenal istrinya. Jangankan tau istrinya, sama Mas Faisal nya sendiri aku belum pernah ketemu. Dulu kenal dari mana ya? Kayanya dulu aku kenal dari web pribadinya, trus kadang chatting di YM, atpi sekarang udah jarang sih.

Kalau Utami ini temennya Emin, sekarang kuliah di UNJ. Yang ini juga sama, belum pernah ketemu. Ah, aku sih nekad aja :D

Aku tunggu balasan dari Utami dan Mas Faisal, ternyata lama banget ga ada balasan. Aku capek juga nih nunggu. Ya udah, akhirnya kuputuskan ke kantornya Diana aja di daerah …. (lupa namanya), pokoknya di daerah Pasar Rebo. Aku naik bis kota nomor …. (lupa), tapi ternyata aku kesasar :D Aku bingung di mana sekarang aku berada.

Aku pun turun dari bis, dan aku merenung. Perutku lapar karena dari kemarin malam aku ga makan. Mau beli makan, rasanya aku ga nafsu makan. Hmm… aneh ya? Masak lapar tapi ga nafsu makan. Akhirnya aku makan aja bolen durian yang aku bawa dari Bandung, yang tadinya mau aku bawa ke Yogya buat oleh-oleh. Bolen durian emang enak lho :D

Akhirnya kuterima juga sms balasan dari Utami. Dia bilang lagi PPL (praktek ngajar) di SMA, jadi aku disuruh langsung ke UNJ aja. Aku langsung naik bis ke Kampung Melayu, selanjutnya naik bis jurusan Rawamangun. Perjalanannya makan waktu lama banget, karena sempat macet sekitar 1 jam. Aku pun dibuat terkantuk-kantuk di dalam bis.

Ya, beginilah. Meski aku udah beberapa kali ke Jakarta, tapi aku belum hafal jalan-jalan di sini. Yang aku tau sih cuma daerah Kramat-Salemba-Kampung Melayu-Jatinegara aja :D Karena aku dulu pernah Kerja Praktek di daerah Kramat Raya, dulu sih hampir tiap jalan-jalan kesasar.


Artikel terkait:
Sep '05
20

Skenario Allah itu Begitu Indah (part 1)

Files under Perjalanan | Leave a Comment

Ahad, 21 Agustus 2005

Hari ini aku ke Jakarta, rencananya nanti malam mau ke Yogya. Kenapa harus ke Jakarta dulu? Karena aku males pulang ke Yogya pas siang hari. Kereta Api Bandung-Yogya kelas bisnis kan cuma ada siang hari yaitu kereta Lodaya, dan aku males kalau sepanjang siang di kereta, karena sangat membosankan. Ada sih kereta Mutiara Selatan yang malam hari, tapi sampai Yogya jam 1 malam, jadi ntar ga ada yang menjemput.

Aku ke Jakarta bareng Diana, temen se asrama yang lagi ke Bandung, dan sekarang udah kerja di Jakarta. Rencananya berangkat jam 2 siang, tapi ternyata ngaret sampai jam 4 sore. Sampai di Leuwi Panjang jam 5 sore, dan bisnya baru berangkat jam setengah 6 sore.

Sampai di Jakarta jam setengah 8 malam. Padahal kereta Senja Utama tujuan Yogya berangkat jam setengah 9 malam. Wah, kayanya ga keburu nih kalau ke Jatinegara. Jadi terpaksa nginep di kos Diana dulu, rencana ke Yogya ditunda besok paginya aja naik Fajar Utama.

Sedih juga aku, sebenarnya aku ke Jakarta ini tujuannya supaya bisa naik kereta malam ke Yogya. Eh, kok kemaleman dan besok harus naik kereta siang. Padahal aku ga suka naik kereta di siang hari, perjalanan Jakarta-Yogya 10 jam lagi, pasti bakal membosankan :(

Malem ini tidur di Jakarta, bener-bener ga bisa tidur, udara di sini panas sekali.


Artikel terkait: